MANAGED BY:
SENIN
20 FEBRUARI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 Februari 2017 11:06
GAWAT!!! Sinyal Bencana Asap Mengancam Lagi

Mulai Terjadi Kebakaran Lahan, Kabut Tipis Selimuti Sampit

MULAI TERJADI: Kebakaran lahan di perbatasan Kelurahan Kasongan Lama dan Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Rabu (8/2) lalu. Belakangan ini, kabut asap tipis mulai menyelimuti Sampit yang diduga kiriman dari kebakaran lahan di luar kota.(DOK.ANGGRA/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, KABUPATEN Kotawaringin Timur (Kotim) mampu melewati tahun 2016 tanpa tragedi tahunan, yakni kabut asap. Tahun ini, tragedi seperti 2015 lalu terancam terulang jika semua pihak tak siaga sejak dini. Apalagi kebakaran lahan mulai terjadi.

===============

Heri memacu motornya dengan kecepatan sedang dari arah Bagendang, sore kemarin. Tak seperti biasanya, hidungnya mencium sesuatu yang agak menyengat, yakni asap hasil pembakaran. Saat melintasi Desa Pelangsian, asap tersebut kian menyengat.

”Hari ini beda dari biasanya. Ada kabut asap meski tak pekat. Mungkin dari kebakaran lahan,” ujarnya.

Dugaan Heri tak salah. Informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Jumat (10/2), di Kotim terdeteksi tiga titik panas yang diduga kebakaran lahan. Sebarannya meliputi; 2 titik di Kecamatan Antang Kalang dan 1 titik di Bukit Santuai.

Secara keseluruhan, di Kalimantan Tengah terdapat 9 titik panas. Titik panas terbanyak muncul di Kabupaten Katingan, yaitu sebanyak 6 titik panas. ”Ya, beberapa hari ini memang tidak pernah turun hujan lagi.Mungkin ini yang membuat kebakaran mulai marak," kata Izai, warga Sampit.

Parahnya lagi, asap mulai menyaput Kota Sampit. Aroma asam mulai tercium, terutama saat malam hari. Namun, tidak merata, hanya di kawasan tertentu. Kebakaran lahan tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman Kotim. Namun, sejumlah kawasan di dalam kota. Kondisi itu membuat warga khawatir.

”Sampit sudah berkabut. Bahaya ini kalau dibiarkan. Bencana asap seperti dua tahun silam bisa terulang lagi," kata Rahmad, warga lainnya.

Tragedi yang mengintai itu disadari aparatur pemerintah dan aparat berwenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), delapan desa dan dua kelurahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), sepakat sama-sama mengantisipasi kebakaran, baik skala kecil maupun besar.

Di wilayah selatan Kotim, terdapat empat kecamatan yang dianggap paling berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama kemarau. Sebab, luasan lahan gambut mencapai ribuan hektare dan belum termasuk dalam kawasan HPH. Keempat kecamatan itu, yakni Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara (MHU), dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Camat MHS Syarudin mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla sangat bermanfaat bagi kelurahan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, karena tujuannya menambah pengetahuan dasar untuk mencegah kebakaran di wilayah masing-masing.

”Delapan desa dan dua kelurahan telah sepakat bersama-sama mempersiapkan semua keperluan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla ini,” ujarnya, Kamis (9/2).

Langkah yang bakal dipersiapkan, menurut Syahrudin, desa dan kelurahan akan membangun posko. Apabila terjadi kebakaran lahan di salah satu desa, desa lain dan kelurahan akan sama-sama membantu dengan mengirimkan masing-masing dua orang perwakilan untuk melakukan penanggulangan bencana tersebut.

”Kami harapkan masyarakat peduli karena dampak yang ditimbulkan begitu luas. Bukan hanya lahan terbakar, tapi kesehatan juga akan terganggu. Kita juga mengharapkan dengan terbentuknya tim tersebut, ke depannya tidak terjadi lagi karhutla di Kecamatan MHS ini,” tandasnya. (oes/ign)


BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 10:39

HAH!!! Napi Wajib Pakai Rompi Khusus, Kenapa?

PANGKALAN BUN – Warga binaan Lapas Klas IIB Pangkalan Bun kini harus mengenakan rompi khusus jika…

Minggu, 19 Februari 2017 10:22

INNALILAH!!! Kakek Tewas Tenggelam Gara-Gara Jenguk Ini

KOTAWARINGIN LAMA – Setelah pergi hampir seharian meninggalkan rumah, Hadri (75) warga RT 05 Kelurahan…

Minggu, 19 Februari 2017 10:16

ASTAGA!!! Gara-Gara Castol, Kakak Beradik Ini Baku Hantam

KOTAWARINGIN LAMA – Regar (30) dan Udin (27), warga Desa Sagu Sukamulaya, Kecamatan Kotawaringin…

Minggu, 19 Februari 2017 10:11

MANTAP!!! Anggaran Turun, tapi Optimistis Kunjungan Wisata Meningkat

PALANGKA RAYA – Meski anggaran untuk pelaksanaan bidang kebudayaan dan kepariwisata pada 2017…

Sabtu, 18 Februari 2017 15:03

ASTAGA TERNYATA!!! Duel Maut Ada Tersangka Lain

MUARA TEWEH – Peristiwa berdarah di kawasan pasar bebas banjir (PBB) Muara Teweh yang menewaskan…

Jumat, 17 Februari 2017 14:22

YA TUHAN!!! Duel Satu Lawan Satu, Tewas Dua-duanya

MUARA TEWEH – Warga Kota Muara Teweh dibuat heboh dengan perkelahian antara dua orang pria yang…

Kamis, 16 Februari 2017 18:20

Ajak Polisi Main Petak Umpet, Coba Lari, Lalu "DORRR"

SAMPIT- Sudiansyah dan Mandra, sempat berulah ketika polisi mengepung rumah tempat persembunyian mereka.…

Kamis, 16 Februari 2017 17:18

BREAKING NEWS!!! Pulang ke Rumah, Dua Buronan Polsek Ketapang Ditangkap

SAMPIT- Polisi akhirnya berhasil menangkap dua dari empat buronan Polsek Ketapang yang kabur. Keduanya…

Kamis, 16 Februari 2017 11:13

Dengan Perahu Inilah Empat Tahanan Polsek Itu Kabur

SAMPIT—Hari kedua pencarian empat orang tahanan kabur Polsek Ketapang masih terus dilakukan. Tim…

Rabu, 15 Februari 2017 16:38

ASTAGA!!! Ternyata Salah Seorang Tahanan Kabur Itu Tersangka Penusukan

SAMPIT – Memanfaatkan kelalaian petugas jaga di Polsek Ketapang, empat tahanan melarikan diri.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .