MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Jumat, 10 Agustus 2018 21:12
Nelayan Jangan Paksakan Diri Melaut
KEHIDUPAN NELAYAN: Seorang nelayan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, bersama anaknya menangkap ikan di tepi pantai. Saat cuaca ombak tinggi mereka terpaksa tidak bisa mencari ikan ke laut.(DOK.USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi meminta kepada seluruh nelayan di  wilayah ini untuk tidak memaksakan diri melaut. Pasalnya, ketika kondisi cuaca sedang buruk sangat mengancam keselamatan mereka ketika melaut.

 ”Memang itu mata pencaharian mereka, namun ketika  cuaca buruk seperti ombak tinggi, maka akan membayakan. Jadi saya meminta nelayan tidak memaksakan diri. Keselamatan tetap paling utama,” imbuhnya, baru-baru ini.

Bukan tanpa sebab Supian menyampaikan hal ini. Beberapa waktu belakangan kondisi cuaca sering memburuk. Terutama di laut. Ini ditandai dengan gelombang tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Dirinya berharap,  kecelakaan di laut tidak sampai terjadi lagi, khususnya bagi nelayan asal Kotawaringin Timur. Seperti pada akhir pekan lalu, sebanyak 13 nelayan asal Indramayu Jawa Barat jadi korban terbaliknya KM Bunga Hati 2. Dan mereka dievakuasi ke Sampit. Mereka diselamatkan oleh sebuah kapal barang yaitu KM Bahari Maju II yang sedang melintas di perairan Indramayu, saat perjalanan menuju Sampit.

Menyikapi hal itu, Pemkab Kotim dan pihak lainnya berusaha memberikan bantuan terbaik hingga 13 nelayan tersebut dijemput pulang pada Selasa (7/8) tadi.

Supian bahkan turun langsung membantu mengurus keperluan 13 nelayan tersebut. Termasuk membelikan pakaian, sandal dan perlengkapan lain.

Supian berharap musibah yang dialami 13 nelayan asal Indramayu tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh nelayan, terutama dari Kotawaringin Timur. Ditegaskannya, sangat berbahaya jika memaksakan diri melaut,  ketika cuaca sedang buruk.

”Nelayan di daerah ini kan umumnya menggunakan kapal kayu dengan ukuran tidak terlalu besar sehingga rawan terbalik kalau ada gelombang tinggi. Saya sangat berharap para nelayan untuk lebih berhati-hati,”  ujarnya.

Nelayan di  Kotim, umumnya tersebar di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau. Namun konsentrasi terbesar nelayan berada di Teluk Sampit, khususnya di Desa Ujung Pandaran dan sekitarnya.

Pemkab Kotim pun  terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memberikan berbagai jenis bantuan. Selain berupa armada dan alat tangkap di laut, nelayan juga didorong  meningkatkan produksi perikanan  melalui budi daya, karena potensinya juga sangat besar. 

Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit juga mengimbau nelayan mengurungkan niatnya untuk berlayar.

"Untuk tinggi gelombang, bagi nelayan dan kapal tongkang masih berbahaya, sedangkan untuk kapal ferry dalam kategori sedang. Sementara untuk kapal penumpang dalam kategori aman - waspada. Berdasarkan prakiraan ketinggian gelombang pada pukul 13.00 dan pukul 19.00 berkisar antara 0,75-1,5 meter," kata Nur Setiawan, Kamis (9/8).

Dengan adanya potensi gelombang yang masih tinggi dan disertai angin kencang, Nur Setiawan mengimbau agar nelayan tidak melaut dan untuk kapal tongkang lebih waspada untuk mengurangi risiko jika tetap berlayar.

Nur Setiawan mengatakan, hingga satu minggu ke depan perairan selatan Kalimantan ketinggian gelombang masih berbahaya bagi nelayan dan kapal tongkang dan masih berpotensi terjadinya angin kencang.

"Beberapa hari yang lalu waktu di Ujung Pandaran memang gelombangnya terlihat signifikan dan anginnya berhembus cukup kencang," kata Nur Setiawan, Kamis (9/8)  (rm-87/oes/gus)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 15:28

Guru PAUD Diminta Tingkatkan Kreativitas Mengajar

SAMPIT— Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi upaya Pusat…

Kamis, 20 September 2018 15:25

Mentaya 63 Jawarai Piala Kemerdekaan

SAMPIT— Piala kemerdekaan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 73 Kemerdekaan RI, di lapangan Kompi…

Kamis, 20 September 2018 13:30

Rp 3 Miliar Tanggulangi Karhutla

PALANGKA RAYA – Makin marak dan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah…

Selasa, 18 September 2018 16:10

Material Padat Dilelang BPKAD

SAMPIT – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kotim berencana melakukan…

Sabtu, 15 September 2018 10:18

Usulkan Tanaman Keras di Pinggir Jalan Perkebunan

SERUYAN RAYA - Pohon kelapa sawit yang berada di sisi kiri dan kanan jalan sering kali tidak berbuah…

Kamis, 13 September 2018 10:18

Belasan Relawan Ikuti Temu Karya Nasional

SAMPIT— Sebanyak 14 orang tim relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur…

Kamis, 13 September 2018 10:16

Dosen Asal Kotim, Berprestasi di ASEAN

SAMPIT- Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), secara akademik…

Kamis, 13 September 2018 10:15

Bupati Siap Antarkan Bantuan untuk Lombok

SAMPIT— Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasilkan mengumpulkan…

Kamis, 13 September 2018 10:13

YESSSS!!!! Bidan Desa Bakal Dapat Motor Dinas

SAMPIT— Guna menunjang kinerja para tenaga bidan yang bertugas di desa, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 12 September 2018 17:02

Kotim Siap Gelar UKW Ke-9

PALANGKA RAYA – Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur siap menjadi tuan rumah pelaksanaan uji kompetensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .