MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 06 Februari 2019 12:14
Sempat Bersinar saat Demam Batu, Kini Mulai Meredup Lagi

Melihat Eksistensi Pengrajin Batu Kecubung di Sukamara

PENJUAL BATU PERHIASAN: Salah satu kios penjual perhiasan dengan berbagai jenis batu, termasuk Kecubung yang masih bertahan hingga saat ini di Kota Sukamara.( FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, Kota Sukamara berjuluk Kota Permata. Permata yang dimaksud tak lain adalah Batu Kecubung (amethyst). Batu mineral kuarsa ini beragam warna, tetapi yang lebih dikenal dengan warna ungu. Di pasaran dijual berbagai bentuk, harga berkisar puluhan ribu sampai puluhan juta rupiah, bergantung kualitas batu dan ukuran. 

Fauziannur, Sukamara 

JIKA bertandang ke Sukamara, umumnya yang dicari pertama kali oleh para pendatang adalah batu kecubung. Batu yang termasuk kelas batu mulia atau permata kelas 2 dengan kekerasan 7 pada skal Mohs tersebut selalu diburu sebagai cindera mata dari Sukamara. Namun sayang, keberadaannya tak lagi sebanyak era tahun 80-an.

Dulu, menemukan pengrajin batu mulia ini cukup mudah. Bahkan terdapat sebuah jalan yang hampir semua warganya bekerja sebagai pengrajin batu, sampai-sampai jalan tersebut dinamakan Jalan Kecubung.

Seiring sulitnya mencari bahan baku, peralihan lapangan pekerjaan warga, jumlah pengrajin pun sedikit demi sedikit berkurang, hingga saat ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Era 80-an, batu ini cukup dikenal di luar daerah seperti Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) hingga pulau Jawa. Saat era keemasan kayu di Kalimantan, kerajinan batu menjadi primadona mata pencaharian warga.

Kala itu, pengumpul batu cukup banyak, terutama dari Pontianak, Kalbar. Mereka selain datang sebagai pengangkut kayu, sekaligus membeli batu-batu hasil olahan tangan warga.

“Dulu penampungnya banyak dari Pontianak. Sekali jual bukan hitungan ratusan set, tetapi ribuan set. Harga jualnya cukup murah, sekitar tiga sampai lima ribu rupiah saja per set. Satu set batu terdiri dari mata cincin, mata kalung dan mata giwang,” terang Rusmani, salah seorang pengrajin batu.

Namun meredupnya era perkayuan menyebabkan jumlah pembeli berkurang. Apalagi bahan baku mulai sulit dicari, ditambah banyaknya perusahaan perkebunan mulai dibuka, sehingga banyak warga yang biasa bekerja pencari batu beralih pekerjaan dan sebagian bekerja di perusahaan perkebunan.

“Dulu bahan baku banyak dibeli dari Ajang, Lupu, Semantun, Nibung Terjun. Kualitas batu disana sangat bagus,” cerita Rusmani.

Sempat meredup puluhan tahun, mendadak kembali bersinar dikala masyarakat Indonesia demam batu sekitaran tahun 2015 silam. Pengrajin yang sebelumnya beralih pekerjaan mulai kembali menekuni keahlian lama mereka. Namun naik daunnya batu mulia ini tak bertahan lama. Demam batu mulai sembuh, pasar batu kecubung pun mulai dingin lagi.  

“Memang sekarang pembeli sudah berkurang, tetapi tidak sepi seperti sebelumnya. Masih ada pengrajinnya dan menjual ke luar Sukamara. Di Jawa masih banyak peminatnya dan harga tidak seperti musim batu. Sekarang sudah turun harga,” tambah Amat, pengrajin batu lainnya. (*/fm)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 17:44

Ribuan Kotak Suara Bergeser ke PPK

PANGKALAN BUN – Konsentrasi pengamanan kotak suara hasil pemilu di…

Jumat, 19 April 2019 17:41

RSSI Siagakan Tim Ahli Jiwa

PANGKALAN BUN – Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun…

Kamis, 18 April 2019 16:57

Surat Suara Kotim Nyasar ke Kobar, Kok Bisa???

PANGKALAN BUN - Surat suara DPRD Kotawaringin Timur nyasar ke…

Kamis, 18 April 2019 16:54

KPU Musnahkan Ribuan Surat Suara

PANGKALAN BUN – Komisi Pemilihan Umum (KPu) Kotawaringin Barat musnahkan…

Kamis, 18 April 2019 16:28

Duhhhh...!!!! Pemilu di Lamandau Menegangkan

NANGA BULIK – Pelaksanaan Pemilu 2019 di salah satu TPS…

Kamis, 18 April 2019 11:47

Bupati Bantu Korban Sambaran Petir

PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah kunjungi…

Kamis, 18 April 2019 11:45

Partisipasi Pemilih di Kobar Diyakini Meningkat

PANGKALAN BUN - Sebagai pemimpin daerah Bupati Kobar Hj Nurhidayah…

Rabu, 17 April 2019 16:29

Astaga..!!! Hanya Gara-Gara Cemburu, Orang Lain Dikeroyok

PANGKALAN BUN – Empat pemuda di Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar…

Rabu, 17 April 2019 15:36

Ayah Tiri Bejat Mulai Disidang, Eh..Dia Tolak Semua Dakwaan

NANGA BULIK - Kasus persetubuhan paksa ayah terhadap anak tirinya…

Rabu, 17 April 2019 14:57

"JEDERRRRRR" Petir Sambar Barak dan Rumah

PANGKALAN BUN – Satu rumah dan barakan di Jalan Abdul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*