MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Jumat, 10 Agustus 2018 21:12
Nelayan Jangan Paksakan Diri Melaut
KEHIDUPAN NELAYAN: Seorang nelayan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, bersama anaknya menangkap ikan di tepi pantai. Saat cuaca ombak tinggi mereka terpaksa tidak bisa mencari ikan ke laut.(DOK.USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi meminta kepada seluruh nelayan di  wilayah ini untuk tidak memaksakan diri melaut. Pasalnya, ketika kondisi cuaca sedang buruk sangat mengancam keselamatan mereka ketika melaut.

 ”Memang itu mata pencaharian mereka, namun ketika  cuaca buruk seperti ombak tinggi, maka akan membayakan. Jadi saya meminta nelayan tidak memaksakan diri. Keselamatan tetap paling utama,” imbuhnya, baru-baru ini.

Bukan tanpa sebab Supian menyampaikan hal ini. Beberapa waktu belakangan kondisi cuaca sering memburuk. Terutama di laut. Ini ditandai dengan gelombang tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Dirinya berharap,  kecelakaan di laut tidak sampai terjadi lagi, khususnya bagi nelayan asal Kotawaringin Timur. Seperti pada akhir pekan lalu, sebanyak 13 nelayan asal Indramayu Jawa Barat jadi korban terbaliknya KM Bunga Hati 2. Dan mereka dievakuasi ke Sampit. Mereka diselamatkan oleh sebuah kapal barang yaitu KM Bahari Maju II yang sedang melintas di perairan Indramayu, saat perjalanan menuju Sampit.

Menyikapi hal itu, Pemkab Kotim dan pihak lainnya berusaha memberikan bantuan terbaik hingga 13 nelayan tersebut dijemput pulang pada Selasa (7/8) tadi.

Supian bahkan turun langsung membantu mengurus keperluan 13 nelayan tersebut. Termasuk membelikan pakaian, sandal dan perlengkapan lain.

Supian berharap musibah yang dialami 13 nelayan asal Indramayu tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh nelayan, terutama dari Kotawaringin Timur. Ditegaskannya, sangat berbahaya jika memaksakan diri melaut,  ketika cuaca sedang buruk.

”Nelayan di daerah ini kan umumnya menggunakan kapal kayu dengan ukuran tidak terlalu besar sehingga rawan terbalik kalau ada gelombang tinggi. Saya sangat berharap para nelayan untuk lebih berhati-hati,”  ujarnya.

Nelayan di  Kotim, umumnya tersebar di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Seranau. Namun konsentrasi terbesar nelayan berada di Teluk Sampit, khususnya di Desa Ujung Pandaran dan sekitarnya.

Pemkab Kotim pun  terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memberikan berbagai jenis bantuan. Selain berupa armada dan alat tangkap di laut, nelayan juga didorong  meningkatkan produksi perikanan  melalui budi daya, karena potensinya juga sangat besar. 

Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit juga mengimbau nelayan mengurungkan niatnya untuk berlayar.

"Untuk tinggi gelombang, bagi nelayan dan kapal tongkang masih berbahaya, sedangkan untuk kapal ferry dalam kategori sedang. Sementara untuk kapal penumpang dalam kategori aman - waspada. Berdasarkan prakiraan ketinggian gelombang pada pukul 13.00 dan pukul 19.00 berkisar antara 0,75-1,5 meter," kata Nur Setiawan, Kamis (9/8).

Dengan adanya potensi gelombang yang masih tinggi dan disertai angin kencang, Nur Setiawan mengimbau agar nelayan tidak melaut dan untuk kapal tongkang lebih waspada untuk mengurangi risiko jika tetap berlayar.

Nur Setiawan mengatakan, hingga satu minggu ke depan perairan selatan Kalimantan ketinggian gelombang masih berbahaya bagi nelayan dan kapal tongkang dan masih berpotensi terjadinya angin kencang.

"Beberapa hari yang lalu waktu di Ujung Pandaran memang gelombangnya terlihat signifikan dan anginnya berhembus cukup kencang," kata Nur Setiawan, Kamis (9/8)  (rm-87/oes/gus)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 11:34

SOPD di Kotim Susun Anggaran dengan Responsif Gender

SAMPIT – Satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di lingkup Pemkab Kotim diharapkan memahami…

Rabu, 14 November 2018 11:28

Program Kampung KB di Kotim Harus Didukung Lintas Sektor

SAMPIT – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

Selasa, 13 November 2018 09:35

INGAT!!!! Capaian Proyek di RSUD Harus Dilaporkan

SAMPIT— Proyek pembangunan fasilitas publik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit,…

Selasa, 13 November 2018 09:21

Mekanisme Penagihan Pajak Terus Dibenahi

SAMPIT - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim bakal membenahi sistem penagihan pajak.…

Selasa, 13 November 2018 09:18

PATBM Cegah Kekerasan Terhadap Anak

SAMPIT— Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

Selasa, 13 November 2018 09:12

Sejumlah Pasar di Kotim Bakal Dibenahi

SAMPIT – Penguatan pembangunan bisa dilakukan lewat sektor niaga. Menurut Kepala Dinas Perdagangan…

Selasa, 13 November 2018 09:03

Potensi Wisata Harus Dijadikan Sebagai Identitas Kotim

SAMPIT— Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk membenahi potensi pariwisata…

Jumat, 09 November 2018 10:03

Harusnya UMKM Hadir di Setiap Acara

SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meminta kepada semua instansi agar setiap…

Jumat, 09 November 2018 09:58

ASN Diminta Jaga Kesehatan, Biar....

SAMPIT— Bekerja sebagai abdi negara, Bupati Kotim Supian Hadi meminta kepada Apatur Sipil Negara…

Kamis, 08 November 2018 16:11

Kotim Bakal Bangun Koperasi Multifungsi

SAMPIT - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Kotawaringin Timur berencana membangun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .