MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Senin, 03 Desember 2018 15:31
MENYEDIHKAN!!! Petani Sawit Kian Terpuruk, TBS Hanya Rp 500
PANEN : Salah seorang warga di Kecamatan Pangkalan Lada mengangkut hasil panen sawitnya.(IST/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani semakin terpuruk. Kini harga buah penghasil CPO itu berkisar Rp 500 perkilogram dan diprediksi bakal terus turun. Keluhan petani sawit semakin terasa karena dengan harga jual tersebut tak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga jika harus dibagi untuk pupuk dan upah pemanen.

Salah seorang petani Pangkalan Lada Khomsah mengaku pasrah dan menunggu harga kembali membaik. Ia memiliki sekitar 1 hektare kebun dalam setiap kali panen mampu menghasilkan 1 ton kelapa sawit. Jika harga sekarang Rp 500 maka dalam 1 ton hanya mendapat Rp 500 ribu. Jumlah itu kemudian dibagi untuk pemanen Rp 150 ribu per ton. Sehingga hanya tersisa Rp 350 ribu jika dibelikan pupuk maka petani tidak mendapat hasil. 

“Tapi mau bagaimana lagi kalau tidak dipanen bisa merusak sawit, biar sedikit tetap harus disyukuri,” keluh Khomsah. Ia hanya berharap harga sawit kelak akan kembali normal karena saat ini masyarakat sudah benar-benar terpuruk. 

Hal serupa juga dikatakan Imam, warga Pangkalan Banteng ini juga mengaku ikut sedih mendengar keluh kesah orangtua dan tetangganya. Biasa panen sawit 8 ton mendapat uang Rp 8 Juta namun sekarang setelah harga anjlok dipotong biaya operasional dan biaya angkut serta pemanen hanya tersisa Rp 2,8 Juta saja.

“Itupun kalau dalam kondisi panen normal, padahal sekarang buah sepi paling hanya dapat 4 ton,” keluhnya.

Anjloknya harga sawit ini membuat para orangtuanya harus putar otak. Karena hasil panen untuk kebutuhan makan sehari-hari saja pas-pasan, belum lagi keperluan biaya anak sekolah dan segala macamnya. 

Sebagian petani lainnya mengaku masih bersyukur jika masih ada yang membeli. Karena jika sampai sawit tidak ada yang membeli maka tamatnya para petani. “Ada yang membeli masih bersyukur, meski hasilnya tidak seberapa, kalau sampai pada tahap tidak ada yang menampung maka tamatlah para petani sawit,” celetuk salah seorang warga lainnya. (sam/sla)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 14:53

Rapat Banmus, Bahas Agenda Dewan

KUALA PEMBUANG - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…

Jumat, 19 Juli 2019 14:09

WOW..!!! Perempuan Dominasi Gugat Cerai, Pelakor Salah Satu Biang Keroknya

PANGKALAN BUN – Kaum perempuan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan…

Jumat, 19 Juli 2019 11:19

Juni - Juli Muncul 13 Hotspot di Kobar

PANGKALAN BUN- Kasus kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 18 Juli 2019 14:56

Marukan Jelaskan Asal-usul Lahan Sawit

NANGA BULIK - Mantan Bupati Lamandau Marukan akhirnya hadir dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 14:52

Kapok Enggak..!!! Warga Tangkap Penjual dan Pecandu Lem

PANGKALAN BUN- Warga Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 18 Juli 2019 10:45

Terminal Penumpang Pelabuhan Kumai Diresmikan

PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah meresmikan terminal…

Rabu, 17 Juli 2019 16:43

Duh.. Kalah Lagi..Kalah Lagi..!!! Kalteng Putra Melorot di Posisi 13

BANDUNG – Kalteng Putra terseok-seok  di Liga 1 2019. Laskar…

Rabu, 17 Juli 2019 15:05

AWASSSS..!! Berani Nyetrum Ikan, Enam Tahun Penjara Menanti

PANGKALAN BUN- Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Kobar amankan seorang…

Rabu, 17 Juli 2019 15:03

Ditinggal Ambil Air, Rumah Ludes Terbakar

KOTAWARINGIN LAMA – Rumah warga Desa Dawak, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten…

Rabu, 17 Juli 2019 14:55

KPA Kobar Mati Suri, Ini Penyebabnya

PANGKALAN BUN – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kotawaringin Barat kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*