MANAGED BY:
RABU
20 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 17 Oktober 2018 15:54
Kopi dan Kakau Jadi Pertanian Alternatif

Pemkab Kobar Rencanakan Pengembangan Komoditas Ekspor Tersebut

PERKEBUNAN: Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat meninjau perkebunan kopi liberika di Desa Kumpai Batu Atas.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Selama ini masyarakat Kotawaringin Barat mengelola komoditas kopi dan kakao secara swadaya. Untuk itu membantu pengembangan pertanian itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar tengah menyiapkan program pengembangan komoditas yang mulai dilirik peminat itu.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, tanah di Kabupaten Kobar cocok untuk ditanami kakau dan kopi. Dan hasilnya masyarakat Kobar sudah cukup berhasil mengembangkan dua jenis komoditas itu secara swadaya.

“Tinggal bagaimana kita memantapkan ini secara teknisnya, kita harus perhitungkan juga jangka panjangnya,” ujar Nurhidayah, Selasa (16/10)

Untuk membantu pengembangan kakao dan kopi ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan pusat penelitian kopi dari Jember. Dan dalam waktu dekat ini mereka akan ke lapangan untuk survei lokasi penanaman kopi yang berada di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara.

“Para petani saat ini diharapkan tidak hanya fokus pada satu komoditas saja. Misalnya petani sawit mulai sekarang harus memikirkan pertanian alternative. Sehingga ketika terjadi gejolak harga sawit seperti sekarang ini, maka masih memilik penghasilan tambahan dari sumber lain,” terangnya.

Menurutnya kenapa kopi dipilih sebagai salah satu pengembangan pertanian alternative, hal itu dikarenakan harga kopi dan kakao di pasaran dunia saat ini masih tergolong stabil.  Itulah yang menjadi landasan Pemkab Kobar untuk mengembangkan dua komoditas yang dianggap baru di Kabupaten Kobar.

“Masyarakat sudah menyiapkan lahan, kita lihat perkembangannya seperti apa, kalau ini menjanjikan dan memang bagus kenapa tidak kita kembangkan lebih besar lagi. Yang lebih memudahkan juga biaya produksinya tidak seperti sawit,” pungkasnya. (jok/sla)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:31

Pemkab Kobar Efektifkan Pengadaan Barang dan Jasa

PANGKALAN BUN - Pemeritah Kabupaten Kotawaringin Barat gelar Bimbingan Teknis…

Rabu, 20 Maret 2019 14:20

Harga Sawit di Kobar Kian Stabil

PANGKALAN BUN - Petani kelapa sawit di Kabupaten Kobar mulai…

Rabu, 20 Maret 2019 14:13

SDS Nirmala Cendekia Menuju Adiwiyata Nasional

NANGA BULIK- Menjadi sekolah dengan predikat sekolah adiwiyata bukan hal…

Selasa, 19 Maret 2019 15:24

Pemprov Siap Bangun Pelabuhan Ekspor

PANGKALAN BUN - Potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan…

Selasa, 19 Maret 2019 09:57

Apel Tiga Pilar Kebangsaan, Satukan Komitmen, Jaga Kamtibmas

SUKAMARA – Apel Tiga Pilar Kebangsaan dalam rangka Pengamanan Pemilu…

Selasa, 19 Maret 2019 09:47

Sapi Berkeliaran di Jalan, Warga Penopa Resah

NANGA BULIK – Warga Desa Penopa Kecamatan Lamandau mengeluhkan banyaknya…

Selasa, 19 Maret 2019 09:31

Bupati Hadiri Pelepasan Ekspor

PANGKALAN BUN - Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengaku bangga atas…

Selasa, 19 Maret 2019 09:29

Inspektorat Gelar Workshop Audit Kinerja

PANGKALAN BUN - Inspektorat Kabupaten Kobar dipercaya untuk menyelenggarakan Workshop…

Selasa, 19 Maret 2019 09:07

Genjot Ekspor Olahan Minyak Sawit

PANGKALAN BUN - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan)…

Senin, 18 Maret 2019 16:43

Gubernur Siapkan Beasiswa Kedokteran, Siapa Minat???

PANGKALAN BUN - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengajak pelajar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*