MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:05
Pedagang Hewan Kurban Bermunculan, Rata-rata Sapinya Dijual Seharga....
SIAP JUAL: Pedagang hewan kurban untuk hari raya Iduladha mulai bermunculan di kota Pangkalan Bun.(SLAMET HARMOKO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Pedagang hewan kurban dadakan mulai bermunculan. Mereka mulai memajang hewan dagangan mereka di tenda-tenda pinggir jalan atau kandang-kandang semi permanen yang rata-rata dibangun sejak akhir Juli lalu.

Seperti yang terlihat di jalan Pasanah, kelurahan Madurejo kecamatan Arut Selatan. Pargi, pedagang hewan kurban mengakui bahwa ia mulai aktif berjualan sejak akhir bulan Juli lalu.

”Akhir bulan lalu sudah mulai jualan. Jual kambing dan sapi kurban,”katanya kepada Radar Pangkalan Bun, Jumat (3/8).

Puluhan sapi dan kambing yang dijualnya didatangkan dari Madura, Jawa Timur, dengan menggunakan kapal barang. Sapi dan kambing dagangannya dikirim dengan pengawalan orang suruhannya.

”Pakai kapal mas, ya ada yang jagain di kapal dan kasih makan. Karena pelayarannya bisa lebih dari 24 jam,”terangnya dengan logat Madura yang khas.

Selama ini ketika mendatangkan hewan kurban, ia tidak harus datang ke lokasi peternakan. Karena sudah menjadi langganan dan sudah kualitas hewan yang dipesannya sudah dijamin.

Kemudian untuk urusan harga, sapi yang dijual saat ini paling murah dikisaran Rp 15 juta dan paling mahal Rp 36 juta. “Sapi Madura kan tidak terlalu besar, bisa dibilang harganya cukup ekonomis,” cetus Pargi.

Berbeda dengan Pargi, pedagang hewan kurban lainnya, Panut mengatakan mulai tahun ini sebagian sapi dagangannya tidak lagi didatangkan dari luar Kalteng. “Sekarang sebagian dari Jawa dan Madura, sebagian lagi dari peternak lokal di Pangkalan Lada,”ucapnya.

Menurutnya saat ini jumlah peternak sapi di Kabupaten Kobar sudah mulai banyak. Dan saat musim kurban sekarang ini, sapi-sapi mereka sudah banyak yang siap jual.

”Mungkin harganya sedikit beda, tapi masih dapatlah (untung) karena ongkos angkutnya lebih murah. Dan kita bisa pantau sendiri ke kandang para peternak,”tandas Panut. (sla/gus)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 15:36

Anjayyyyyy..!!! Pecandu Narkoba Mengaku Anggota BNN

PANGKALAN BUN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kotawaringin Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:32

Tim PLN-ITS Explore Indonesia Mampir di Kobar

PANGKALAN BUN - PLN Blits Explore Kalimantan sukses digelar, setelah…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:29

Sepekan, Evakuasi Tujuh Sarang Tawon

PANGKALAN BUN – Tugas Pemadam Kebakaran tidak hanya berurusan dengan…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:24

Bikin Cemas..!!! Awan Tsunami Muncul di Langit Kolam

KOTAWARINGIN LAMA – Gumpalan awan hitam berbentuk seperti gelombang Tsunami…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:18

Di Kobar, DBD Mulai "Makan" Korban

PANGKALAN BUN – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten…

Sabtu, 16 Februari 2019 09:12

Tingkatkan SDM, DPD Perpamsi Gelar Workshop

PANGKALAN BUN – Dalam rangka meningkatkan kapasitas Perusahaan Daerah Air…

Jumat, 15 Februari 2019 15:21

Hilang Dua Hari, Mbah Jamin Ditemukan

NANGA BULIK - Dua hari menghilang Muhammad Jamin (79) alias…

Jumat, 15 Februari 2019 15:08

ASTAGA..!!! Rumah Terbakar, Kakek Stroke Nyaris Terpanggang

PANGKALAN BUN – Ketenangan malam warga Desa Kumpai Batu Bawah…

Jumat, 15 Februari 2019 15:03

Iddihhhhh Ngeri..!!! Ingin Mandikan Anak Malah Temukan Ular Piton

PANGKALAN BUN - Seekor ular Piton ditemukan melingkar di bawah…

Jumat, 15 Februari 2019 11:38

Terapkan Manajemen Risiko di SOPD

PANGKALAN BUN – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*