MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 04 Agustus 2018 16:37
Lapas Sampit Bakal Jadi Lapas Medium Security
Petugas Lapas Klas IIB Sampit memeriksa petugas lainnya sebelum bertugas.(HENY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah mempersiapkan program pilot project untuk menuntaskan permasalahan yang sering terjadi di Lembaga Pemasyarakatan. Dalam revitalisasi sistem pemasyarakatan, Lapas Klas IIB Sampit ditetapkan sebagai Lapas Medium Security.

Kalapas Klas IIB Sampit Mokhamad Khaeron mengatakan, pilot project ini baru tahun ini diadakan dan diatur langsung Kemenkumham. Lapas Sampit akan ditetapkan dalam kategori Lapas Medium Security. Di dalamnya ada berbagai kriteria dan ketentuan yang harus dijalankan.

”Insya Allah penetapan Lapas Sampit sebagai Lapas Medium Security akan dilaksanakan Oktober 2018. Namun, tanggal pastinya saya belum tahu. Untuk Lapas di Kalteng, Kota Palangka Raya nantinya akan ditetapkan sebagai Lapas Maksimum,” tutur Khaeron, Jumat (3/8).

Khaeron menjelaskan, dalam matriks revitalisasi sistem pemasyarakatan, ada berbagai ketentuan yang harus dijalankan untuk bisa menjadi Lapas Medium Security. Kriterianya, yakni aksesibilitas sangat terbatas dan pengawasan sangat ketat (setiap jam).

Dilihat dari keamanannya, tidak boleh melanggar tata tertib. Dilihat dari aspek rekreasional, hobi dan hiburan difasilitasi. Selain itu, juga dilihat dari indikator keberhasilan (kualitas tahanan/anak/narapidana/klien), harus sesuai kepatuhan, kedisiplinan, dan kesadaran.

Kriteria lainnya, lanjut Khaeron, juga dilihat dari aktivitas yang dinilai seperti ibadah, olahraga, dan pendidikan. Kriteria ini dilihat dari pembinaan ibadah kepada warga binaan.

”Bagaimana petugas Lapas melakukan pembinaan, mengingatkan untuk beribadah, menyediakan alat pendukung untuk WBP yang memiliki bakat keterampilan, menjaga kebersihan dan lingkungan,” katanya.

Tujuan pilot project, menurut Khaeron, agar Lapas bisa menjadi percontohan. ”Dalam artian bagaimana, kami menyelenggarakan pembinaan kepada warga binaan dengan harapan agar WBP tidak menjadi residivis atau tidak melakukan kesalahan yang sama,” tandasnya. (rm-87/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 14:42

Ketangkap Basah ..!!! Tiga Budak Sabu Diciduk Polisi

SAMPIT – Satuan Reserse (Satres) Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba)…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:44

Pemulung Sampah Minta Diperhatikan

SAMPIT - Para pemulung sampah yang ada di beberapa lokasi…

Jumat, 14 Desember 2018 17:52

Asikkkk!!! Petani Jagung Siap Sambut Tahun Baru

SAMPIT–Petani jagung mulai bersiap-siap memanen jagung menjelang tahun baru 2019.…

Jumat, 14 Desember 2018 12:03

RSUD dr Murjani Kerja Keras Lengkapi Syarat Akreditasi

SAMPIT – Sejak Tim akreditasi terbentuk pada 21 November 2017…

Jumat, 14 Desember 2018 11:49

Bring The Future Here

SAMPIT - Bank BRI akan merayakan ulang tahun yang  ke-123…

Kamis, 13 Desember 2018 17:13

Camat Ingatkan Azab Penimbun Drainase

SAMPIT - Camat Mentawa Baru Ketapang Sutimin mengaku siap dikritik …

Kamis, 13 Desember 2018 17:10

Jalan Bundaran Diperbaiki Lagi

SAMPIT – Jalan aspal bergelombang di bundaran sekitar kantor Pemkab…

Kamis, 13 Desember 2018 16:38

Kabid Maksa Minta Fee Proyek Ruang Kelas

BUNTOK – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Barito…

Kamis, 13 Desember 2018 15:02

Timbangan Pedagang akan Ditera Ulang

SAMPIT–Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur akan segera melakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:37

MANTAP!!! RSUD dr Murjani Peringkat 3 Pelayanan Prima

SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .