MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 Februari 2017 11:06
GAWAT!!! Sinyal Bencana Asap Mengancam Lagi

Mulai Terjadi Kebakaran Lahan, Kabut Tipis Selimuti Sampit

MULAI TERJADI: Kebakaran lahan di perbatasan Kelurahan Kasongan Lama dan Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Rabu (8/2) lalu. Belakangan ini, kabut asap tipis mulai menyelimuti Sampit yang diduga kiriman dari kebakaran lahan di luar kota.(DOK.ANGGRA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KABUPATEN Kotawaringin Timur (Kotim) mampu melewati tahun 2016 tanpa tragedi tahunan, yakni kabut asap. Tahun ini, tragedi seperti 2015 lalu terancam terulang jika semua pihak tak siaga sejak dini. Apalagi kebakaran lahan mulai terjadi.

===============

Heri memacu motornya dengan kecepatan sedang dari arah Bagendang, sore kemarin. Tak seperti biasanya, hidungnya mencium sesuatu yang agak menyengat, yakni asap hasil pembakaran. Saat melintasi Desa Pelangsian, asap tersebut kian menyengat.

”Hari ini beda dari biasanya. Ada kabut asap meski tak pekat. Mungkin dari kebakaran lahan,” ujarnya.

Dugaan Heri tak salah. Informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Jumat (10/2), di Kotim terdeteksi tiga titik panas yang diduga kebakaran lahan. Sebarannya meliputi; 2 titik di Kecamatan Antang Kalang dan 1 titik di Bukit Santuai.

Secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah terdapat 9 titik panas. Titik panas terbanyak muncul di Kabupaten Katingan, yaitu sebanyak 6 titik panas. ”Ya, beberapa hari ini memang tidak pernah turun hujan lagi.Mungkin ini yang membuat kebakaran mulai marak," kata Izai, warga Sampit.

Parahnya lagi, asap mulai menyaput Kota Sampit. Aroma asam mulai tercium, terutama saat malam hari. Namun, tidak merata, hanya di kawasan tertentu. Kebakaran lahan tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman Kotim. Namun, sejumlah kawasan di dalam kota. Kondisi itu membuat warga khawatir.

”Sampit sudah berkabut. Bahaya ini kalau dibiarkan. Bencana asap seperti dua tahun silam bisa terulang lagi," kata Rahmad, warga lainnya.

Tragedi yang mengintai itu disadari aparatur pemerintah dan aparat berwenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), delapan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), sepakat sama-sama mengantisipasi kebakaran, baik skala kecil maupun besar.

Di wilayah selatan Kotim, terdapat empat kecamatan yang dianggap paling berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama kemarau. Sebab, luasan lahan gambut mencapai ribuan hektare dan belum termasuk dalam kawasan HPH. Keempat kecamatan itu, yakni Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara (MHU), dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Camat MHS Syarudin mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla sangat bermanfaat bagi kelurahan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, karena tujuannya menambah pengetahuan dasar untuk mencegah kebakaran di wilayah masing-masing.

”Delapan desa dan dua kelurahan telah sepakat bersama-sama mempersiapkan semua keperluan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla ini,” ujarnya, Kamis (9/2).

Langkah yang bakal dipersiapkan, menurut Syahrudin, desa dan kelurahan akan membangun posko. Apabila terjadi kebakaran lahan di salah satu desa, desa lain dan kelurahan akan sama-sama membantu dengan mengirimkan masing-masing dua orang perwakilan untuk melakukan penanggulangan bencana tersebut.

”Kami harapkan masyarakat peduli karena dampak yang ditimbulkan begitu luas. Bukan hanya lahan terbakar, tapi kesehatan juga akan terganggu. Kita juga mengharapkan dengan terbentuknya tim tersebut, ke depannya tidak terjadi lagi karhutla di Kecamatan MHS ini,” tandasnya. (oes/ign)


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 12:05

WAH GAWAATTTT!!!! Sampit Terancam Jadi Kota Sampah

SAMPIT – Diam-diam internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim menyimpan konflik.  …

Selasa, 25 April 2017 15:23

Istri Hantamkan Palu ke Kepala Suami, Alasannya Bikin Nyesek..

MUARA TEWEH – Penyesalan memang selalu datang terlambat, seperti yang dialami Rusmiati (40). Teryata…

Selasa, 25 April 2017 15:16

YA TUHAN!!! Dua Maling Nyonyor Dihajar Massa, Untung Cuma Motornya yang Dibakar

SAMPIT – Dua pemuda asal Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, nekad mengambil helm yang ditaruh pemiliknya…

Senin, 24 April 2017 09:12

AWAS!!!! Perusahaan Besar Swasta Dilarang Keruk Galian C

SAMPIT – Sejumlah perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur melakukan aktivitas tambang galian…

Sabtu, 22 April 2017 15:03

Bangun Pagi-Pagi eh Ariel NOAH Lihat yang Ginian di Sampit

SAMPIT- Grup band NOAH akan menggelar konsernya malam ini di Stadion 29 Nopember Sampit. Mereka telah…

Sabtu, 22 April 2017 00:20

NGERIII…Gara-Gara Perang Mulut, Suami Cabut Nyawa Istri

MUARA TEWEH – Memilukan bagi keluarga Anggi Lestari (18), warga Desa Inu Kecamatan Lahei. Wanita…

Sabtu, 22 April 2017 00:16

JANGAN KETINGGALAN!!! Konser NOAH Gratis, Bakal ”Getarkan” Sampit

SAMPIT – Grup band NOAH siap menggetarkan Stadion 29 Nopember Sampit. Grup band papan atas di…

Jumat, 21 April 2017 10:56

Oo..o. Pungli SKT, Kades di Seruyan Kena OTT

KUALA PEMBUANG – Urusan administrasi pertanahan tampaknya menjadi lahan subur pungutan liar (pungli).…

Kamis, 20 April 2017 22:19
Potret Anak Pedalaman Menempuh Pendidikan

Menggugat Kesenjangan, Jalan Panjang Pemerataan

Kopi hangat siang itu, Senin (3/4), menghalau dingin dan kantuk yang menyerang di tengah hunjaman hujan…

Kamis, 20 April 2017 22:12
Potret Anak Pedalaman Menempuh Pendidikan

Bangku Usang Penjaga Harapan

Lebarnya kesenjangan masih menjadi hantu pendidikan. Di tengah keterbatasan, anak-anak pedalaman berjuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .