MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39
Karhutla Berhasil Dipadamkan dengan Helikopter
KARHUTLA: Helikopter Water Bombing memadamkan api di lahan gambut di Mendawai Seberang.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di lahan gambut di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (13/8). Titiknya, pada koordinat S 02.66900°, E 111.55012°.

Dansatgas Karhutla Kobar, Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman menuturkan, pemadaman dilakukan oleh Tim Satgas Karhutla Kobar, baik dari BPBD Kobar, Kodim 1014/PBN, Polres Kobar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, serta melalui udara dengan menggunakan helikopter water bombing.

“Kemarin sudah dipadamkan menggunakan bantuan heli juga. Tetapi setelah itu kita arahkan ke Sukamara, karena di sana butuh penanganan cepat, di lahan padang savana,” ujar Roni, yang juga menjabat Dandim 1014 Pangkalan Bun, Selasa (14/8).

Dia menuturkan, kondisi lahan gambut di Mendawai Seberang, yang terbakar seluas 5 hektare. Kawasan tersebut merupakan lahan tidur. Beruntung berhasil dipadamkan pada hari itu juga.

Namun, karena cuaca pada Selasa (14/8) masih panas, dan kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, akhirnya Tim Satgas Karhutla kembali diturunkan untuk memastikan api telah padam.

“Karena, walau sudah padam pun, kita harus benar-benar memastikan itu padam. Cuaca panas seperti ini bisa membuat api muncul kembali ke permukaan. Jadi jangan sampai lengah,” tukasnya.

Lebih lanjut Roni menungkapkan, lokasi karhutla dari poros jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam) sekitar 300 meter masuk ke dalam. Kondisi jalan ke lokasi yang merupakan gambut, menyulitkan kendaraan oprasional yang membawa sarana dan prasarana pemadaman untuk masuk ke dalam.

“Hari ini (kemarin) di Kobar tidak ada lagi hotspot. Hanya yang sisa kemarin saja. Karena volume api 75 persen, sehingga tidak terdeteksi satelit,” pungkasnya. (jok/gza)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 09:38

Infrastruktur Dominasi Hasil Reses Dapil I

KASONGAN - Berdasarkan hasil serap aspirasi yang dilakukan anggota DPRD…

Kamis, 17 Januari 2019 09:17

Asyikkkkk..!!!! Murid Baru Dapat Seragam Gratis

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat tingkatkan pemberian seragam…

Kamis, 17 Januari 2019 09:14

Ratusan Pejabat Eselon III dan IV Bergeser

PANGKALAN BUN- Ratusan pejabat eselon III dan IV Pemerintahan Kabupaten…

Kamis, 17 Januari 2019 08:44

Wah Seru..!! Polres Lamandau Gelar Millenial Road Safety Festival

NANGA BULIK- Dalam rangka mendukung program " Tahun Keselamatan dan…

Rabu, 16 Januari 2019 14:46

ASTAGA!!!! Jalan Licin, Truk Terguling

  KUALA KAPUAS – Akibat hujan yang mengguyur sebagian wilayah…

Rabu, 16 Januari 2019 13:35

Jalan Konsorsium segera Diserahkan kepada Pemkab Kobar

PANGKALAN BUN – Aset jalan yang dibangun oleh konsorsium perusahaan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:34

Tahun Ini Kobar akan Bangun Lima Jembatan

PANGKALAN BUN - Tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten (Kobar) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:55

Pelayanan yang Patut Dicontoh!!! PDAM di Daerah Ini Siap Antar Air Gratis

PANGKALAN BUN – Keluhan gangguan aliran air di sejumlah pelanggan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:48

Wow Luar Biasa !!! 12 Tahun Pangkalan Bun Raih Adipura Tanpa Terputus

PANGKALAN BUN- Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat mendapatkan Piala…

Senin, 14 Januari 2019 17:01

Usaha Tangki dan Dump Lesu, Ini Sebabnya..

PANGKALAN BANTENG – Kenaikan harga bahan baku besi untuk kebutuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*