MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Sabtu, 13 April 2019 14:46
Penyebab Kematian Ikan masih Misteri

PT SAL Bantah Buang Limbah ke Sungai

DISELIDIKI: Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lamandau mengambil sampel untuk uji laboratorium, guna mengungkap penyebab kematian ikan-ikan di Sungai Kujan, Jumat (12/4).(RIA MEKAR/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, NANGA BULIK – Penyebab kematian ribuan ikan di Sungai Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau masih menjadi misteri. Penelusuran yang dilakukan pihak terkait masih belum menemukan titik terang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Lamandau Sunarto,  bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Eldy akhirnya turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyebab kematian ikan-ikan di sungai tersebut.

”Kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu, agar diketahui apa penyebab kematiannya,” ungkap Sunarto, Jumat (12/4).  Sejumlah petugas Distankan yang datang ke lokasi itu,  mengambil sampel ikan yang mati dan air sungai.

Menurutnya Sunarto, sampel tersebut akan langsung dibawa ke laboratorium di Pangkalan Bun untuk diperiksa. Pemeriksaan akan menyasar terkait kandungan Oksigen, Ph air, kecerahan, dan kandungan Fe, H2s, serta Co2.

“Saya sekarang belum bisa memberi statemen terkait penyebabnya kematian ikan-ikan ini, karena harus dilakukan uji lab dulu, hari ini langsung kita bawa ke Pangkalan Bun,” katanya.

Dijelaskan Sunarto, banyak kemungkinan yang bisa penyebab kematian ikan, selain akibat bahan kimia, salah satunya akibat cuaca ekstrim. Apalagi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari ini rata-rata suhunya mencapai 38 derajat celcius lebih, kemudian tiba-tiba turun hujan yang diduga menyebabkan suhu berubah dengan cepat. Sehingga banyak jenis ikan permukaan yang mati, yakni ikan yang tidak tahan dengan perubahan suhu secara drastis.

Sementara itu, Mill Manager pabrik PT SAL saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa laporan masyarakat mengenai kematian ikan di sungai yang kebetulan paling dekat dengan lokasi pabrik mereka tersebut telah menjadi perhatian serius pihak manajemen. Karena mereka menyadari, pabrik milik perusahaan yang terdekat dengan sungai yang dimaksud adalah PT SAL. Walaupun sesungguhnya sejak pertama kali operasional sampai sekarang limbah pabrik masih ditampung dalam kolam-kolam dan belum ada yang dibuang ke sungai.

”Setelah menerima laporan kita sudah cek secara langsung kolam limbah kita, tidak ada kebocoran. Di sungai juga kita periksa tidak ada lagi ikan baru yang mati, masih banyak ikan hidup dan masih ada nelayan/pemancing yang mencari ikan di lokasi dekat waduk dan kolam limbah pabrik kami,” ungkap Berto, Mill Manager PT SAL.

Sementara ini pihaknya memperkirakan,  kematian ikan tersebut adalah akibat dari pukat masyarakat. Sebab biasanya yang diambil dari pukat hanya ikan besar, sementara ikan-ikan kecil yang kurang bernilai ekonomis dibuang kembali.

”Kita komitmen menjalankan aturan dan limbah kita juga rutin dilakukan pemeriksaan. Baik secara internal maupun oleh pemerintah daerah melalui DLHK kabupaten. Tidak mungkin kami membiarkan masalah seperti ini yang sampai berisiko mengganggu operasional perusahaan,” tegasnya. 

Dan sebagai tindak lanjut untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari, pihaknya akan memasang papan peringatan di sungai terkait larangan menggunakan bahan berbahaya untuk menangkap ikan seperti bom, racun ataupun setrum yang dapat merusak ekosistem sungai. (mex/sla/gus)

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:10

57 Jamaah Calon Haji Diberangkatkan

<p>PANGKALAN BUN- Sebanyak 57 orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*