MANAGED BY:
RABU
20 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Selasa, 12 Maret 2019 16:33
Oknum Sipir Lapas Diduga Aniaya Tahanan
MELAPOR: Tim kuasa hukum bersama orang tua AG ketika bertandang ke gedung biru Radar Sampit, menyampaikan informasi terkait dugaan penganiayaan yang dialami AG, tahanan titipan di Lapas Sampit, Senin (11/3).(FARID M/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Seorang oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit berisinial AR terancam dilaporkan ke pihak berwajib, karena diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang tahanan titipan.

Akibat penganiayaan tersebut, tahanan kasus dugaan asusila berinisial AG (15) warga Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kotawaringin Timur itu mengalami lebam di bagian wajah dan kepala.

MUR, orang tua AG menyerahkan kasus ini kepada kuasa hukum Mahdianur SH dan tim untuk mengawal dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu.

Mahdianur mengungkapkan kronologis kejadian berawal kliennya AG (15) yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap seorang perempuan yang berinisial YUL (16).

Keduanya berpacaran sejak malam tahun baru, dan terjadi hubungan badan yang dilakukan atas dasar suka sama suka pada 4 Februari 2019 di rumah si perempuan.

“Kemudian kejadian yang kedua (persetubuhan) kembali terjadi pada 8 Februari 2019 di rumah YUL, bahkan AG diajak masuk ke dalam kamar oleh si perempuan sendiri,” ujar Mahdianur.

Dalam kasus ini, kliennya dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur (Kotim) atas dugaan pelanggaran asusila Nomor: LP/72/II/2019/KALTENG/ RES KOTIM TANGGAL 21 FEBRUARI 2019, dengan diterapkan dugaan pasal 81 ayat (1) dan (2) atau pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Proses penyidikan terus berjalan guna melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap AG. Sebelumnya AG ditahan di Polres Kotim, kemudian pada tanggal 4 Maret 2019 dititipkan di Lapas Sampit.

“Pada Selasa 5 Maret 2019 pagi sekira pukul 08.00 WIB, AG menjadi korban penganiayaan serta penyiksaan yang dilakukan di dalam Lapas Sampit,” katanya.

Mahdianur mengungkapkan, kejadian itu (penganiayaan) diketahui ketika orang tua AG membesuknya di Lapas Sampit pada Rabu 6 Maret 2019 sekira pukul 10.30 WIB.

Orang tua AG kaget melihat bagian wajah, kepala muka dan belakang serta telinga anak mereka mengalami lebam seperti bekas penganiayaan.

“Kepada orang tuanya, AG mengaku dianiaya oknum sipir berisial AR. Penganiayaan terjadi di dalam pos,” katanya.

Ketika dibesuk, kata Mahdianur, kliennya menceritakan semua yang dialaminya. Hari Selasa itu AG dipanggil sipir AR ke pos, lalu AR berucap ‘Ikam (kamu) pelaku perkosaan ya’, setelah itu terjadilah penganiayaan.

AG dipukul berkali-kali di kepala bagian belakang, kemudian dipukul di bawah mata sebelah kanan berkali-kali, dan bagian mata sebelah atas, hingga kliennya jatuh tersungkur dengan posisi tengkurap.

“Kemudian kepala bagian belakang diinjak menggunakan sepatu berkali-kali sampai klien kami lupa untuk mengingatnya lagi, walaupun teriak-teriak keras kesakitan, tetap tidak diperdulikan oleh oknum tersebut,” ujar Mahdianur berdasarkan cerita orang tua AG.

Terkait kasus ini, Mahdianur SH bersama tim sebagai kuasa hukum AG berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tertanggal 5 Maret 2019 memohon kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat agar kiranya dapat dengan segera memberikan perlindungan serta menindak oknum sipir yang telah melakukan penganiayaan.

“Kami berencana melaporkan kejadian yang dialami AG ke pihak berwajib. Kami juga melapor ke Kemenkum HAM,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Lapas Sampit Agus Dwirijanto saat dikonfirmasi Radar Sampit membenarkan kejadian tersebut (penganiayaan). Pihaknya pun sudah melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada Sabtu (9/3) lalu.

“Benar. Sudah Kami BAP Sabtu kemarin, saat ini masih menunggu hasil keputusan dari Kemenkum HAM pusat, karena yang berhak memutuskan pihak Jakarta,” kata Agus Dwirijanto.

Namun, dia tidak dapat memastikan kapan dan berapa lama hasil keputusan dari pusat disampaikan.

“Saya tidak bisa pastikan dan yang bersangkutan (sipir) saat ini masih bekerja seperti biasa,” pungkasnya.  (hgn/sir/fm)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 21:22

RSUD dr Murjani Siap Tampung Caleg Stres

SAMPIT-  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit siap…

Selasa, 19 Maret 2019 15:08

Imigrasi Kukuhkan Tim Pora Kecamatan

SAMPIT – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)…

Selasa, 19 Maret 2019 14:57

Ketika Kurniawan dan Rico Ceper "Merumput" di Sampit

SAMPIT- Riuh suara alat musik yang dimainkan para suporter bola…

Selasa, 19 Maret 2019 09:01

Sirkuit Roadrace Ditarget Selesai 2020

SAMPIT— Proses Pembangunan sirkuit roadrace oleh Pemerintah Kabupaten  Kotawaringin Timur…

Selasa, 19 Maret 2019 08:53

Akhirnya... Pasar Rakyat Mentaya segera Digunakan

SAMPIT- Setelah sekian lama menganggur, akhirnya bangunan Pasar Rakyat Mentaya…

Selasa, 19 Maret 2019 08:49

Sinergi KPPN Sampit Membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

KPPN Sampit sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara di daerah memiliki…

Senin, 18 Maret 2019 09:36

Bank Kateng Ramaikan Sampit Expo 2019

SAMPIT – Untuk kesekian kalinya Bank Kalteng Cabang Sampit berpatisipasi…

Senin, 18 Maret 2019 09:12

Perekaman KTP-el Capai 95 Persen

SAMPIT— Upaya perekaman KTP elektronik (KTP-el) terus dilakukan oleh Dinas Kependudukan…

Senin, 18 Maret 2019 09:06

Kawasan Pasar Rakyat Mentaya Mulai Ditertibkan

SAMPIT-Pemkab Kotim melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin),   bersinergi…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:08

ADUHHHHH...!!!! USBNBK Perdana Terganggu Kendala Teknis

SAMPIT – Jum’at, 15 Maret 2019 kemarin,  hari pertama pelaksanaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*