MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 14 September 2018 17:52
PETANI BINGUNG!! Hasil Panen Sawit Tak Laku
BINGUNG ; Petani sawit di Kotawaringin Lama kebingungan menjual hasil panen kebunnya. Sejumlah tengkulak menolak hasil panen mereka yang dianggap terlalu lama dikumpulkan (restan) dan tidaks egera disetor ke PKS.(GUSTI HAMDAN/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, KOTAWARINGIN LAMA – Nasib petani kelapa sawit di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) makin tidak menentu. Setelah harga terjun bebas dari Rp 1400 ke Rp 700 perkilogram, kini hasil produksi kebun petani tidak ada yang membeli.

 Seprti dialami Ukui, dia kebingungan harus kemana menjual dua ton hasil panen kebun sawitnya. Pengepul yang biasa membeli buah sawitnya sudah tidak menerima atau membeli hasil panen para petani langgangannya.

Warga RT 02 Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kolam ini sebenarnya sudah berusaha menjual ke pengepul lainnya. Tapi hasilnya sama, mereka semua menolak dengan alasan untuk sementara pabrik kelapa sawit (PKS) milik salah satu PBS yang beroperasi di Kecamatan Kolam tidak menerima buah sawit restan atau buah kelapa sawit yang sudah dipanen tapi tidak segera diangkut ke pabrik.

“Semuanya tidak mau mengambil hasil panen kebun saya. Katanya hasil panen saya ini termasuk kategori buah restan, padahal baru saya panen hari Sabtu dan Selasa lalu. Dan hari Rabu saya baru laporkan ke pengepul, boleh diperiksa ditangkai tandannya masih segar,” kata Ukui, Kamis (13/9).

Menurutnya kejadian ini sangat memberatkan petani. Pasalnya selama dua tahun terakhir tidak pernah ada penolakan seperti itu meski sawit yang dijual merupakan hasil panen sepekan yang lalu. Pemilik kebun sawit dengan luas dua hektar ini bingung bagaimana cara menjual hasil kebunnya karena tidak mungkin langsung menjual sendiri ke PKS.

“Saya berharap ada solusinya dan pihak pemerintah harus membantu para petani yang menggantungkan hidup dari hasil kebunnya,” harapnya.

Eman, salah satu pengepul buah sawit di Kolam membenarkan kabar penolakan tersebut. Menurutnya itu terjadi lantaran adanya pembatasan pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh pihak PKS. Tapi pembatasan yang dilakukan ini hanya untuk buah sawit yang sudah lama dipanen atau sudah dikategorikan busuk.

“Pihak PKS tetap membeli buah sawit tidak ada penolakan, tetapi yang diambil adalah buah sawit yang segar atau yang baru selesai di panen paling lama tiga hari, karena menurut penjelasan dari pihak PKS apabila buah restan tetap diolah maka kualitas hasil produksi CPOnya tidak baik,” katanya.

Eman juga menjelaskan bahwa beberapa waktu terakhir ini memang ada sejumlah TBS dari pengepul yang ditolak pihak PKS, tetapi yang ditolak itu memang kondisi buahnya sudah mulai membusuk. Sehingga tidak bisa serta merta menyalahkan pihak PKS.

“Tetapi kita juga tidak menyalahkan para petani, karena biasanya petani setelah panen langsung ada yang minta ditimbang. Untuk itu tinggal ditahapan pengepul saja yang harus menyikapi adanya pengetatan kualitas hasil panen yang dibawa ke PKS,” jelasnya.

Eman juga mengakui bahwa saat ini pihaknya untuk sementara waktu tidak melakukan pembelian TBS. Itu terjadi karena anaknya yang biasa membantu menimbang dan bongkar muat TBS mengalami cendera pada tangannya saat aktivitas pengangkutan hasil panen petani sawit.(gst/sla)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 16:47

Abrasi Pantai Kikis Jalan Pesisir

PANGKALAN BUN- Abrasi pantai di Desa Sebuai dan Desa Keraya, Kecamatan Kumai makin bertambah parah.…

Jumat, 21 September 2018 15:24

Tumpang Sari Karet Semangka Dinilai Cukup Berhasil

PANGKALAN BANTENG – Pendampingan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten…

Jumat, 21 September 2018 11:29

Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe Tertekan

PANGKALAN BANTENG - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat resah perajin tahu dan tempe…

Jumat, 21 September 2018 11:25

Sengketa Tanag di Karang Mulya,Fraksi Golkar Minta Pemkab Turun Tangan

PANGKALAN BUN - Persoalan sengketa tanah di Desa Karang Mulya terus bergulir. Masyarakat yang merasa…

Kamis, 20 September 2018 13:28

Kemarau kok Hujan??? Ini Penjelasannya

PANGKALAN BUN - Fenomena hujan di musim kemarau yang terjadi mulai Selasa (18/9) sekitar pukul 20.00…

Rabu, 19 September 2018 18:05

Kobar Berpeluang Gelar CAT Mandiri

PANGKALAN BUN – Hari ini pemerintah akan mengumumkan formasi jabatan yang dibuka untuk penerimaan…

Rabu, 19 September 2018 18:00

Begini Cara PDAM Tirta Arut Beri Layanan Ekstra

PANGKALAN BUN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Arut Pangkalan Bun memberikan pelayanan…

Rabu, 19 September 2018 17:53

TELEDOR!!! Bupati Tegur Kepala SOPD, Pecatan Honorer Berharap Kembali Bekerja

SAMPIT – Pemecatan terhadap 55 tenaga kontrak di lingkup Pemkab Kotim merupakan buah dari keteledoran…

Rabu, 19 September 2018 14:42

Ini Cara Daftar CPNS Secara Online

PANGKALAN BUN- Hari ini pemerintah akan mengumumkan formasi jabatan yang dibuka untuk penerimaan 238.015…

Selasa, 18 September 2018 17:07

Warga dan Pemdes Berebut Tanah, Kok Bisa???

PANGKALAN BUN – Puluhan Warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng geram, lahan pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .