MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 04 Oktober 2018 09:42
INGAT!!!! Sapi Betina Produktif Dilarang Disembelih
PAPARAN: Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotim, I Made Dikantara ketika mensosialisasikan pelarangan pemotongan sapi betina produktif, Rabu (3/10) kemarin.(TAMAMU RONY/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT - Jumlah populasi ternak ruminansia (kelompok hewan mamalia yang bisa memamah dua kali) sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bibit ternak yang dihasilkan oleh induk betina produktif. Oleh sebab itu, sapi betina yang masih produktif  tidak boleh disembelih.

Pemotongan terhadap ternak ruminansia produktif akan menyebabkan turunnya indukan atau bibit ternak. Hal itu selanjutnya akan menurunkan populasi ternak ruminansia secara keseluruhan.

”Partisipasi dalam mencegah penurunan populasi ternak ruminansia betina produktif berarti ikut berpartisipasi dalam mencegah penurunan populasi ternak ruminansia di Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kotim, I Made Dikantara, pada Sosialisasi Pelarangan Pemotongan Hewan Produktif, Rabu (3/10) pagi.

Selain sapi, lanjut Made, kerbau betina produktif juga salah satu yang tidak boleh dipotong. Sapi atau kerbau betina yang bebas disembelih adalah yang berumur lebih dari 8 tahun dan sudah beranak lebih dari 5 kali.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan pada Distanak Provinsi Kalteng, Drh Nina Ariani mengatakan, pemotongan sapi dan kerbau betina produktif juga bisa dilakukan jika telah dinyatakan sudah tak produktif lagi oleh dokter hewan, dan asisten kontrol teknik reproduksi.

”Selain itu, yang boleh dipotong adalah sapi atau kerbau yang telah mengalami kecelakaan berat dan cacat tubuh sehingga dapat merugikan keselamatan manusia (liar),” tandasnya.

Nina menambahkan, negara telah mengatur pelanggan pemotongan ternak betina produktif melalui Undang-Undang nomor 18 tahun 2009, juncto Undang-Undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Bagi siapa yang melanggar aturan tersebut, lanjut dia, akan dikenakan sanksi kurungan penjara maksimal 3 tahun, dan denda paling banyak Rp 300 juta. (ron/gus)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 16:33

Kotim Targetkan Sejuta Benih Ikan

SAMPIT – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan…

Kamis, 17 Januari 2019 15:28

Ohhhh Elpiji..Meski Keliling, Belum Tentu Dapat

SAMPIT – Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) masih sulit dicari.…

Kamis, 17 Januari 2019 09:41

Dewan Ingin PBB Masyarakat Miskin Dihapuskan

SAMPIT-Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Rudianur  menyarankan agar pemerintah melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 09:05

Syukurlah!!! Kasus DBD Menurun di Awal Tahun

SAMPIT— Dalam satu bulan terakhir, sejak sejak Desember 2018 hingga…

Kamis, 17 Januari 2019 09:03

Penerapan E-Parking, Pedagang PPM Bakal Diberi Tanda Khusus

SAMPIT- Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) di dalam kawasan Pusat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Adipura Lewati Puluhan Titik Penilaian, Ini Titik-titiknya

SAMPIT –Demi perjuangan meraih Piala Adipura, setidaknya ada 54 titik…

Kamis, 17 Januari 2019 08:41

Laksanakan KKN, 56 Mahasiswa STIE Sampit Siap Terjun Mengabdi ke Masyarakat

SAMPIT-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit kembali melaksanakan Kuliah…

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:12

Wahhh!!! Wahhh!!! Truk Ramai-Ramai Masuk Kota, Bikin Macet

SAMPIT –  Kerusakan jalan lingkar selatan yang semakin parah membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*