MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 13 September 2018 18:07
Mahasiswa Kobar Tuntut Pemerintah Stabilkan Rupiah

KAMMI Kobar Gelar Aksi Damai di Halaman DPRD

AKSI DAMAI : KAMMI Kobar menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar. Mereka menyuarakan keprihatinan atas pelemahan nilai mata uang rupiah. Peserta aksi menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai mata uang rupiah.(KESBANGPOL/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kabupaten Kobar lakukan aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar, Rabu (12/8). Aksi damai ini sebagai reaksi keprihatinan mereka dengan pelemahan nilai mata uang rupiah. 

Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “ SAVE RUPIAH, RUPIAH TURUN SPP NAIK”. Pamflet bertuliskan “ SAVE RUPIAH” dan “ UANG JAJAN TURUN RUPIAH MELEMAH”. Sebelum sampai di gedung DPRD, para peserta aksi melakukan long march dari titik kumpul di Bundaran Pancasila.

Polres Kobar dan satuan pengamanan DPRD Kobar mengawal aksi damai tersebut. Selain orasi mendesak pemerintah menstabilkan nilai mata uang, perwakilan mahasiswa juga membacakan puisi keprihatinan mereka atas pelemahan nilai mata uang rupiah.

Koordinator aksi Ari Putra Pamungkas dalam orasinya menyampaikan bahwa pemerintah harus serius menangani masalah rupiah. Pelemahannilai tukar mata uang rupiah saat ini terus terjadi dan cenderung mengkhawatirkan. Bahkan rupiah kini terpuruk dengan nilai tukar cukup tinggi yakni Rp 15 ribu per dollar Amerika.

"Hal ini yang tidak boleh dibiarkan. Rupiah semakin kritis karena nilainya semakin turun," kata Ari dalam orasinya. 

Langkah konkret harus segera dilakukan pemerintah. Bukan terus menyalahkan faktor eksternal yang hanya akan membuat masyarakat kian tertekan dengan kenaikan harga-harga sembako. Ini merupakan dampak dari melemahnya nilai rupiah di Indonesia, karena sebagian besar kebutuhan rakyat dipenuhi melalui jalan impor. 

"Harga sembako naik itu penyebabnya kebutuhan pokok kita sebagian besar di impor oleh pemerintah. Kalau nilai rupiah melemah, masyarakat juga merasakan dampaknya. Kami mendesak kepada pemerintah agar lebih serius menyelamatkan rupiah dari keterpurukan," ujarnya. 

Ari juga mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan wujud kecintaan mahasiswa pada Indonesia. Itu dilakukan sebagai cara untuk mengingatkan pemerintah pusat. Melalui DPRD Kobar, para mahasiswa berharap aspirasi mereka bisa tersampaikan ke pemerintah pusat.

"Jika pelemahan rupiah terus terjadi, yang ada harga sembako bakal terus naik. Karena kebutuhan bahan pokok kita bergantung dari impor. Kami harap suara mahasiswa ini juga bisa di sampaikan pemerintah pusat melalui DPRD Kobar," harapnya. 

Satu jam menggelar aksi, perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk  ke ruang Sekretaris Dewan untuk berdialog dengan Ketua DPRD Kobar Triyanto dan Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

"Pemkab Kobar menyambut baik terkait penyampaian aspirasi mahasiswa terkait melemahnya nilai rupiah. Ini sangat bagus, artinya mereka juga mempunyai kepedulian terhadap masalah ini. Jika tidak ditangani secara serius imbasnya tentu akan sampai ke tingkat daerah termasuk Kobar, " kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah. 

Meski daya beli masyarakat Kobar masih terbilang stabil, namun bila pelemahan rupiah terus terjadi maka imbasnya akan semakin besar dan akan ikut dirasakan masyarakat di daerah

"Kenapa saya bilang begitu, karena daya beli masyarakat masih stabil. Tapi hal ini juga menjadi catatan bagi kami untuk kedepannya," jelasnya. 

Ketua DPRD Kobar Triyanto menyampaikan bahwa aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa ini baik dan ini ditujukan kepada pemerintah pusat melalui DPRD Kobar. Penurunan nilai mata uang rupiah memang menjadi salah satu poin penting yang harus terus dijaga.

"Kami menerima aspirasi tersebut, kita akan sampaikan kepada para wakil rakyat yang duduk di DPR RI. Secara umum kami sangat setuju dengan mahasiswa, jangan ada pelemahan nilai rupiah. Karena dampaknya sangat luas, bisa membuat masyarakat kecil sengsara dan meningkatkan kemiskinan," pungkasnya. (rin/sla)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:16

Kobar Juarai Lomba Desa dan Kelurahan

PANGKALAN LADA – Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada dapat guyuran program pembangunan…

Kamis, 15 November 2018 08:58

Pemkab Kobar Launching BPNT

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melaunching program Bantuan Pangan Non Tunai…

Kamis, 15 November 2018 08:19

MANTAP!!! Penegak Bantara Dikukuhkan

KOTAWARINGIN LAMA – Pramuka Gugus Depan (Gudep) 03.001-03.002 Kiai Gede dan Ratu Ayu yang…

Rabu, 14 November 2018 11:42

Bupati Minta Semua Desa Ikut TP4D

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah meminta agar semua desa mengikuti…

Rabu, 14 November 2018 10:59

Pimpinan Bank Kalteng Capem Kolam Berganti

KOTAWARINGIN LAMA – Pemimpin PT Bank Kalteng Cabang Pembantu (Capem) Kotawaringin Lama (Kolam)…

Selasa, 13 November 2018 10:08

MANTAP!!! Disperindag Bina IKM Limbah Kayu

PANGKALAN LADA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop UKM)…

Selasa, 13 November 2018 10:03

Lebarkan Jalan untuk Pengembangan Kota

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat rencanakan pelebaran jalan dalam Kota Pangkalan…

Selasa, 13 November 2018 08:58

PT BGA Region III Beri Reward Desa Bebas Api

PANGKALAN BUN - PT. Bumitama Gunajaya Abadi (BGB) Region III berikan apresiasi kepada 3 (tiga) desa…

Sabtu, 10 November 2018 16:09

Sembilan Napi Pangkalan Bun Direlokasi ke Lapas Sukamara

PANGKALAN BUN - Sembilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Klas IIB Pangkalan Bun direlokasi ke Lapas…

Sabtu, 10 November 2018 16:06

Puluhan Taruna Digembleng Ilmu Pelayaran

KUMAI - Sebanyak 50 taruna dari SMKN 3 Kumai mengikuti diklat pemberdayaan masyarakat keterampilan dasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .