MANAGED BY:
JUMAT
23 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 Februari 2017 11:06
GAWAT!!! Sinyal Bencana Asap Mengancam Lagi

Mulai Terjadi Kebakaran Lahan, Kabut Tipis Selimuti Sampit

MULAI TERJADI: Kebakaran lahan di perbatasan Kelurahan Kasongan Lama dan Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Rabu (8/2) lalu. Belakangan ini, kabut asap tipis mulai menyelimuti Sampit yang diduga kiriman dari kebakaran lahan di luar kota.(DOK.ANGGRA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KABUPATEN Kotawaringin Timur (Kotim) mampu melewati tahun 2016 tanpa tragedi tahunan, yakni kabut asap. Tahun ini, tragedi seperti 2015 lalu terancam terulang jika semua pihak tak siaga sejak dini. Apalagi kebakaran lahan mulai terjadi.

===============

Heri memacu motornya dengan kecepatan sedang dari arah Bagendang, sore kemarin. Tak seperti biasanya, hidungnya mencium sesuatu yang agak menyengat, yakni asap hasil pembakaran. Saat melintasi Desa Pelangsian, asap tersebut kian menyengat.

”Hari ini beda dari biasanya. Ada kabut asap meski tak pekat. Mungkin dari kebakaran lahan,” ujarnya.

Dugaan Heri tak salah. Informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Jumat (10/2), di Kotim terdeteksi tiga titik panas yang diduga kebakaran lahan. Sebarannya meliputi; 2 titik di Kecamatan Antang Kalang dan 1 titik di Bukit Santuai.

Secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah terdapat 9 titik panas. Titik panas terbanyak muncul di Kabupaten Katingan, yaitu sebanyak 6 titik panas. ”Ya, beberapa hari ini memang tidak pernah turun hujan lagi.Mungkin ini yang membuat kebakaran mulai marak," kata Izai, warga Sampit.

Parahnya lagi, asap mulai menyaput Kota Sampit. Aroma asam mulai tercium, terutama saat malam hari. Namun, tidak merata, hanya di kawasan tertentu. Kebakaran lahan tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman Kotim. Namun, sejumlah kawasan di dalam kota. Kondisi itu membuat warga khawatir.

”Sampit sudah berkabut. Bahaya ini kalau dibiarkan. Bencana asap seperti dua tahun silam bisa terulang lagi," kata Rahmad, warga lainnya.

Tragedi yang mengintai itu disadari aparatur pemerintah dan aparat berwenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), delapan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), sepakat sama-sama mengantisipasi kebakaran, baik skala kecil maupun besar.

Di wilayah selatan Kotim, terdapat empat kecamatan yang dianggap paling berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama kemarau. Sebab, luasan lahan gambut mencapai ribuan hektare dan belum termasuk dalam kawasan HPH. Keempat kecamatan itu, yakni Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara (MHU), dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Camat MHS Syarudin mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla sangat bermanfaat bagi kelurahan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, karena tujuannya menambah pengetahuan dasar untuk mencegah kebakaran di wilayah masing-masing.

”Delapan desa dan dua kelurahan telah sepakat bersama-sama mempersiapkan semua keperluan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla ini,” ujarnya, Kamis (9/2).

Langkah yang bakal dipersiapkan, menurut Syahrudin, desa dan kelurahan akan membangun posko. Apabila terjadi kebakaran lahan di salah satu desa, desa lain dan kelurahan akan sama-sama membantu dengan mengirimkan masing-masing dua orang perwakilan untuk melakukan penanggulangan bencana tersebut.

”Kami harapkan masyarakat peduli karena dampak yang ditimbulkan begitu luas. Bukan hanya lahan terbakar, tapi kesehatan juga akan terganggu. Kita juga mengharapkan dengan terbentuknya tim tersebut, ke depannya tidak terjadi lagi karhutla di Kecamatan MHS ini,” tandasnya. (oes/ign)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 00:12

DASAR MALING!!! Karyawan JNE Embat Barang Konsumen, Diganti Barang Semurah Ini

PALANGKA RAYA – Enam pengawai JNE terpaksa berurusan dengan kepolisian. Mereka dibekuk lantaran…

Rabu, 21 Juni 2017 09:19

PARAH!!! Simpan Ribuan Charnophen, Kai Diborgol Polisi

KASONGAN - Polisi tak bosan-bosannya memberangus peredaran obat berbahaya Charnophen alias zenith. Buktinya,…

Selasa, 20 Juni 2017 15:11

Ya Tuhan!!! Dirampok, Kepala Sekolah Ini Nyaris Tewas

PALANGKA RAYA – Petaka itu datang dini hari kemarin. Sekelompok orang menyatroni kediaman Yanti…

Selasa, 20 Juni 2017 15:02

GAWAT!!! Mi Mengandung Babi Diduga Masih Dijual di Sampit

SAMPIT— masyarakat Kota Sampit, Kotawaringin Timur, khususnya yang beragama Muslim hendaknya hati-hati.…

Selasa, 20 Juni 2017 13:50

WEW!!! RW Si “ASN Porno” Diperiksa di Polres

MUARA TEWEH – Polres Kabupaten Barito Utara (Batara) Senin (19/6) memeriksa RW oknum ASN perempuan,…

Selasa, 20 Juni 2017 11:28

Gara-Gara Kantongi Barang Haram Ini, Wahyudi Disel

PALANGKA RAYA - Wahyudi (20) kini pasrah meringkuk dalam sel tahanan Polres Palangka Raya.Warga Jalan…

Senin, 19 Juni 2017 11:12

EDANNNNN!!! Masih Nekat Praktik Maksiat, Ada ASN Pasangan Mesum Pula

SAMPIT – Razia yang kerap digelar petugas gabungan ternyata tak efektif meredam praktik maksiat…

Senin, 19 Juni 2017 11:04

Gubernur: Sekolah Pungut Biaya, Laporkan ke Saya

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan, telah menginstruksikan semua sekolah …

Minggu, 18 Juni 2017 00:46

HAH!!! Ulama Haramkan Petasan dan Kembang Api, Kenapa?

SAMPIT – Menjelang H-8 Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 yang diperkirakan jatuh pada 25…

Minggu, 18 Juni 2017 00:41

Disidang Adat, Anggota TNI AU yang Pukul Warga Dikenakan Denda Ini

PANGKALAN BUN – Kadislog TNI AU Lanud Iskandar Mayor Kal Fatkur Arifin memenuhi panggilan kedua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .