MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 13 September 2018 18:07
Mahasiswa Kobar Tuntut Pemerintah Stabilkan Rupiah

KAMMI Kobar Gelar Aksi Damai di Halaman DPRD

AKSI DAMAI : KAMMI Kobar menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar. Mereka menyuarakan keprihatinan atas pelemahan nilai mata uang rupiah. Peserta aksi menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai mata uang rupiah.(KESBANGPOL/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kabupaten Kobar lakukan aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar, Rabu (12/8). Aksi damai ini sebagai reaksi keprihatinan mereka dengan pelemahan nilai mata uang rupiah. 

Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “ SAVE RUPIAH, RUPIAH TURUN SPP NAIK”. Pamflet bertuliskan “ SAVE RUPIAH” dan “ UANG JAJAN TURUN RUPIAH MELEMAH”. Sebelum sampai di gedung DPRD, para peserta aksi melakukan long march dari titik kumpul di Bundaran Pancasila.

Polres Kobar dan satuan pengamanan DPRD Kobar mengawal aksi damai tersebut. Selain orasi mendesak pemerintah menstabilkan nilai mata uang, perwakilan mahasiswa juga membacakan puisi keprihatinan mereka atas pelemahan nilai mata uang rupiah.

Koordinator aksi Ari Putra Pamungkas dalam orasinya menyampaikan bahwa pemerintah harus serius menangani masalah rupiah. Pelemahannilai tukar mata uang rupiah saat ini terus terjadi dan cenderung mengkhawatirkan. Bahkan rupiah kini terpuruk dengan nilai tukar cukup tinggi yakni Rp 15 ribu per dollar Amerika.

"Hal ini yang tidak boleh dibiarkan. Rupiah semakin kritis karena nilainya semakin turun," kata Ari dalam orasinya. 

Langkah konkret harus segera dilakukan pemerintah. Bukan terus menyalahkan faktor eksternal yang hanya akan membuat masyarakat kian tertekan dengan kenaikan harga-harga sembako. Ini merupakan dampak dari melemahnya nilai rupiah di Indonesia, karena sebagian besar kebutuhan rakyat dipenuhi melalui jalan impor. 

"Harga sembako naik itu penyebabnya kebutuhan pokok kita sebagian besar di impor oleh pemerintah. Kalau nilai rupiah melemah, masyarakat juga merasakan dampaknya. Kami mendesak kepada pemerintah agar lebih serius menyelamatkan rupiah dari keterpurukan," ujarnya. 

Ari juga mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan wujud kecintaan mahasiswa pada Indonesia. Itu dilakukan sebagai cara untuk mengingatkan pemerintah pusat. Melalui DPRD Kobar, para mahasiswa berharap aspirasi mereka bisa tersampaikan ke pemerintah pusat.

"Jika pelemahan rupiah terus terjadi, yang ada harga sembako bakal terus naik. Karena kebutuhan bahan pokok kita bergantung dari impor. Kami harap suara mahasiswa ini juga bisa di sampaikan pemerintah pusat melalui DPRD Kobar," harapnya. 

Satu jam menggelar aksi, perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk  ke ruang Sekretaris Dewan untuk berdialog dengan Ketua DPRD Kobar Triyanto dan Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

"Pemkab Kobar menyambut baik terkait penyampaian aspirasi mahasiswa terkait melemahnya nilai rupiah. Ini sangat bagus, artinya mereka juga mempunyai kepedulian terhadap masalah ini. Jika tidak ditangani secara serius imbasnya tentu akan sampai ke tingkat daerah termasuk Kobar, " kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah. 

Meski daya beli masyarakat Kobar masih terbilang stabil, namun bila pelemahan rupiah terus terjadi maka imbasnya akan semakin besar dan akan ikut dirasakan masyarakat di daerah

"Kenapa saya bilang begitu, karena daya beli masyarakat masih stabil. Tapi hal ini juga menjadi catatan bagi kami untuk kedepannya," jelasnya. 

Ketua DPRD Kobar Triyanto menyampaikan bahwa aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa ini baik dan ini ditujukan kepada pemerintah pusat melalui DPRD Kobar. Penurunan nilai mata uang rupiah memang menjadi salah satu poin penting yang harus terus dijaga.

"Kami menerima aspirasi tersebut, kita akan sampaikan kepada para wakil rakyat yang duduk di DPR RI. Secara umum kami sangat setuju dengan mahasiswa, jangan ada pelemahan nilai rupiah. Karena dampaknya sangat luas, bisa membuat masyarakat kecil sengsara dan meningkatkan kemiskinan," pungkasnya. (rin/sla)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 16:57

Pengamanan Rekapitulasi Suara Diperketat

PANGKALAN BUN - Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait…

Sabtu, 20 April 2019 16:52

Bupati Kobar Ingin Ternak Ayam Petelur Optimal

PANGKALAN BUN – Kebutuhan telur ayam di Kabupaten Kobar terus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

PPK Banteng, Gilir Rekap Suara Pemilu

PANGKALAN BANTENG – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Banteng mulai…

Jumat, 19 April 2019 17:44

Ribuan Kotak Suara Bergeser ke PPK

PANGKALAN BUN – Konsentrasi pengamanan kotak suara hasil pemilu di…

Jumat, 19 April 2019 17:41

RSSI Siagakan Tim Ahli Jiwa

PANGKALAN BUN – Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun…

Kamis, 18 April 2019 16:57

Surat Suara Kotim Nyasar ke Kobar, Kok Bisa???

PANGKALAN BUN - Surat suara DPRD Kotawaringin Timur nyasar ke…

Kamis, 18 April 2019 16:54

KPU Musnahkan Ribuan Surat Suara

PANGKALAN BUN – Komisi Pemilihan Umum (KPu) Kotawaringin Barat musnahkan…

Kamis, 18 April 2019 16:28

Duhhhh...!!!! Pemilu di Lamandau Menegangkan

NANGA BULIK – Pelaksanaan Pemilu 2019 di salah satu TPS…

Kamis, 18 April 2019 11:47

Bupati Bantu Korban Sambaran Petir

PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah kunjungi…

Kamis, 18 April 2019 11:45

Partisipasi Pemilih di Kobar Diyakini Meningkat

PANGKALAN BUN - Sebagai pemimpin daerah Bupati Kobar Hj Nurhidayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*