MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Senin, 03 Desember 2018 15:31
MENYEDIHKAN!!! Petani Sawit Kian Terpuruk, TBS Hanya Rp 500
PANEN : Salah seorang warga di Kecamatan Pangkalan Lada mengangkut hasil panen sawitnya.(IST/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani semakin terpuruk. Kini harga buah penghasil CPO itu berkisar Rp 500 perkilogram dan diprediksi bakal terus turun. Keluhan petani sawit semakin terasa karena dengan harga jual tersebut tak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga jika harus dibagi untuk pupuk dan upah pemanen.

Salah seorang petani Pangkalan Lada Khomsah mengaku pasrah dan menunggu harga kembali membaik. Ia memiliki sekitar 1 hektare kebun dalam setiap kali panen mampu menghasilkan 1 ton kelapa sawit. Jika harga sekarang Rp 500 maka dalam 1 ton hanya mendapat Rp 500 ribu. Jumlah itu kemudian dibagi untuk pemanen Rp 150 ribu per ton. Sehingga hanya tersisa Rp 350 ribu jika dibelikan pupuk maka petani tidak mendapat hasil. 

“Tapi mau bagaimana lagi kalau tidak dipanen bisa merusak sawit, biar sedikit tetap harus disyukuri,” keluh Khomsah. Ia hanya berharap harga sawit kelak akan kembali normal karena saat ini masyarakat sudah benar-benar terpuruk. 

Hal serupa juga dikatakan Imam, warga Pangkalan Banteng ini juga mengaku ikut sedih mendengar keluh kesah orangtua dan tetangganya. Biasa panen sawit 8 ton mendapat uang Rp 8 Juta namun sekarang setelah harga anjlok dipotong biaya operasional dan biaya angkut serta pemanen hanya tersisa Rp 2,8 Juta saja.

“Itupun kalau dalam kondisi panen normal, padahal sekarang buah sepi paling hanya dapat 4 ton,” keluhnya.

Anjloknya harga sawit ini membuat para orangtuanya harus putar otak. Karena hasil panen untuk kebutuhan makan sehari-hari saja pas-pasan, belum lagi keperluan biaya anak sekolah dan segala macamnya. 

Sebagian petani lainnya mengaku masih bersyukur jika masih ada yang membeli. Karena jika sampai sawit tidak ada yang membeli maka tamatnya para petani. “Ada yang membeli masih bersyukur, meski hasilnya tidak seberapa, kalau sampai pada tahap tidak ada yang menampung maka tamatlah para petani sawit,” celetuk salah seorang warga lainnya. (sam/sla)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 16:57

Pengamanan Rekapitulasi Suara Diperketat

PANGKALAN BUN - Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait…

Sabtu, 20 April 2019 16:52

Bupati Kobar Ingin Ternak Ayam Petelur Optimal

PANGKALAN BUN – Kebutuhan telur ayam di Kabupaten Kobar terus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

PPK Banteng, Gilir Rekap Suara Pemilu

PANGKALAN BANTENG – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Banteng mulai…

Jumat, 19 April 2019 17:44

Ribuan Kotak Suara Bergeser ke PPK

PANGKALAN BUN – Konsentrasi pengamanan kotak suara hasil pemilu di…

Jumat, 19 April 2019 17:41

RSSI Siagakan Tim Ahli Jiwa

PANGKALAN BUN – Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun…

Kamis, 18 April 2019 16:57

Surat Suara Kotim Nyasar ke Kobar, Kok Bisa???

PANGKALAN BUN - Surat suara DPRD Kotawaringin Timur nyasar ke…

Kamis, 18 April 2019 16:54

KPU Musnahkan Ribuan Surat Suara

PANGKALAN BUN – Komisi Pemilihan Umum (KPu) Kotawaringin Barat musnahkan…

Kamis, 18 April 2019 16:28

Duhhhh...!!!! Pemilu di Lamandau Menegangkan

NANGA BULIK – Pelaksanaan Pemilu 2019 di salah satu TPS…

Kamis, 18 April 2019 11:47

Bupati Bantu Korban Sambaran Petir

PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah kunjungi…

Kamis, 18 April 2019 11:45

Partisipasi Pemilih di Kobar Diyakini Meningkat

PANGKALAN BUN - Sebagai pemimpin daerah Bupati Kobar Hj Nurhidayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*