MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Rabu, 09 Januari 2019 15:16
Nah Gawat..!!! Warga Bukit Raya Siap Unjuk Rasa
TERANCAM DICAPLOK: Warga Desa Bukit Raya saat di lahan yang berdasarkan peta pemerintah daerah masuk di Desa Manjalin dan Kabuau, Kecamatan Parenggean. Padahal, sebagian merupakan lahan warga Bukit Raya.(IST/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Masyarakat Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Hulu merasa dirugikan dengan terbitnya peta dalam lampiran Surat Sekretaris Daerah Kotim Nomor 146/383/Pem/2018. Surat itu menyatakan lokasi lahan Kelompok Tani Simpei Pambelum masuk areal Kecamatan Parenggean. Sebelumnya, lahan kelompok tani masuk wilayah Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu.

”Kami merasa dirugikan, kelompok tani kami kehilangan lahan sekitar 1.000 hektare akibat surat dari pemerintah daerah tersebut. Surat itu bertentangan dengan Perda  Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemekaran Kecamatan Cempaga Hulu,” kata  Luji Dewar, pengurus Kelompok Tani Simpei Pambelum.

Apabila pemerintah daerah tidak segera merespon, mereka akan melakukan aksi besar-besaran ke kantor DPRD dan kantor Bupati Kotim. Mereka meminta agar peta terbaru itu dievaluasi kembali karena sangat merugikan kelompok tani.

Pihaknya melihat langsung hasil overlay yang disampaikan pemerintah daerah. Wilayah administrasi Pemerintah Desa Bukit Raya semakin menyempit.

“Selama ini pemerintah daerah tidak pernah memberitahukan kepada  masyarakat jika ada perubahan  perda  terkait batas wilayah di daerah kami,” kata Luji Dewar.

Menurutnya, hasil overlay pemerintah daerah tidak sesuai dengan perda pemekaran. Perda mencantumkan wilayah adminitrasi Pemerintahan Desa Bukit Raya.

“Kalau ada perubahan ya mestinya kami dilibatkan. Ini datang surat akhir tahun 2018 kemarin menyatakan ada perubahan. Siapa yang tidak resah dengan ulah pemerintah ini,” kata dia.

Kelompok Tani Simpei Pambelum dan seluruh anggota akan mempertahankan lahan mereka. “Ini jelas membuat konflik, dan tidak berlebihan jika kami merasa tidak percaya dan mencurigai adanya kepentingan lain di balik terbitnya peta overlay terbaru dari Pemkab Kotim itu. Bisa saja ada kepentingan pemodal sehingga merubah peta itu sepihak,” kata Luji. (ang/yit)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 17:12

NAH KAM...!!! BNNP Bakal Periksa Kalapas Sampit

SAMPIT – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP) Kalteng…

Kamis, 21 Maret 2019 14:52

Menyedihkan..!!! SDN 1 Satiruk Hanya Miliki Satu Guru, Lulusan SMP Pula

SAMPIT –Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur akan mengusulkan rekrutmen guru…

Kamis, 21 Maret 2019 10:36

Sekda Ajak Instansi Pakai Produk Rotan Lokal

SAMPIT— Produk rotan jadi olahan pengrajin lokal di Kabupaten Kotawaringin…

Rabu, 20 Maret 2019 14:55

GO AKREDITASI..!!!! RSUD Murjani Gelar Simulasi

SAMPIT– Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menyimulasikan survei penilaian…

Selasa, 19 Maret 2019 21:22

RSUD dr Murjani Siap Tampung Caleg Stres

SAMPIT-  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit siap…

Selasa, 19 Maret 2019 15:08

Imigrasi Kukuhkan Tim Pora Kecamatan

SAMPIT – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)…

Selasa, 19 Maret 2019 14:57

Ketika Kurniawan dan Rico Ceper "Merumput" di Sampit

SAMPIT- Riuh suara alat musik yang dimainkan para suporter bola…

Selasa, 19 Maret 2019 09:01

Sirkuit Roadrace Ditarget Selesai 2020

SAMPIT— Proses Pembangunan sirkuit roadrace oleh Pemerintah Kabupaten  Kotawaringin Timur…

Selasa, 19 Maret 2019 08:53

Akhirnya... Pasar Rakyat Mentaya segera Digunakan

SAMPIT- Setelah sekian lama menganggur, akhirnya bangunan Pasar Rakyat Mentaya…

Selasa, 19 Maret 2019 08:49

Sinergi KPPN Sampit Membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

KPPN Sampit sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara di daerah memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*