MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 08 November 2018 15:27
Ini Dua Alternatif Solusi Kelangsungan Akper Pemkab Kotim
Akper Pemkab Kotim

PROKAL.CO, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan dua rekomendasi solusi pada Akademi Keperawatan (Akper) yang terancam ditutup. Kampus itu diyakini bisa dikelola secara mandiri oleh pengurus. Alternatif kedua, dikelola kementerian.

Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, berdasarkan perhitungan, Akper Pemkab Kotim  mampu mengelola secara mandiri kampus mereka. Namun, kendala meraka hanya masalah pembangunan fisik yang agak kesulitan, sehingga disarankan Akper dikelola kementerian, antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

”Hal ini sebenarnya sudah dibahas. Bahkan saya juga sudah bersurat ke kementerian. Apakah nantinya memang harus diserahkan ke kementerian, maka itu yang terbaik. Sebab, ini masalah pendidikan dan masih banyak mahasiswa yang menempuh pendidikannya,” kata Supian, Rabu (7/11).

Supian menegaskan, kelanjutan Akper Pemkab Kotim tetap akan diupayakan. Hal itu merupakan tanggung jawab Pemkab. ”Saya minta mahasiswa di Akper tidak perlu waswas. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Saya pastikan masalah ini bisa diatasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Kotim Halikinnor menghadap ke Kemenkes dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi Pemkab Kotim dalam mengelola Akper. Mereka langsung menyarankan bahwa kerja sama pengelolaannya dilakukan Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) atau Kemenkes. Setelah dipertimbangkan dan dipelajari, pihaknya memutuskan Akper akan dikelola Kemenkes.

”Dirasa lebih tepat apabila Akper dikelola Kemenkes mulai 2019,” jelas Halikin.

Menurutnya, Akper mulai buka dan menerima mahasiswa baru sejak tahun 2007/2008. Pihaknya meminta agar Kemenkes meninjau usulan pindah pengelolaan tersebut, sehingga status Akper lebih jelas.

”Untuk aset Akper Pemkab Kotim seluruhnya akan diserahkan ke Kemenkes, sehingga pengelolaan yang mereka lakukan tidak setengah-setengah,” ujarnya.

 

Tunda Pembahasan

Sementara itu, Komisi III DPRD Kotim akhirnya menunda pembahasan anggaran untuk Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Kotim. Pasalnya, DPRD  melihat ada potensi jadi masalah jika asal disetujui. Apalagi status lembaga Akper itu belum jelas.

”Kami tunda dulu untuk pembahasan RKA Akper. Kami kembalikan lagi hal itu ke eksekutif, apalagi dengan sengkarut masalahnya seperti itu,” kata Ketua Komisi III Rimbun, Rabu (7/11).

Rimbun memilih menunda pembahasan, daripada di kemudian hari ada permasalahan baru. Apalagi, kata dia yang berkaitan dengan anggaran harus jelas dasar hukum dan kepada siapa pertanggungjawaban anggarannya. Akper saat ini juga masih berproses statusnya, apakah dibawah Kemenkes atau diswastakan.

Rimbun menyesalkan apabila kampus itu terkatung-katung. Ada sekitar 160 orang yang masih menempuh pendidikan. Paling tidak dua angkatan ini mesti diselamatkan dan diselesaikan hingga wisuda untuk mendapatkan ijazahnya.

Selain itu, lanjutnya, selama ini Akper Pemkab Kotim banyak menyumbang lulusan yang berkontribusi pada masyarakat, terutama berkaitan dengan pelayanan kesehatan di pelosok. ”Kami akui sumbangsih mereka untuk pelayanan kesehatan banyak lulusan dari kampus itu. Pada prinsipnya, saya menginginkan  kampus itu tetap eksis, “tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotim, Dadang H Syamsu mengatakan, masih ada peluang untuk menyelamatkan Akper. Akper bisa mendapatkan anggaran dengan mengubah kembali Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

”Tapi, kalau mengubah perda, paling cepat waktunya 28 hari. Nah, apakah masih mungkin mengubah perda itu  hanya dengan  waktu yang tersisa. Kecuali skema pembahasan RAPBD ditunda sampai Desember,” tegas dia.

Sementara itu, memberikan bantuan hibah juga bisa dberikan pada Akper, namun melalui mekanisme yang panjang, mulai dari kepala daerah menujuk SOPD teknis untuk mengevaluasi usulan pemberian dana hibah. Hasil evaluasi berupa rekomendasi itu disampaikan kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Dalam rekomendasi tersebut, memuat pertimbangan TAPD sesuai kemampuan keuangan daerah hingga akhirnya dimasukan dalam KUA PPAS. ”Disitu artinya harus merevisi KUA PPAS lagi. Jadi, mekanismenya panjang, tidak ada lagi yang instant saat waktu terbatas seperti sekarang ini, “ujarnya .

Dadang menegaskan, pihaknya sudah mengingatkan kampus tersebut sekitar 3 tahun silam. Namun, pihak terkait tampak menyepelekan, sehingga masalahnya jadi berlarut-larut hingga tahun ini tidak ada kejelasan status. (dc/ang/ign)

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 08:25

CATAT!!!! Mahasiswa Sering Titip Absen Jarang Jadi Orang Sukses

SAMPIT- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit mendatangkan Aryan Haris,…

Rabu, 14 November 2018 16:31

Kini, Satlinmas di Bawah Satpol PP

SAMPIT - Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang sebelumnya berada dalam…

Rabu, 14 November 2018 16:29

Duhhhh!!! RSUD dr Murjani Sampit Masih Rawan Kebanjiran

SAMPIT – Banjir dadakan yang juga terjadi di RSUD dr…

Rabu, 14 November 2018 16:21

DASAR SETAN!!!! Kawan Pingsan Malah Diperkosa

SAMPIT – Penjahat seksual masih menjadi ancaman kaum hawa. RF,…

Rabu, 14 November 2018 12:19

Tunjangan Pegawai Macet, Ini Penjelasan Pihak RSUD dr Murjani

SAMPIT – Para pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Rabu, 14 November 2018 11:50

Normalisasi Sungai Jangan Sampai Gagal

SAMPIT - Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur Hero…

Rabu, 14 November 2018 11:32

Warga Diminta Aktifkan Pos Kamling , YUK!!!

SAMPIT – Guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)…

Rabu, 14 November 2018 11:19

WOW!!! Rp 1,2 Miliar Atasi Kelistrikan PDAM

SAMPIT – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mentaya Sampit…

Selasa, 13 November 2018 09:23

TENANG!!!! Guru Kontrak Tak Perlu Resah, Pemkab Tawarkan Solusi

SAMPIT— Terkait polemik masalah penggajian guru kontrak, karena terancam tak…

Senin, 12 November 2018 13:54

Listrik Tak Stabil Bikin Traffic Light Ngadat

SAMPIT— Tidak stabilnya tegangan listrik beberapa waktu lalu membuat traffic…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .