MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 14 September 2018 08:16
Ratusan Badan Usaha Belum Patuh, Ini Penyebabnya

Mendaftarkan Karyawan dan Membayar Iuran BPJS Kesehatan

MOBILE JKN: Perwakilan badan usaha di Kotawaringin Timur berfoto bersama sembari memperlihatkan aplikasi mobile JKN di smartphone mereka.(USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT- Ratusan perusahaan di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Kantor Cabang Sampit belum patuh dalam mendaftarkan maupun membayar iuran tenaga kerjanya. Fakta ini diungkap dalam sosialisasi pengumpulan data primer dan edukasi kepatuhan badan usaha di Kotawaringin Timur, Kamis (13/9).

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sampit Adrielona mengatakan hingga Agustus 2018 masih ada 200 badan usaha yang belum membayar tepat waktu dan tepat jumlah. Bahkan masih ada juga badan usaha yang belum mendaftarkan pekerjanya untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) , yakni sekitar 150 badan usaha.

 ”Itu terdiri dari badan usaha kecil hingga besar. Kalau di Kotim persentasinya masih sekitar 10 persen,” ungkap Adrielona kepada Radar Sampit, usai acara di Aquarius Boutique Hotel Sampit.

Sebab itu, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sampit berupaya menyinergikan badan usaha dengan beberapa instansi terkait. Sehingga nantinya badan usaha dapat berkomitmen patuh dalam mendaftarkan maupun membayar iuran pekerjanya.

 ”Karena ini nanti ujungnya apa yang mereka bayar akan kembali lagi kepada fasilitas kesehatan yang dapatkan. Ini semata agar jangan sampai ada karyawan badan usaha jadi susah apabila ada masalah terkait kesehatan, karena tidak terdaftar atau  menunggak,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, pihak BPJS Kesehatan mendatangkan pemateri dari Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotawaringin Timur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur, dan Pengawas Ketenagakerjaan Kalimantan Tengah.  Pihak-pihak itulah yang mengawasi dan memeriksa badan usaha atau perusahaan yang tidak patuh.

Bila masih ada badan usaha yang tidak patuh akan ditindaklanjuti oleh Kejaksaan. Untuk kemudian dimediasi. Bila tetap tidak patuh juga maka akan diberi peringatan  bertahap hingga sanksi terberat yakni pencabutan izin usaha oleh  DPMPTSP.

 ”Sebenarnya kami tidak ingin itu sampai terjadi, karena keberadaan investor itu sangat membantu membangun daerah. Tapi sesuai Undang Undang, bila ada perusahaan nakal tidak memenuhi BPJS Kesehatan maka terpaksa kami hentikan layanan publik bahkan sampai pencabutan izin usahanya,” tegas Kepala DPMPTSP Kotim Johny Tangkere, dalam paparan di acara yang sama.

Dalam sosialisasi itu, sebagian perwakilan badan usaha juga berkesempatan menyampaikan alasannya mengapa selama ini belum bisa sepenuhnya patuh dalam menerapkan BPJS Kesehatan. Di antaranya kondisi keuangan perusahaan yang tidak stabil hingga masalah NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang kini masih jadi momok ketika akan mendaftarkan pekerjanya BPJS Kesehatan. 

Sejumlah badan usaha juga masih mengeluhkan belum optimalnya pelayanan kesehatan di daerah itu. Sehingga menurut mereka belum sebanding dengan iuran yang mereka bayar selama ini.

”Mereka juga menginginkan agar di Kotim ada tambahan rumah sakit, ini yang menjadi aspirasi bagi mereka, agar pelayanan di bidang kesehatan semakin baik,” pungkas Adrielona di akhir wawancara.( adv/oes)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 15:31

Cair!!! Cair!!! Cair!!! Jas Hujan Laris Manis

SAMPIT – Hujan yang mengguyur Sampit beberapa hari terakhir menjadi pertanda baik bagi para pedagang…

Kamis, 15 November 2018 16:56

ADUHHH GAWAT!!! Jebol Plafon, Dua Penjahat Kabur dari Lapas Sampit

SAMPIT – Dua tahanan Polres Kotawaringin Timur berhasil kabur dengan cara menjebol plafon, Rabu…

Kamis, 15 November 2018 14:50

Perkosa Anak Tiri 20 Kali, Pelaku Ngaku Mandul

SAMPIT – Predator seksual dari lingkungan keluarga membuat seorang remaja berusia 14 tahun di…

Kamis, 15 November 2018 08:38

Belajar Penanganan Konflik, FKDM Kandangan Bertandang ke Kotim

SAMPIT— Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan, Kalimantan…

Kamis, 15 November 2018 08:25

CATAT!!!! Mahasiswa Sering Titip Absen Jarang Jadi Orang Sukses

SAMPIT- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit mendatangkan Aryan Haris, motivator nasional, Rabu…

Rabu, 14 November 2018 16:31

Kini, Satlinmas di Bawah Satpol PP

SAMPIT - Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang sebelumnya berada dalam pembinaan Kesbangpolinmas,…

Rabu, 14 November 2018 16:29

Duhhhh!!! RSUD dr Murjani Sampit Masih Rawan Kebanjiran

SAMPIT – Banjir dadakan yang juga terjadi di RSUD dr Murjani Sampit bisa membahayakan keselamatan…

Rabu, 14 November 2018 16:21

DASAR SETAN!!!! Kawan Pingsan Malah Diperkosa

SAMPIT – Penjahat seksual masih menjadi ancaman kaum hawa. RF, seorang wanita di Kecamatan Antang…

Rabu, 14 November 2018 12:19

Tunjangan Pegawai Macet, Ini Penjelasan Pihak RSUD dr Murjani

SAMPIT – Para pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mengeluhkan tunjangan…

Rabu, 14 November 2018 11:50

Normalisasi Sungai Jangan Sampai Gagal

SAMPIT - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur Hero Harapano mengharapkan proyek normalisasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .