MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 10 Januari 2019 10:53
Ketika Pemerintah Akhirnya Membantu Manusia Terberat di Kalteng
Dievakuasi Pakai Pikap, Rumah Sakit Siapkan Ruangan Khusus
Titi Wati

PROKAL.CO, Setelah kondisinya terungkap ke publik melalui media massa, Titi Wati (37), wanita dengan bobot tubuh mendapai 350 kilogram, akhirnya menjadi perhatian pemerintah. Manusia terberat di Kalteng itu bakal mendapat penanganan kesehatan secara total.

 

DODI, Palangka Raya

 

Penanganan lanjutan dipastikan akan dilakukan terhadap Titi Wati yang tinggal di Jalan G Obos XXV atau Jalan Bima tersebut dengan tindakan medis berupa operasi. Wati juga akan dievakuasi menggunakan pikap untuk dibawa ke rumah sakit. Pintu atau dinding rumahnya akan dijebol untuk mengeluarkan wanita itu.

Pembiayaan dipastikan gratis karena ditangung pemerintah. Untuk menangani warga Jalan G Obos XXV  itu, tim dibentuk hingga meminta bantuan tim dokter dari Bali. Jika operasi berhasil dilakukan, bobot Wati setiap bulan akan turun hingga 25 kilogram.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Kemitraan RSUD Doris Slyvanus palangka Raya Theodorus Sapta Atmadja mengatakan, kondisi Wati sangat memprihatinkan, karena hanya bisa tengkurap dan tidak bisa berbalik badan.

 

Dia sudah berkoordinasi dengan tim medis RSUD dr Doris Slyvanus maupun rumah sakit lain untuk berkerja sama dalam kasus tersebut, meski di RSUD dr Doris Sylvanus memiliki spesialis bedah subspesialis bedah digestif. Diperkirakan Wati akan dirawat selama dua minggu.

Theodorus menuturkan, pihaknya belum pernah memiliki pengalaman menangani pasien seperti Wati, sehingga bekerja sama dengan bersama dokter dari Bali sebanyak enam orang untuk mengurangi bobot wanita tersebut agar bisa bergerak dan beraktivitas lebih baik. Menurut Theodorus, akan ada operasi yang harus dilakukan, sehingga memerlukan izin dari pihak keluarga. Pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi untuk melakukan evakuasi ke rumah sakit.

”Kami pikirkan ruangannya agar pasien bisa dioperasi. Sebab, bobot dan bentuk tubuh pasien berbeda dari masyarakat kebanyakan. Kami rapatkan dan sudah lakukan survei ke lapangan, biar evakuasi lancar dari rumah ke rumah sakit. Kita sudah siapkan spesialis ruangan tersendiri,” ujarnya.

Theodorus menambahkan, pihaknya akan meminta izin menjebol dinding rumah Wati untuk keperluan evakuasi. ”Kalau sudah dijebol, urusan Dinsos menggantinya. Sebab, usai dijebol, pintu tidak bisa ditutup dulu karena pasien dirawat beberapa minggu. Setelah itu bisa dirawat jalan di rumah tersebut,” kata Theodorus. Theodorus menegaskan, penanganan pasien tersebut tidak akan mudah. Pasalnya, Wati sudah tidak ada mobilisasi dalam waktu lama.

”Kami harus melakukan banyak pemeriksaan banyak, seperti darah, urine, USG, maupun lainnya sebelum tindakan operasi dilakukan. Operasi itu berupa operasi bariatrik, teknik operasi pengecilan dan bypass lambung untuk menurunkan berat badan akibat obesitas,” jelasnya.

Theodorus optimistis berat badan Wati turun. Setelah operasi, Wati harus mengonsumsi multivitamin dalam kurun waktu panjang.

”Memang perlu waktu. Jangan beranggapan setelah dirawat masuknya besar pas keluar dirawat kecil. Mudah-mudahan dalam enam bulan bobot pasien sudah berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan keluarga Wati mengenai peralatan yang efektif untuk mengevakuasi Wati. ”Gabungan tim provinsi dan kota, akan ada tindakan operasi dan sudah disampaikan ke keluarga,” ujarnya.

Andjar menuturkan, dengan kondisi Wati yang sekarang, memang harus ada tindakan yang spesifik. “Untuk evakuasi memang kami cari kendaraan yang bisa mengakomodasi bu Wati. Yang jelas, ambulans tak muat,” katanya.

Dia menegaskan, biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Terutama tindakan operasi. ”Tim kesehatan melibatkan berbagai macam disiplin ilmu. Tim sudah dibentuk dan sudah rapat untuk menyamakan persepsi. Jadi, kalau bisa secepat mungkin dievakuasi,” pungkasnya. (daq/ign)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 14:47

Tolong!!! Truk CPO Jangan Melintas di Dalam Kota !!!

SAMPIT –Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur kembali mengingatkan sopir truk-truk…

Jumat, 18 Januari 2019 10:06

Catat Ramai-Ramai..! Pakir Kurang 20 Menit, Tak Perlu Bayar

SAMPIT- Tak jarang, perilaku juru parkir yang memungut biaya bagi…

Kamis, 17 Januari 2019 16:33

Kotim Targetkan Sejuta Benih Ikan

SAMPIT – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan…

Kamis, 17 Januari 2019 15:28

Ohhhh Elpiji..Meski Keliling, Belum Tentu Dapat

SAMPIT – Elpiji ukuran 3 kilogram (kg) masih sulit dicari.…

Kamis, 17 Januari 2019 09:41

Dewan Ingin PBB Masyarakat Miskin Dihapuskan

SAMPIT-Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Rudianur  menyarankan agar pemerintah melihat…

Kamis, 17 Januari 2019 09:05

Syukurlah!!! Kasus DBD Menurun di Awal Tahun

SAMPIT— Dalam satu bulan terakhir, sejak sejak Desember 2018 hingga…

Kamis, 17 Januari 2019 09:03

Penerapan E-Parking, Pedagang PPM Bakal Diberi Tanda Khusus

SAMPIT- Rencana penerapan elektronik parkir (e-parking) di dalam kawasan Pusat…

Kamis, 17 Januari 2019 08:53

Adipura Lewati Puluhan Titik Penilaian, Ini Titik-titiknya

SAMPIT –Demi perjuangan meraih Piala Adipura, setidaknya ada 54 titik…

Kamis, 17 Januari 2019 08:41

Laksanakan KKN, 56 Mahasiswa STIE Sampit Siap Terjun Mengabdi ke Masyarakat

SAMPIT-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit kembali melaksanakan Kuliah…

Rabu, 16 Januari 2019 14:04

Dukcapil Bidik Kaum Pelajar untuk Hal Ini

SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*