MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 16 Oktober 2018 14:43
Mewujudkan Usaha Kebun Sawit melalui Koperasi

Dari 113 Hektare, Kini Tambah Lagi 800 Hektare

BAHAS KOPERASI: Ketua Koperasi Citra Asam Baru Sudiyono dan Sekretaris Rahmadi saat dibincangi Radar Sampit pekan lalu. (HERU/RADAR SAMPIT )

PROKAL.CO, LEBIH dari 100 hektare lahan khas Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, kini telah ditanami sawit. Empat tahun lalu, lahan itu hanyalah hutan gundul yang dibiarkan menganggur. Warga mulai berpikir bagaimana caranya aset desa itu bisa produktif seperti lahan-lahan yang dimiliki perusahaan kelapa sawit.

Arbalin, yang saat itu menjadi Kades Asam Baru, berembuk dengan warganya. Untuk menjadikan lahan produktif, dibutuhkan biaya besar. Pemerintah desa maupun warga tidak sanggup memodalinya. Akhirnya dibentuklah Koperasi Citra Asam Baru dengan anggota 676 orang.

Ketua Koperasi Citra Asam Baru Sudiyono mengatakan, sudah lebih dari 113 hektare lahan yang ditanami. Sebanyak 20 hektare diantaranya sudah mulai panen. Saat ini, Koperasi Citra Asam Baru juga sedang menyiapkan lahan baru seluas 800 hektare.  

”Karena arealnya masih lahan desa kami masuk kawasan hutan, maka perlu ada izin pelepasan kawasan hutan. Saat ini perizinan di kabupaten dan provinsi sudah beres, tinggal menunggu persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Sudiyono.

Sudiyono menjelaskan, koperasi tidak bekerja sendiri dalam pembangunan kebun kelapa sawit ini, tapi bekerjasama dengan perusahaan perkebunan sawit PT Musirawas Citraharpindo. Perusahaan memberikan pembinaan kepada koperasi, baik pembinaan organisasi, administrasi, maupun cara penanaman dan perawatan kelapa sawit.

”Jadi kebun kami dikelola dengan sistem plasma sawit,” kata Sudiyono.

Dengan sistem plasma, maka seluruh pengelolaan ditangani oleh perusahaan, mulai dari pembersihan lahan, menanam, merawat, memupuk, hingga memanen. Meski kebun belum menghasilkan, tetap ada pemasukan bagi warga anggota koperasi yang dipekerjakan. Sebab, butuh tenaga kerja yang cukup banyak untuk menanam dan merawat kebun plasma sawit seluas 113 hektare ini.

”Pekerja yang menggarap plasma ini digaji perusahaan. Jadi, meski kebun belum produksi, sudah ada dampak positif bagi warga sekitar, karena dapat gaji dari perusahaan,” ujar Sudiyono didampingi Sekretaris Koperasi Citra Asam Baru Rahmadi.  

Semua pengeluaran perusahaan untuk kebun plasma tersebut dihitung sebagai utang koperasi. Koperasi membayarnya tidak menggunakan uang tunai, tapi dengan buah kelapa sawit saat panen nanti secara bertahap.  

Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan kebun plasma ini ke depan juga bisa melahirkan usaha-usaha baru. Misalnya, usaha angkutan buah, angkutan karyawan, usaha sembako, dan lain-lain. Yang jelas, akan berdampak positif bagi kesejahteraan anggota koperasi maupun warga sekitar.  

Koperasi Citra Asam Baru juga mengelola angkutan untuk pelajar. Angkutan hanya untuk mengantar anak-anak di Desa Asam Baru menuju ke SMA Negeri 1 Danau Seluluk. ”Anak-anak hanya bayar Rp 50 ribu per bulan per siswa. Uang ini untuk biaya operasional kendaraan,” kata Sudiyono.

Kerjasama antara koperasi dan perusahaan sawit ini pun juga diterapkan desa-desa lainnya. Seperti Koperasi Berkat Hapakat (Desa Paring Raya dan Dusun Manggana), Koperasi Sukajadi (Desa Derangga), Koperasi Karya Maju Bersama (Desa Bakau, Desa Kartika Bakti, Desa Bangun Harja, dan Desa Halimaung Jaya), dan Koperasi Bengkirai Jaya Makmur (Desa Pematang Limau). Koperasi tersebut bekerjasama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit Musirawas Group.

Kepala Bagian Humas Musirawas Group Anwaryono mengatakan, kerjasama antara koperasi dan perusahaan dalam pembangunan kebun plasma ini sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga sekitar secara berkelanjutan. Warga juga ikt merasakan dampak positif keberadaan investor karena dibantu mewujudkan kebun sawit milik para petani. (yit)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 14:56

Penting Nih..!!! Penyaluran BBM Harus Sampai Pelosok

SAMPIT – Kunjungan Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat Republik…

Jumat, 15 Februari 2019 10:12

Pasar Tradisional Masih Sangat Diminati

SAMPIT-- Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten…

Kamis, 14 Februari 2019 17:11

Hamdhani Ajak Masyarakat Beli Bahan Pokok di Bulog

SAMPIT – Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Kamis, 14 Februari 2019 09:03

Pemkab Kotim Terus Pantau Serapan Anggaran

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  semakin menerapkan kerja  keras…

Rabu, 13 Februari 2019 17:15

Pria Misterius Hilang di Sungai Mentaya

SAMPIT – Puluhan warga yang di sekitar Pusat Perbelanjaan Mentaya…

Rabu, 13 Februari 2019 15:42

Tokoh Ini Sebut Pasar PPM Tak Terawat

SAMPIT – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 14:56

Maling Kotak Amal Terekam CCTV Masjid Nurul Iman

SAMPIT – Aksi pencurian uang dalam kotak amal Masjid Nurul…

Rabu, 13 Februari 2019 14:47

Kerusakan Jalan C Mihing, Sudah Dianggarkan, Jangan Tunda Lelang!

SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H…

Rabu, 13 Februari 2019 14:34

Kotak Suara Kekuatannya Patut Diacungi Jempol, Tapi Ada Dua Rusak

SAMPIT – Berbagai persiapan menghadapi Pemilu 2019 mulai dilakukan Komisi…

Rabu, 13 Februari 2019 14:24

Segarnya Nanas Gantang Disulap Jadi Aneka Olahan nan Bikin "Ngilerrr"

SAMPIT - Melimpahnya nanas di Sampit tidak dilewatkan begitu saja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*