MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 06 Desember 2018 14:07
Emmm Nyummi.!!! Wadi Jelawat yang Diminati Warga Dayak Perantauan
USAHA RUMAHAN: Yussie menunjukkan produk-produk makanan khas Kalteng. (YUNI PRATIWI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT–Yussie menyangka wadi ikan jelawat bikinannya diminati konsumen. Dia memproduksi wadi ikan jelawat 60 - 80 kilogram per bulan. Produk ini sering kali dipesan oleh warga Kalteng yang merantau di luar daerah.

Yussie menceritakan, awalnya dirinya diminta teman di Bekasi untuk membuatkan wadi ikan jelawat. Temannya sudah 20 tahun tidak memakan wadi ikan jelawat. Dari situlah, dia mulai menekuni usahanya.

Wanita kelahiran Kapuas 11 Desember 1967 ini memasarkan produknya di media sosial. Permintaan konsumen pun meningkat.  

“Ini untuk memenuhi permintaan orang-orang Dayak di perantauan dan juga buat oleh-oleh,” kata Yussie.

Sebelumnya, Yussie juga memproduksi saluang crispy dan lais crispy di tahun 2013. Karena ikan saluang dan lais hanya musiman, dia tidak dapat produksi secara terus menerus. 

Modal awal secara keseluruhan yang diperlukan Yussie sebesar Rp. 5 juta, untuk penyediaan alat hingga kemasan.

Setelah produk wadi ikan jelawat tercetus juga ide membuat sambal kandas sarai ikan jelawat. Idenya bermula saat dia mendapatkan oleh-oleh dari tetangganya yang datang dari Manado, yang membawakan oleh-oleh sambal ikan cakalang.

“Dari situlah saya teringat bahwa Kalimantan Tengah punya makanan sambal yang enak dan disukai yaitu kandas sarai, yang juga dicampur dengan ikan,” ungkap warga Jalan Menteng 2 No. 70 Sampit ini.

Menurut Yussie, bahan sambal kandas sarai bisa dari beragam ikan. Karena tinggal di Sampit, maka ia memilih ikan jelawat sebagai ikan yang akan diolah sebagai campuran sambal kandas sarai produksinya.

“Jelawat merupakan khas Kotim, maka saya pilih ikan jelawat,” jelas Yussie.

Keinginan untuk melesatarikan kuliner khas Kalimantan Tengah juga memunculkan ide untuk membuat sirup dengan nama Setrup Rasa Jadoel. Dia pun memasarkan melalui outlet oleh-oleh dan secara online.

“Saya olah dengan rasa zaman dulu dan berbeda dengan rasa sirup dari pabrikan,” katanya.

Dalam satu bulan Yussie bisa memproduksi wadi ikan jelawat sebanyak 100 pack, saluang dan lais crispy 150 pack, setrup rasa jadul, rasa gula, dan pandan 50 botol, sambal kandas sarai minimal 300 botol per bulan.

Produknya sendiri dipasarkan di Sampit,Palangkaraya, Kapuas, Pangkalan Bun, Jakarta, Makasar, Irian Jaya. Sedangkan sirup hanya dipasarkan di Sampit dan Palangka Raya.

Menurut Yussie, turun naiknya usaha pasti ada. Dia juga tidak khawatir dengan persaingan usaha. Asalkan menjaga kualitas bahan baku yang segar dan rasa yang khas, dia yakin produknya tetap diminati konsumen.

Yussie berkeinginan untuk memperluas usahanya lebih besar lagi, namun masih menunggu izin P-IRT dari Dinas Kesehatan. Setelah izin PIRT terbit, dia mau memasukan ke toko swalayan. (rm-96/yit)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 10:12

Pasar Tradisional Masih Sangat Diminati

SAMPIT-- Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten…

Kamis, 14 Februari 2019 17:11

Hamdhani Ajak Masyarakat Beli Bahan Pokok di Bulog

SAMPIT – Anggota Komisi VI  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Kamis, 14 Februari 2019 09:03

Pemkab Kotim Terus Pantau Serapan Anggaran

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  semakin menerapkan kerja  keras…

Rabu, 13 Februari 2019 17:15

Pria Misterius Hilang di Sungai Mentaya

SAMPIT – Puluhan warga yang di sekitar Pusat Perbelanjaan Mentaya…

Rabu, 13 Februari 2019 15:42

Tokoh Ini Sebut Pasar PPM Tak Terawat

SAMPIT – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…

Rabu, 13 Februari 2019 14:56

Maling Kotak Amal Terekam CCTV Masjid Nurul Iman

SAMPIT – Aksi pencurian uang dalam kotak amal Masjid Nurul…

Rabu, 13 Februari 2019 14:47

Kerusakan Jalan C Mihing, Sudah Dianggarkan, Jangan Tunda Lelang!

SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H…

Rabu, 13 Februari 2019 14:34

Kotak Suara Kekuatannya Patut Diacungi Jempol, Tapi Ada Dua Rusak

SAMPIT – Berbagai persiapan menghadapi Pemilu 2019 mulai dilakukan Komisi…

Rabu, 13 Februari 2019 14:24

Segarnya Nanas Gantang Disulap Jadi Aneka Olahan nan Bikin "Ngilerrr"

SAMPIT - Melimpahnya nanas di Sampit tidak dilewatkan begitu saja…

Rabu, 13 Februari 2019 10:07

ASN Harus Kuasai Teknologi, Jangan Gaptek!!!

SAMPIT– Aparatur sipil negara (ASN) dituntut menguasai teknologi. Sebab, zaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*