MANAGED BY:
RABU
17 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Jumat, 12 Juli 2019 09:21
Waspadai Ispa dan Diare
BERASAP : Sejumlah warga Kota Sampit beraktivitas menggunakan masker di tengah terpaan kabut asap akibat karhutla saat musim kemarau tahun lalu. Diharapkan kondisi ini tidak terulang lagi saat kemarau tahun ini.(DOK. USAY NOR RAHMAD/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT-- Musim kemarau saat ini masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penyakit musiman, serta meningkatkan kondisi kesehatan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto,  kondisi saat ini sangat dapat memicu penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) dan diare. Sebab pada saat kemarau beberapa daerah mengalami kesulitan air bersih, serta kualitas udara yang menurun akibat asap pembakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Dikatakannya pula, saat ini kondisi cuaca pada malam dan pagi hari sudah terlihat kabut asap. Bahkan bau asapnya juga sudah cukup tercium, sehingga dapat berbahaya dan menimbulkan penyakit. Terutama bagi orang yang memiliki elergi udara.

”Gunakan masker jika memang alergi dengan udara. Batasi beraktivitas di luar rumah terlebih pada malam dan pagi hari. Sebab pada saat jam tersebut asap kebakaran lahan cukup terasa," imbuh Faisal.

Disampaikannya pula, saat ini kualitas udara pada siang dan sore di Kota Sampit dan sekitarnya masih cukup baik,  kendati cuacanya sangat terik, dan membuat kondisi di luar ruangan cukup berdebu. Disarankannya juga agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah bisa menggunakan masker.

"Penyakit diare juga harus diwaspadai, terutama di daerah yang kekeringan air. Sebab biasanya akan terjadi peningkatan penyakit diare, karena sulitnya masyarakat mendapatkan pasokan air bersih," tambah Faisal.

Menurutnya desa di wilayah selatan Kotim yang harus cukup diwaspadai. Sebab wilayah selatan menjadi salah satu daerah yang sering mengalami kekeringan pada saat kemarau seperti saat ini. Selain itu masyarakat juga harus melakukan antisipasi dengan memperhatikan kondisi air untuk dikonsumsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari.

”Air harus bersih jika untuk konsumsi. Kapan perlu air harus direbus terlebuh dahulu jika tidak menggunakan air kemasan. Sebab kualitas air sangat berpengaruh terhadap penyakit diare," pungkas dr Faisal. (dc/gus)      


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:13

Siap-Siap..!! Karhutla Mulai Melanda Kalteng

PANGKALAN BUN- Kasus kebakaran hutan dan lahan mulai bermunculan di…

Rabu, 17 Juli 2019 09:13

Cihuyyyy..!!! Bappenda dan BPKAD Siap Dukung Jalan Sehat Kemerdekaan

SAMPIT-  Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotawaringin Timur mendukung kegiatan …

Rabu, 17 Juli 2019 08:23

Cozy Abbbisss.!!!! Raflesia KTV & Lounge Reborn

SAMPIT – Kota Sampit mengalami kemajuan yang begitu pesat, roda…

Rabu, 17 Juli 2019 08:18

Feri Penyeberangan di Sampit Dibekali Life Jacket

SAMPIT- Mengacu undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, a…

Selasa, 16 Juli 2019 12:19

HUT ke-51, BPJS Kesehatan Terus Berinovasi

SAMPIT – Tanggal 14 Juli menjadi hari istimewa bagi BPJS…

Selasa, 16 Juli 2019 12:15

Feri Penyeberangan Bakal Gunakan LCT

SAMPIT--Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat,…

Selasa, 16 Juli 2019 12:00

Sejumlah Nama Bakal Calon Ketua NU Kotim Bermunculan

SAMPIT – Nahdlatul Ulama Cabang Kotawaringin Timur akan menyelenggarakan Konferensi…

Senin, 15 Juli 2019 15:03

CFD Harus Steril dari Kendaraan dan Pedagang

SAMPIT – Kawasan Taman Kota Sampit menjadi zona car free…

Senin, 15 Juli 2019 14:22

Lombok Naik, Bawang Mulai Turun

SAMPIT – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Sampit…

Senin, 15 Juli 2019 10:16

Pemkab Kotim Persiapkan Akses Jalan Baru di Baamang

SAMPIT-- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya membenahi jalan…