MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 Februari 2017 11:06
GAWAT!!! Sinyal Bencana Asap Mengancam Lagi

Mulai Terjadi Kebakaran Lahan, Kabut Tipis Selimuti Sampit

MULAI TERJADI: Kebakaran lahan di perbatasan Kelurahan Kasongan Lama dan Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Rabu (8/2) lalu. Belakangan ini, kabut asap tipis mulai menyelimuti Sampit yang diduga kiriman dari kebakaran lahan di luar kota.(DOK.ANGGRA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KABUPATEN Kotawaringin Timur (Kotim) mampu melewati tahun 2016 tanpa tragedi tahunan, yakni kabut asap. Tahun ini, tragedi seperti 2015 lalu terancam terulang jika semua pihak tak siaga sejak dini. Apalagi kebakaran lahan mulai terjadi.

===============

Heri memacu motornya dengan kecepatan sedang dari arah Bagendang, sore kemarin. Tak seperti biasanya, hidungnya mencium sesuatu yang agak menyengat, yakni asap hasil pembakaran. Saat melintasi Desa Pelangsian, asap tersebut kian menyengat.

”Hari ini beda dari biasanya. Ada kabut asap meski tak pekat. Mungkin dari kebakaran lahan,” ujarnya.

Dugaan Heri tak salah. Informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Jumat (10/2), di Kotim terdeteksi tiga titik panas yang diduga kebakaran lahan. Sebarannya meliputi; 2 titik di Kecamatan Antang Kalang dan 1 titik di Bukit Santuai.

Secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah terdapat 9 titik panas. Titik panas terbanyak muncul di Kabupaten Katingan, yaitu sebanyak 6 titik panas. ”Ya, beberapa hari ini memang tidak pernah turun hujan lagi.Mungkin ini yang membuat kebakaran mulai marak," kata Izai, warga Sampit.

Parahnya lagi, asap mulai menyaput Kota Sampit. Aroma asam mulai tercium, terutama saat malam hari. Namun, tidak merata, hanya di kawasan tertentu. Kebakaran lahan tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman Kotim. Namun, sejumlah kawasan di dalam kota. Kondisi itu membuat warga khawatir.

”Sampit sudah berkabut. Bahaya ini kalau dibiarkan. Bencana asap seperti dua tahun silam bisa terulang lagi," kata Rahmad, warga lainnya.

Tragedi yang mengintai itu disadari aparatur pemerintah dan aparat berwenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), delapan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), sepakat sama-sama mengantisipasi kebakaran, baik skala kecil maupun besar.

Di wilayah selatan Kotim, terdapat empat kecamatan yang dianggap paling berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama kemarau. Sebab, luasan lahan gambut mencapai ribuan hektare dan belum termasuk dalam kawasan HPH. Keempat kecamatan itu, yakni Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara (MHU), dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Camat MHS Syarudin mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla sangat bermanfaat bagi kelurahan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, karena tujuannya menambah pengetahuan dasar untuk mencegah kebakaran di wilayah masing-masing.

”Delapan desa dan dua kelurahan telah sepakat bersama-sama mempersiapkan semua keperluan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla ini,” ujarnya, Kamis (9/2).

Langkah yang bakal dipersiapkan, menurut Syahrudin, desa dan kelurahan akan membangun posko. Apabila terjadi kebakaran lahan di salah satu desa, desa lain dan kelurahan akan sama-sama membantu dengan mengirimkan masing-masing dua orang perwakilan untuk melakukan penanggulangan bencana tersebut.

”Kami harapkan masyarakat peduli karena dampak yang ditimbulkan begitu luas. Bukan hanya lahan terbakar, tapi kesehatan juga akan terganggu. Kita juga mengharapkan dengan terbentuknya tim tersebut, ke depannya tidak terjadi lagi karhutla di Kecamatan MHS ini,” tandasnya. (oes/ign)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 12:51

Kisah Ali dan Tri di Balik Jeruji Besi

Ketika hari mulai gelap, nyamuk datang, angin semilir bertiup membawa dingin. Ali dan Tri menempelkan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:49

LAGI!!! Kejari Kotim ”Seret” Mantan Kades ke Penjara

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Sampit seolah mengirim pesan tak tertulis bagi 77 kepala desa yang baru…

Rabu, 13 Desember 2017 12:21

NAH KAM!!! Sebelas PSK Dikembalikan Lagi ke Sampit

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur segera merespon perpindahan pekerja seks…

Rabu, 13 Desember 2017 12:19

MENGEJUTKAN!!! Pecandu Zenith Ini Ungkap Seluk Beluk Perdagangan Pil Setan

SAMPIT – Setelah pihak Polres Kotawaringin Timur berhasil menggagalkan pengiriman dua truk berisi…

Rabu, 13 Desember 2017 12:05

WALAH!!! Ditegur karena Bawa Cewek, Dua Siswa Ini Bacok Tetangganya

KASONGAN – Darah muda dua remaja di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, membawa petaka.…

Selasa, 12 Desember 2017 11:20

GILA!!! Barangnya Sudah Mahal, Stok Kosong, Pil Setan Masih Diburu

SAMPIT – Konsumen Zenith di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berupaya memburu obat keras…

Senin, 11 Desember 2017 16:29

MENGINSPIRASI!!! Legenda Persebaya Ini Menetap di Sampit, Mengabdi untuk Sepak Bola hingga Tua

Namanya berkibar saat membela Persebaya puluhan tahun silam. Di usianya yang kian senja, Didik Nurhadi…

Senin, 11 Desember 2017 16:12

Sengkarut Polemik Uang Rp 65 Miliar CU EPI, Jejak Hitam Dana Simpanan (2)

LAPORAN TAMAMU RONY Ditopang Anggota Sejak pertama didirikan, secara nasional Credit Union yang merupakan…

Senin, 11 Desember 2017 13:05

Sengkarut Polemik Uang Rp 65 Miliar CU EPI, Jejak Hitam Dana Simpanan (1)

Dana sebesar Rp 65 miliar yang tertanam dalam Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit lenyap…

Senin, 11 Desember 2017 11:11

MIRIS!!! Banyak Atlet Potensial, Malah Berjuang untuk Daerah Lain

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan diminta perhatikan kesejahteraan hingga masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .