MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Minggu, 21 April 2019 23:01
INGATTT..!!!! Jangan Beri Uang ke Gepeng!
DIAMANKAN: Anggota Satpol PP Kota Palangka Raya mendata beberapa gelandangan, gepeng, dan anak punk, setelah terjaring dalam sebuah razia, beberapa waktu lalu.(DOK/RADAR PALANGKA)

PROKAL.CO, PALANGKARAYA – Masyarakat Kota Palangka Raya diminta tak memberikan uang kepada para gelandangan dan pengemis (gepeng). Hal itu untuk mencegah kian suburnya praktik tersebut.

”Kadang rasa keprihatinan mendorong kita memberikan uang kepada mereka dan kita pahami itu. Namun, dengan sikap seperti itu, bukannya mereka berhenti mengemis, namun justru membuat kegiatan itu jadi mata pencaharian mereka dan menyuburkannya,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Ahmad Fauliansyah, Sabtu (20/4).

Ahmad Fauliansyah menuturkan, menjelang Ramadan, tren pengemis biasanya akan meningkat dengan drastis. Meskipun Palangka Raya telah memiliki peraturan daerah terkait itu, hingga kini penerapannya di lapangan belum maksimal.

”Penindakan jelas tetap kami lakukan, namun secara persuasif. Karena kami tidak bisa melakukan penindakan secara represif dan tegas. Itu bukan kewenangan kami. Namun, kami terus berkoordinasi dengan Satpol PP yang memiliki hak dalam penegakan perda ini. Keterbatasan penganggaran dalam penindakan dan menegakkan perda ini menjadi kendala kami,” ujarnya.

Gepeng yang banyak berkeliaran di Palangka Raya, lanjutnya, merupakan gepeng kiriman dari wilayah lain. Anak-anak punk yang kerap mengamen dan meminta uang, biasanya berasal dari wilayah Kalimantan Selatan yang hanya berdiam 2 atau 3 hari, lalu kembali ke daerahnya.

”Kami selalu tindak mereka dan mengembalikan ke tempat asal. Namun, selalu kembali ke sini. Itu karena sikap masyarakat sendiri yang menyuburkan keberadaan mereka dengan memberikan uang. Untuk memutusnya, jangan berikan uang kepada mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya memperhatikan banyaknya gepeng. Masyarakat hendaknya jangan memberikan uang kepada gepeng, terlebih ketika yang menjadi gepeng kondisinya masih produktif bekerja.

”Sebenarnya tidak ada salahnya memberikan uang ke mereka, namun itu harus dilihat juga, apakah gepeng ini orang kota atau dari luar. Serta benar-benar orang yang tak mampu,” pungkasnya. (agf/ign)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 16:45

ASTAGA..Lagi.. Lagi... Pembakaran Sampah Hanguskan Rumah

PALANGKA RAYA – Kebakaran akibat pembakaran sampah kembali terulang. Sebuah…

Selasa, 16 Juli 2019 16:41

Kemiskinan di Kalteng Masih Terpusat di Desa, Ini Sebabnya...

PALANGKA RAYA – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah (Kalteng)…

Selasa, 16 Juli 2019 15:36

Pedagang Hewan Musiman di Pangkalanbun Mulai Bermunculan

PANGKALAN BUN – Sejumlah lapak penjual kambing dan sapi untuk…

Selasa, 16 Juli 2019 11:43

Kalteng Putra Optimistis Curi Poin dari Maung Bandung

BANDUNG – Meski menghadapi Persib Bandung yang bertabur bintang di…

Selasa, 16 Juli 2019 10:44

INGAT YA..!!! MPLS Harus Bebas dari Perpeloncoan

KUALA KURUN – Saat ini, seluruh peserta didik dari jenjang…

Selasa, 16 Juli 2019 10:43

Kejari Gumas Musnahkan Sabu hingga Senjata Api

KUALA KURUN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunung Mas (Gumas) melakukan…

Selasa, 16 Juli 2019 10:37

Pemkot Dukung Pengembangan UMKM

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar pameran produk…

Selasa, 16 Juli 2019 10:35

Dorong Sarjana Ekonomi Tingkatkan Perekonomian

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta…

Senin, 15 Juli 2019 14:55

Habiskan Rp 11,6 Miliar, Bisa Tampung 15 Ribu Penonton

Untuk pertama kalinya Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki lapangan sepak bola…

Senin, 15 Juli 2019 14:51

Bakar Sampah Membawa Petaka, Rumah Kayu Ludes Terbakar

PALANGKA RAYA – Pembakaran tumpukan sampah di Jalan Menteng III,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*