MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 17 Oktober 2018 15:54
Kopi dan Kakau Jadi Pertanian Alternatif

Pemkab Kobar Rencanakan Pengembangan Komoditas Ekspor Tersebut

PERKEBUNAN: Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat meninjau perkebunan kopi liberika di Desa Kumpai Batu Atas.(JOKO HARDYONO/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Selama ini masyarakat Kotawaringin Barat mengelola komoditas kopi dan kakao secara swadaya. Untuk itu membantu pengembangan pertanian itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar tengah menyiapkan program pengembangan komoditas yang mulai dilirik peminat itu.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, tanah di Kabupaten Kobar cocok untuk ditanami kakau dan kopi. Dan hasilnya masyarakat Kobar sudah cukup berhasil mengembangkan dua jenis komoditas itu secara swadaya.

“Tinggal bagaimana kita memantapkan ini secara teknisnya, kita harus perhitungkan juga jangka panjangnya,” ujar Nurhidayah, Selasa (16/10)

Untuk membantu pengembangan kakao dan kopi ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan pusat penelitian kopi dari Jember. Dan dalam waktu dekat ini mereka akan ke lapangan untuk survei lokasi penanaman kopi yang berada di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara.

“Para petani saat ini diharapkan tidak hanya fokus pada satu komoditas saja. Misalnya petani sawit mulai sekarang harus memikirkan pertanian alternative. Sehingga ketika terjadi gejolak harga sawit seperti sekarang ini, maka masih memilik penghasilan tambahan dari sumber lain,” terangnya.

Menurutnya kenapa kopi dipilih sebagai salah satu pengembangan pertanian alternative, hal itu dikarenakan harga kopi dan kakao di pasaran dunia saat ini masih tergolong stabil.  Itulah yang menjadi landasan Pemkab Kobar untuk mengembangkan dua komoditas yang dianggap baru di Kabupaten Kobar.

“Masyarakat sudah menyiapkan lahan, kita lihat perkembangannya seperti apa, kalau ini menjanjikan dan memang bagus kenapa tidak kita kembangkan lebih besar lagi. Yang lebih memudahkan juga biaya produksinya tidak seperti sawit,” pungkasnya. (jok/sla)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 11:42

Bupati Minta Semua Desa Ikut TP4D

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah meminta…

Rabu, 14 November 2018 10:59

Pimpinan Bank Kalteng Capem Kolam Berganti

KOTAWARINGIN LAMA – Pemimpin PT Bank Kalteng Cabang Pembantu (Capem) Kotawaringin…

Selasa, 13 November 2018 10:08

MANTAP!!! Disperindag Bina IKM Limbah Kayu

PANGKALAN LADA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan…

Selasa, 13 November 2018 10:03

Lebarkan Jalan untuk Pengembangan Kota

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat rencanakan pelebaran jalan…

Selasa, 13 November 2018 08:58

PT BGA Region III Beri Reward Desa Bebas Api

PANGKALAN BUN - PT. Bumitama Gunajaya Abadi (BGB) Region III…

Sabtu, 10 November 2018 16:09

Sembilan Napi Pangkalan Bun Direlokasi ke Lapas Sukamara

PANGKALAN BUN - Sembilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Klas IIB…

Sabtu, 10 November 2018 16:06

Puluhan Taruna Digembleng Ilmu Pelayaran

KUMAI - Sebanyak 50 taruna dari SMKN 3 Kumai mengikuti…

Sabtu, 10 November 2018 10:58

WADUWWW!!! Pol PP Dicegat Massa Dengan Chainsaw

ARUTA - Sekitar 30 orang warga yang diduga mendukung adanya…

Jumat, 09 November 2018 16:55

Bentangkan Bendera Sepanjang 250 Meter

PANGKALAN BUN - Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar apel Gelora…

Jumat, 09 November 2018 10:32

Bupati Buka Pesparawi KORPRI Kalteng

PANGKALAN BUN - Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) III…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .