MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Selasa, 17 Juli 2018 16:33
WADUH BAHAYA..!! Karhutla Merambah Taman Nasional
BERJIBAKU: Anggota tim gabungan ketika berupaya memadamkan api kebakaran lahan di wilayah TNTP, Sabtu (14/7).(FNPF for RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Memasuki musim kemarau ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai marak terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya. Parahnya, peristiwa yang kerap terjadi saat kemarau tersebut, merambah sekitar 10 hektare ke kawasan Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP).

Manager Kalimantan, Friends of the National Parks Foundations (FNPF), Basuki Budi Santoso menuturkan, kebakaran di wilayah TNTP tersebut terjadi di areal terbuka di daerah Natai Tengah, pada pukul 16.00WIB, Sabtu (14/7). Kemudian pada pagi hari Minggu (15/7), pihaknya bersama tim Orangutan Fondation Internasional (OFI) dan balai TNTP berangkat menuju lokasi kebakaran tersebut.

“Kalau dilihat dari sungai, apinya kelihatan dekat saja, tapi saat masuk jauh ke dalam, karena kita harus buka akses baru jalur darat dan rawa,” ujarnya kepada Radar Pangkalan Bun, Senin (16/7) kemarin.

Basuki meneruskan, untuk mencapai pusat kebakaran tersebut tim gabungan masuk melalui sungai mengunakan kelotok,  lalu masuk ke hutan dan rawa yang masih rimbun. Hari Minggu tadi sekitar pukul 14.00 WIB, perjalanan dimulai jalur darat menuju lokasi dengan jarak sekitar 4 hingga 5 kilometer dan sampai di lokasi kebakaran sekitar pukul 16.00 WIB.

”Kita hanya berbekal peralatan alat pemukul api dan jetshooter. Sulitnya sumber air di lokasi menjadi kendala pemadaman, dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB,” terangnya.

 Menurut Basuki, kebakaran lahan terbuka padang ilalang tersebut hampir memasuki hutan lebat. Api diduga sengaja dibakar oleh pemburu satwa, pasalnya satwa seperti rusa sangat menyukai memakan tunas yang baru tumbuh dari hasil pembakaran. 

”Saat ini kita siaga terus dengan besinergi dengan semua stakeholder dengan saling memberikan informasi,” cetusnya.

Selain di kawasan TNTP, dalam dua hari terakhir karhutla tercatat terjadi 3 kali. Seperti diungkapkan Kasi Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Pahrul Laji, bahwa kebakaran pertama terjadi di RT.09 Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Minggu (15/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran itu melanda lahan milik Sabri Ketua RT.09 yang merupakan lahan kebun nanas seluas 0,5 hektare.

”Paginya selesai kita padamkan dengan tim terpadu beserta masyarakat sekitar,” ujarnya kepada koran ini.

Pahrul melanjutkan, pada malam hari Minggu (15/7) sekitar pukul 21.00 WIB kembali lagi terjadi kebakaran lahan di Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Lahan tersebut merupakan lahan pasir. Sulitnya sumber air yang berada di dekat lokasi kebakaran membuat pemadaman dilakukan secara manual.

“Karena lahan pasir, jadi kita pukul saja dengan alat pemukul dan api dapat dipadamkan, hanya 50 X 50 meter persegi yang terbakar,” tambahnya.

Dilanjutkannya, kebakaran lahan kebun masyarakat juga  terjadi di Sungai Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Senin (16/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga sore hari, penanganan pemadaman oleh tim terpadu Karhutla terus dilakukan.

“Hingga saat ini sudah lebih dari 5 hektare yang terbakar, karena yang terbakar merupakan lahan gambut,” ungkap Pahrul.

Menurut Pahrul, sudah dua minggu memasuki musim kemarau ini yang patut diwaspadai adalah terjadinya kebakaran lahan pada malam hari. Pasalnya, ilalang dan tumbuhan liar lainnya pada malam hari tidak basah, sehingga gampang terbakar.

Sementara itu Dandim 1014/PBN Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman menyampaikan, hotspot di Sungai Tatas, Kelurahan Baru terdeteksi pada pukul 08.00 WIB, Senin (16/7) dengan luasan kebakaran awal sekitar 2 hektare. Personel yang terlibat mengatasi yakni dari unsur TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat.

”Pemadaman menggunakan mesin portable, pompa air gendong perorangan. Sementara lahan yang tebakar dapat ditangani sebagian sudah padam. Kini pemilik lahan, atas nama bapak Gito masih dalam penyelidikan Polsek Arsel,” pungkasnya.(jok/gus)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 09:09

43 Pasutri Ikuti Sidang Itsbat Nikah

NANGA BULIK – Sebanyak 43 pasangan suami istri (Pasutri) mengikuti sidang itsbat nikah di aula…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:07

Pemohon Kartu Kuning Meningkat, Ini Musababnya

SUKAMARA – Masa penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:56

ADD Sepenuhnya Untuk Membangun Desa

PANGKALAN BUN- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan agar alokasi dana desa (ADD) bisa…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:54

Kobar Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

PANGKALAN BUN - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi…

Kamis, 18 Oktober 2018 17:08

AWAS PEMOTOR MESUM!!! Remas Payudara lalu Kabur

PANGKALAN BUN - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) khususnya kaum hawa kini harus waspada.…

Kamis, 18 Oktober 2018 17:04

Cegah Sopir Nakal, Warga Kohil Portal Jalan Beji

KOTAWARINGIN LAMA – Warga Kecamatan Kotawaringin Lama memasang portal di Jalan Beji, Kelurahan…

Kamis, 18 Oktober 2018 17:01

Empat Tahun Menunggu, Warga Tagih Pemasangan Listrik

KOTAWARINGIN LAMA –  Sejumlah warga Desa Dawak, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Bupati Kobar Buka Pameran Sejuta Buku

PANGKALAN BUN- Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah buka Pameran Sejuta Buku Pangkalan Bun 2018 di…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:02

Perpusdes Pangkalan Dewa semakin Diminati

PANGKALAN LADA - Masyarakat Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada manfaatkan waktu luang dengan…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:59

Total Pendaftar Online Ada 1.497 CPNS

PANGKALAN BUN - Pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 resmi ditutup pukul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .