MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Jumat, 10 Mei 2019 14:10
Elpiji Melon Melambung Tinggi, Pangkalan Diduga Utamakan Pengecer
SIDAK ; Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat sidak ke salah satu pangkalan elpiji bersubsidi. Di lokasi itu Wabup mendapati salah seorang pembeli yang memborong tabung elpiji bersubsidi yang diduga akan dijual lagi.(RIA MEKAR/RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, NANGA BULIK – Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik di bulan Ramadan ini. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kenaikan harga di luar batas kewajaran. Salah satunya elpiji ukuran tiga kilogram

“Hasil penelusuran, pasokan elpiji bersubsidi atau tabung tiga kilogram saat ini sudah lancar. Pasokan rutin datang setiap lima hari sekali. Tapi di lapangan, warga masih mengeluhkan mahalnya harga elpiji bersubsidi ini,” kata Wabup Lamandau, Riko Porwanto, Kamis (9/5)

Dari laporan yang masuk, lanjutnya, harga elpiji tabung melon tersebut dijual secara ecer di warung-warung dengan harga paling murah Rp 50 ribu per tabung, bahkan di pedalaman bisa tembus Rp 60 ribu per tabung. Sementara di pangkalan, elpiji bersubsidi tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 30 - 35 ribu per tabung

Wabup menegaskan bahwa sesuai ketentuan titik bagi terakhir elpiji tabung bersubsidi adalah di pangkalan. Sehingga semestinya tidak boleh dijual di warung - warung yang bukan pangkalan elpiji. Karena sebagai barang bersubsidi, maka ada aturan khusus yang mengaturnya mulai dari alur distribusi sampai dengan siapa yang berhak menerima atau membeli.

“PNS tidak boleh pakai elpiji bersubsidi. Kalau ada PNS yang beli jangan dilayani,” pesannya.

Wabup mengungkapkan bahwa pangkalan menerima harga dari agen sebesar Rp 12.750 per tabung. Dan harga jualnya adalah harga modal ditambah biaya angkut dan keuntungan pangkalan, yang menurut Wabup mestinya bisa kurang dari Rp 25 ribu per tabung.

Namun menurut keterangan salah satu pangkalan di Desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, harga yang diterima dari agen sebesar Rp 19 ribu per tabung (mencakup biaya angkut). Dan ia menjualnya kepada warga dengan harga Rp 30 ribu per tabung.

“Mestinya tidak boleh lagi ada warung yang menjual eceran selain pangkalan. Agar masyarakat miskin yang sesuai ketentuan berhak menggunakan gas bersubsidi tersebut  tidak tercekik dengan harga pasaran yang melambung hampir 200 persen,” tegasnya.

Karena maksud pemerintah memberikan elpiji bersubsidi ini adalah untuk membantu masyarakat miskin. Sehingga penyalurannya perlu diawasi dengan ketat agar tepat sasaran.

“Setelah ini pemerintah akan menggelar rapat dengan agen dan pangkalan. Untuk mengatasi permasalahan penyaluran elpiji bersubsidi di masyarakat, jika memang ada pelanggaran yang terjadi kita harap ada tindakan tegas dari aparat,” katanya.

Sementara itu, Amat, salah seorang warga Nanga Bulik, mengaku bahwa selama ini warga cukup kesulitan untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram dengan harga normal. Warung-warung biasa menjualnya dengan harga Rp 55 ribu per tabung .

“Kalau datang ke pangkalan kita sering ditolak, alasannya selalu habis. Mungkin mereka lebih mengutamakan jual ke pedagang karena untung besar,” ungkapnya. (mex/sla)

 

 


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 14:33

Berebut Tiket Pilkades Serentak ,Puluhan Calon Kades Diuji

PANGKALAN BUN – Jalan panjang harus dilalui 32 bakal calon…

Senin, 15 Juli 2019 10:12

Pemuda Ditutut Berperan Dalam Pembangunan

NANGA BULIK- Pemuda masa kini harus lebih siap menghadapi perkembangan…

Senin, 15 Juli 2019 10:08

Bupati Minta ASN Beli Beras Lokal

SUKAMARA – Bupati Sukamara Windu Subagio mengeluarkan gagasan agar para…

Senin, 15 Juli 2019 10:06

Menanti Tersambungnya Jembatan Jelai, Penghubung Kalteng dan Kalbar

SUKAMARA - Terbukanya akses jalan lintas provinsi antara Kalimantan Tengah…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:53

Kobar Bangun Daerah Tertinggal dengan TMMD

PANGKALAN BUN- Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler…

Sabtu, 13 Juli 2019 09:12

INNALILLAH!!!! Karyawan Sawit Tewas di Kolam Limbah

PANGKALAN BUN- Kecelakaan kerja terjadi di Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan…

Jumat, 12 Juli 2019 16:11

Aktif Ikuti Maraton Nasional dan Internasional

Komunitas lari Kobar Runners ini semakin eksis. Tidak hanya jumlah…

Jumat, 12 Juli 2019 15:51

Membangun Daerah Tertinggal dengan Program TMMD

PANGKALAN BUN- Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler…

Jumat, 12 Juli 2019 15:47

Rumah dan Gudang Jadi Arang

PANGKALAN BUN- Sebuah rumah di RT 1 Desa Sumber Agung,…

Jumat, 12 Juli 2019 14:50

Bank Kalteng Persembahkan Lemari Es dan Sepeda, SIAPA MAU????

SAMPIT – Tak mau ketinggalan, Bank Kalteng Cabang Sampit juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*