MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Rabu, 07 November 2018 12:08
NAH LO!!! Internal DPRD Kalteng Bergejolak
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap empat anggota DPRD Kalteng beberapa waktu lalu, menimbulkan gejolak di DPRD Kalteng. Pemicunya, komentar yang dinilai kurang pas dan kurang pantas yang dilontarkan Wakil Ketua Komisi B Asera terkait kasus tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Syamsul Hadi menilai, Asera membuat pernyataan yang tidak lazim, khususnya meminta lembaga antirasuah tersebut tidak hanya memeriksa Komisi B saja.

Pernyataan yang dilontarkan tersebut akan berkaitan dengan pencemaran nama lembaga. Pasalnya, pernyataan itu akan memunculkan pemikiran masyarakat, banyak keterlibatan anggota lainnya dalam kasus dugaan suap itu.

”Dia (Asera, Red) meminta KPK untuk memeriksa selain Komisi B. Ini aneh. Mestinya harus tahu konteksnya. Masa DPRD meminta KPK yang melakukan pemeriksaan,” tegas Syamsul Hadi, Selasa (6/11).

Selain itu, lanjutnya, pernyataan yang dianggap rancu adalah dugaan keterlibatan pihak lain selain Komisi B. Hal ini juga mengundang pertanyaan. Dugaan tersebut tidak boleh begitu saja dilontarkan, karena akan semakin memperkeruh suasana, khususnya di lembaga DPRD Kalteng sendiri.

Menurut Syamsul, di DPRD Kalteng banyak anggota yang punya integritas. Karena itu, dugaan tersebut harus dipertegas. Apabila hanya menduga-duga, akan memunculkan pemikiran kurang baik dari masyarakat tentang lembaga wakil rakyat tersebut. 

”Terus, yang jadi pernyataan, Wakil Ketua Komisi B ini menduga ada keterlibatan pihak lain. Siapa yang diduga terlibat tersebut, dari lembaga mana? Jadi, ini seperti berandai-andai,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asera mengatakan, tidak menuduh siapa pun dalam kasus tersebut. Menurutnya, KPK punya hak memeriksa siapa saja untuk mendalami proses penyidikan, sehingga apa pun yang dilakukan lembaga tersebut harus didukung.

”Kalau kita tidak salah, kenapa takut. Saya tidak menuduh siapa-siapa, tetapi kalau KPK punya bukti, otomatis itu urusan mereka. Jadi, pada intinya harus mendukung langkah yang dilakukan,” tandasnya. (sho/arj/ign)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 13:58

AWASSSSS!!! Calo Pendaftaran Jadi Polisi

PALANGKA RAYA – Polda Kalteng membuka seleksi penerimaan calon perwira…

Rabu, 16 Januari 2019 13:22

Dinas Dukcapil Segera Buka Layanan KIA

KASONGAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Katingan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:38

Gubernur Dukung Pencanangan Zona Integritas

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mendukung…

Selasa, 15 Januari 2019 15:14

Manusia Terberat di Kalteng Dibius Total

PALANGKA RAYA – Setelah beberapa hari menjalani perawatan dan penanganan…

Selasa, 15 Januari 2019 15:12

Tawon Predator Resahkan Warga, Satu Nyawa Melayang

PALANGKA RAYA – Warga kompleks Perumahan Bumi Palangka Jalan Tjilik…

Selasa, 15 Januari 2019 15:03

Polda Bongkar Perdagangan Kulit Tenggiling

PALANGKA RAYA – Aparat Polda Kalteng membongkar perdagangan kulit tenggiling.…

Selasa, 15 Januari 2019 14:58

Ya Tuhan!!! DBD Sudah Renggut Nyawa Murid TK

KUALA KURUN – Seorang anak yang masih duduk di bangku…

Selasa, 15 Januari 2019 11:10

Empat Raperda Prioritas segera Diserahkan

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan DPRD…

Selasa, 15 Januari 2019 11:08

Mantap!!!! Gubernur Dapat Perhargaan dari Presiden

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dipastikan…

Senin, 14 Januari 2019 16:52

Para Pemuda Nongkrong Diperiksa

KUALA KAPUAS – Demi meningkatkan rasa aman terhadap masyarakat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*