MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 08 November 2018 15:27
Ini Dua Alternatif Solusi Kelangsungan Akper Pemkab Kotim
Akper Pemkab Kotim

PROKAL.CO, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan dua rekomendasi solusi pada Akademi Keperawatan (Akper) yang terancam ditutup. Kampus itu diyakini bisa dikelola secara mandiri oleh pengurus. Alternatif kedua, dikelola kementerian.

Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, berdasarkan perhitungan, Akper Pemkab Kotim  mampu mengelola secara mandiri kampus mereka. Namun, kendala meraka hanya masalah pembangunan fisik yang agak kesulitan, sehingga disarankan Akper dikelola kementerian, antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

”Hal ini sebenarnya sudah dibahas. Bahkan saya juga sudah bersurat ke kementerian. Apakah nantinya memang harus diserahkan ke kementerian, maka itu yang terbaik. Sebab, ini masalah pendidikan dan masih banyak mahasiswa yang menempuh pendidikannya,” kata Supian, Rabu (7/11).

Supian menegaskan, kelanjutan Akper Pemkab Kotim tetap akan diupayakan. Hal itu merupakan tanggung jawab Pemkab. ”Saya minta mahasiswa di Akper tidak perlu waswas. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Saya pastikan masalah ini bisa diatasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekda Kotim Halikinnor menghadap ke Kemenkes dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi Pemkab Kotim dalam mengelola Akper. Mereka langsung menyarankan bahwa kerja sama pengelolaannya dilakukan Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) atau Kemenkes. Setelah dipertimbangkan dan dipelajari, pihaknya memutuskan Akper akan dikelola Kemenkes.

”Dirasa lebih tepat apabila Akper dikelola Kemenkes mulai 2019,” jelas Halikin.

Menurutnya, Akper mulai buka dan menerima mahasiswa baru sejak tahun 2007/2008. Pihaknya meminta agar Kemenkes meninjau usulan pindah pengelolaan tersebut, sehingga status Akper lebih jelas.

”Untuk aset Akper Pemkab Kotim seluruhnya akan diserahkan ke Kemenkes, sehingga pengelolaan yang mereka lakukan tidak setengah-setengah,” ujarnya.

 

Tunda Pembahasan

Sementara itu, Komisi III DPRD Kotim akhirnya menunda pembahasan anggaran untuk Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Kotim. Pasalnya, DPRD  melihat ada potensi jadi masalah jika asal disetujui. Apalagi status lembaga Akper itu belum jelas.

”Kami tunda dulu untuk pembahasan RKA Akper. Kami kembalikan lagi hal itu ke eksekutif, apalagi dengan sengkarut masalahnya seperti itu,” kata Ketua Komisi III Rimbun, Rabu (7/11).

Rimbun memilih menunda pembahasan, daripada di kemudian hari ada permasalahan baru. Apalagi, kata dia yang berkaitan dengan anggaran harus jelas dasar hukum dan kepada siapa pertanggungjawaban anggarannya. Akper saat ini juga masih berproses statusnya, apakah dibawah Kemenkes atau diswastakan.

Rimbun menyesalkan apabila kampus itu terkatung-katung. Ada sekitar 160 orang yang masih menempuh pendidikan. Paling tidak dua angkatan ini mesti diselamatkan dan diselesaikan hingga wisuda untuk mendapatkan ijazahnya.

Selain itu, lanjutnya, selama ini Akper Pemkab Kotim banyak menyumbang lulusan yang berkontribusi pada masyarakat, terutama berkaitan dengan pelayanan kesehatan di pelosok. ”Kami akui sumbangsih mereka untuk pelayanan kesehatan banyak lulusan dari kampus itu. Pada prinsipnya, saya menginginkan  kampus itu tetap eksis, “tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotim, Dadang H Syamsu mengatakan, masih ada peluang untuk menyelamatkan Akper. Akper bisa mendapatkan anggaran dengan mengubah kembali Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

”Tapi, kalau mengubah perda, paling cepat waktunya 28 hari. Nah, apakah masih mungkin mengubah perda itu  hanya dengan  waktu yang tersisa. Kecuali skema pembahasan RAPBD ditunda sampai Desember,” tegas dia.

Sementara itu, memberikan bantuan hibah juga bisa dberikan pada Akper, namun melalui mekanisme yang panjang, mulai dari kepala daerah menujuk SOPD teknis untuk mengevaluasi usulan pemberian dana hibah. Hasil evaluasi berupa rekomendasi itu disampaikan kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Dalam rekomendasi tersebut, memuat pertimbangan TAPD sesuai kemampuan keuangan daerah hingga akhirnya dimasukan dalam KUA PPAS. ”Disitu artinya harus merevisi KUA PPAS lagi. Jadi, mekanismenya panjang, tidak ada lagi yang instant saat waktu terbatas seperti sekarang ini, “ujarnya .

Dadang menegaskan, pihaknya sudah mengingatkan kampus tersebut sekitar 3 tahun silam. Namun, pihak terkait tampak menyepelekan, sehingga masalahnya jadi berlarut-larut hingga tahun ini tidak ada kejelasan status. (dc/ang/ign)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 16 Januari 2019 12:31

Gara-Gara Hal Ini, Bus Sampit-Kotabesi Dipindah ke Parenggean

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan…

Selasa, 15 Januari 2019 14:12

Wahhh!!! Wahhh!!! Truk Ramai-Ramai Masuk Kota, Bikin Macet

SAMPIT –  Kerusakan jalan lingkar selatan yang semakin parah membuat…

Selasa, 15 Januari 2019 10:18

INGAT!!!! Ujian Sekolah Penentu Kelulusan

SAMPIT – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMA/MA se-Kabupaten…

Senin, 14 Januari 2019 15:31

ASTAGA!!!! Karyawan Sawit Perkosa Wanita Kelainan Jiwa

SAMPIT – Sungguh bejat perbuatan pria bernama Mairun Boing alias…

Senin, 14 Januari 2019 15:25

Kapok Enggak???? Tidak Pakai Helm, Pelajar Disuruh Push Up

SAMPIT – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Besi punya cara sendiri…

Senin, 14 Januari 2019 15:14

Disdukcapil segera Satroni Sekolah

SAMPIT – Agar seluruh warga Indonesia dapat masuk sebagai daftar…

Senin, 14 Januari 2019 10:22

BERSIAPLAH!!! AFK Kotim Persiapkan Kompetisi Futsal

SAMPIT – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Kotawaringin Timur (Kotim) mempersiapkan…

Sabtu, 12 Januari 2019 13:43

Masih Banyak..!!! Ada 16.237 Warga Belum Kantongi KTP El

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)  Kabupaten Kotawaringin…

Jumat, 11 Januari 2019 14:29

Begini Jadinya Bila Kios Kecil Dibiarkan Bersaing dengan Ritel Modern

SAMPIT - Keberadaan ritel modern di Kota Sampit kian menggeser kios…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*