MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Senin, 03 Desember 2018 15:31
MENYEDIHKAN!!! Petani Sawit Kian Terpuruk, TBS Hanya Rp 500
PANEN : Salah seorang warga di Kecamatan Pangkalan Lada mengangkut hasil panen sawitnya.(IST/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN - Harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani semakin terpuruk. Kini harga buah penghasil CPO itu berkisar Rp 500 perkilogram dan diprediksi bakal terus turun. Keluhan petani sawit semakin terasa karena dengan harga jual tersebut tak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga jika harus dibagi untuk pupuk dan upah pemanen.

Salah seorang petani Pangkalan Lada Khomsah mengaku pasrah dan menunggu harga kembali membaik. Ia memiliki sekitar 1 hektare kebun dalam setiap kali panen mampu menghasilkan 1 ton kelapa sawit. Jika harga sekarang Rp 500 maka dalam 1 ton hanya mendapat Rp 500 ribu. Jumlah itu kemudian dibagi untuk pemanen Rp 150 ribu per ton. Sehingga hanya tersisa Rp 350 ribu jika dibelikan pupuk maka petani tidak mendapat hasil. 

“Tapi mau bagaimana lagi kalau tidak dipanen bisa merusak sawit, biar sedikit tetap harus disyukuri,” keluh Khomsah. Ia hanya berharap harga sawit kelak akan kembali normal karena saat ini masyarakat sudah benar-benar terpuruk. 

Hal serupa juga dikatakan Imam, warga Pangkalan Banteng ini juga mengaku ikut sedih mendengar keluh kesah orangtua dan tetangganya. Biasa panen sawit 8 ton mendapat uang Rp 8 Juta namun sekarang setelah harga anjlok dipotong biaya operasional dan biaya angkut serta pemanen hanya tersisa Rp 2,8 Juta saja.

“Itupun kalau dalam kondisi panen normal, padahal sekarang buah sepi paling hanya dapat 4 ton,” keluhnya.

Anjloknya harga sawit ini membuat para orangtuanya harus putar otak. Karena hasil panen untuk kebutuhan makan sehari-hari saja pas-pasan, belum lagi keperluan biaya anak sekolah dan segala macamnya. 

Sebagian petani lainnya mengaku masih bersyukur jika masih ada yang membeli. Karena jika sampai sawit tidak ada yang membeli maka tamatnya para petani. “Ada yang membeli masih bersyukur, meski hasilnya tidak seberapa, kalau sampai pada tahap tidak ada yang menampung maka tamatlah para petani sawit,” celetuk salah seorang warga lainnya. (sam/sla)

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:35

Diterjang Banjir, Jalan Desa Dialihkan

NANGA BULIK –Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Rabu, 12 Desember 2018 10:33

Kejari Sukamara Bagikan Pin Anti Korupsi

SUKAMARA – Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2018, Kejaksaan…

Rabu, 12 Desember 2018 10:32

Tiga Pelajar Ngelem Diciduk Pol PP Lamandau

NANGA BULIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan…

Rabu, 12 Desember 2018 09:14

KPC Sosialisasikan Pemasangan Tanda Batas IUP

PANGKALAN BUN - PT Kapuas Prima Coal, Tbk sosialisasikan pemasangan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:13

Debit Air Sungai Lamandau Meningkat

KOTAWARINGIN LAMA – Meningkatnya debit air Sungai Lamandau mulai membawa dampak…

Selasa, 11 Desember 2018 11:24

Dishub dan Pol PP Awasi Pasar Gajian

PANGKALAN BANTENG – Pemerintah Kabupaten Kobar siagakan petugas Dinas Perhubungan…

Selasa, 11 Desember 2018 11:22

Wujudkan Pangkalan Bun Green City dengan Tanam10 Ribu Pohon

PANGKALAN BUN - Dalam rangka mewujudkan Pangkalan Bun kota teduh…

Selasa, 11 Desember 2018 10:29

Anggaran PBI Jaminan Kesehatan Naik

SUKAMARA – Tahun depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara mengalokasikan anggaran…

Selasa, 11 Desember 2018 10:25

SMAN 1 Bulik Jadi Sekolah Siaga Kependudukan

NANGA BULIK – SMAN 1 Bulik resmi menjadi Sekolah Siaga…

Selasa, 11 Desember 2018 10:22

Hari Anti Korupsi, Kejari Lamandau Bagikan Stiker

NANGA BULIK – Hari Anti Korupsi seyogyanya diperingati pada tanggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .