MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Kamis, 13 September 2018 18:07
Mahasiswa Kobar Tuntut Pemerintah Stabilkan Rupiah

KAMMI Kobar Gelar Aksi Damai di Halaman DPRD

AKSI DAMAI : KAMMI Kobar menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar. Mereka menyuarakan keprihatinan atas pelemahan nilai mata uang rupiah. Peserta aksi menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai mata uang rupiah.(KESBANGPOL/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kabupaten Kobar lakukan aksi damai di halaman gedung DPRD Kobar, Rabu (12/8). Aksi damai ini sebagai reaksi keprihatinan mereka dengan pelemahan nilai mata uang rupiah. 

Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “ SAVE RUPIAH, RUPIAH TURUN SPP NAIK”. Pamflet bertuliskan “ SAVE RUPIAH” dan “ UANG JAJAN TURUN RUPIAH MELEMAH”. Sebelum sampai di gedung DPRD, para peserta aksi melakukan long march dari titik kumpul di Bundaran Pancasila.

Polres Kobar dan satuan pengamanan DPRD Kobar mengawal aksi damai tersebut. Selain orasi mendesak pemerintah menstabilkan nilai mata uang, perwakilan mahasiswa juga membacakan puisi keprihatinan mereka atas pelemahan nilai mata uang rupiah.

Koordinator aksi Ari Putra Pamungkas dalam orasinya menyampaikan bahwa pemerintah harus serius menangani masalah rupiah. Pelemahannilai tukar mata uang rupiah saat ini terus terjadi dan cenderung mengkhawatirkan. Bahkan rupiah kini terpuruk dengan nilai tukar cukup tinggi yakni Rp 15 ribu per dollar Amerika.

"Hal ini yang tidak boleh dibiarkan. Rupiah semakin kritis karena nilainya semakin turun," kata Ari dalam orasinya. 

Langkah konkret harus segera dilakukan pemerintah. Bukan terus menyalahkan faktor eksternal yang hanya akan membuat masyarakat kian tertekan dengan kenaikan harga-harga sembako. Ini merupakan dampak dari melemahnya nilai rupiah di Indonesia, karena sebagian besar kebutuhan rakyat dipenuhi melalui jalan impor. 

"Harga sembako naik itu penyebabnya kebutuhan pokok kita sebagian besar di impor oleh pemerintah. Kalau nilai rupiah melemah, masyarakat juga merasakan dampaknya. Kami mendesak kepada pemerintah agar lebih serius menyelamatkan rupiah dari keterpurukan," ujarnya. 

Ari juga mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan wujud kecintaan mahasiswa pada Indonesia. Itu dilakukan sebagai cara untuk mengingatkan pemerintah pusat. Melalui DPRD Kobar, para mahasiswa berharap aspirasi mereka bisa tersampaikan ke pemerintah pusat.

"Jika pelemahan rupiah terus terjadi, yang ada harga sembako bakal terus naik. Karena kebutuhan bahan pokok kita bergantung dari impor. Kami harap suara mahasiswa ini juga bisa di sampaikan pemerintah pusat melalui DPRD Kobar," harapnya. 

Satu jam menggelar aksi, perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk  ke ruang Sekretaris Dewan untuk berdialog dengan Ketua DPRD Kobar Triyanto dan Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

"Pemkab Kobar menyambut baik terkait penyampaian aspirasi mahasiswa terkait melemahnya nilai rupiah. Ini sangat bagus, artinya mereka juga mempunyai kepedulian terhadap masalah ini. Jika tidak ditangani secara serius imbasnya tentu akan sampai ke tingkat daerah termasuk Kobar, " kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah. 

Meski daya beli masyarakat Kobar masih terbilang stabil, namun bila pelemahan rupiah terus terjadi maka imbasnya akan semakin besar dan akan ikut dirasakan masyarakat di daerah

"Kenapa saya bilang begitu, karena daya beli masyarakat masih stabil. Tapi hal ini juga menjadi catatan bagi kami untuk kedepannya," jelasnya. 

Ketua DPRD Kobar Triyanto menyampaikan bahwa aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa ini baik dan ini ditujukan kepada pemerintah pusat melalui DPRD Kobar. Penurunan nilai mata uang rupiah memang menjadi salah satu poin penting yang harus terus dijaga.

"Kami menerima aspirasi tersebut, kita akan sampaikan kepada para wakil rakyat yang duduk di DPR RI. Secara umum kami sangat setuju dengan mahasiswa, jangan ada pelemahan nilai rupiah. Karena dampaknya sangat luas, bisa membuat masyarakat kecil sengsara dan meningkatkan kemiskinan," pungkasnya. (rin/sla)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 16:47

Abrasi Pantai Kikis Jalan Pesisir

PANGKALAN BUN- Abrasi pantai di Desa Sebuai dan Desa Keraya, Kecamatan Kumai makin bertambah parah.…

Jumat, 21 September 2018 15:24

Tumpang Sari Karet Semangka Dinilai Cukup Berhasil

PANGKALAN BANTENG – Pendampingan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten…

Jumat, 21 September 2018 11:25

Sengketa Tanag di Karang Mulya,Fraksi Golkar Minta Pemkab Turun Tangan

PANGKALAN BUN - Persoalan sengketa tanah di Desa Karang Mulya terus bergulir. Masyarakat yang merasa…

Kamis, 20 September 2018 13:28

Kemarau kok Hujan??? Ini Penjelasannya

PANGKALAN BUN - Fenomena hujan di musim kemarau yang terjadi mulai Selasa (18/9) sekitar pukul 20.00…

Rabu, 19 September 2018 18:05

Kobar Berpeluang Gelar CAT Mandiri

PANGKALAN BUN – Hari ini pemerintah akan mengumumkan formasi jabatan yang dibuka untuk penerimaan…

Rabu, 19 September 2018 18:00

Begini Cara PDAM Tirta Arut Beri Layanan Ekstra

PANGKALAN BUN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Arut Pangkalan Bun memberikan pelayanan…

Rabu, 19 September 2018 17:53

TELEDOR!!! Bupati Tegur Kepala SOPD, Pecatan Honorer Berharap Kembali Bekerja

SAMPIT – Pemecatan terhadap 55 tenaga kontrak di lingkup Pemkab Kotim merupakan buah dari keteledoran…

Rabu, 19 September 2018 14:42

Ini Cara Daftar CPNS Secara Online

PANGKALAN BUN- Hari ini pemerintah akan mengumumkan formasi jabatan yang dibuka untuk penerimaan 238.015…

Selasa, 18 September 2018 17:07

Warga dan Pemdes Berebut Tanah, Kok Bisa???

PANGKALAN BUN – Puluhan Warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng geram, lahan pertanian…

Senin, 17 September 2018 16:26

Teknologi Terkini Bayi Tabung, Epilepsi dan Parkinson di RS Telogorejo

PANGKALAN BUN - Semarang Medical Center (SMC) Rumah Sakit Telogorejo meningkatkan standart pelayanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .