MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 11 Februari 2017 15:47
ASTAGA!!! Kelotok Dihantam Speedboat, Lima Perawat Nangis Histeris
SELAMAT: Para perawat yang selamat dari kecelakaan sungai saat berada di pinggir Sungai Mentaya, dibantu warga usai kelotok yang ditumpangi terbalik setelah dihantam speedboat, Jumat (10/2).(AMIRUDIN/ RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Masyarakat Kecamatan Seranau heboh. Pasalnya, kelotok penyeberangan yang ditumpangi lima perawat Puskesmas Mentaya Seberang, karam di Sungai Mentaya setelah ditabrak speedboat, Jumat (11/2).

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu menjadi perhatian warga yang berdatangan melihat korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Peristiwa itu bermula ketika lima perawat Rusma, Satinah, Sasa, Liustiawati, dan Mujianah hendak menyeberang ke Kota Sampit.

Ardiansyah (55), motoris kelotok ketika dibincangi Radar Sampit mengaku tidak menduga kejadian tersebut. Niatnya bekerja mengantar langganannya dengan kelotok miliknya berakhir tragis.

”Dari Dermaga Penyeberangan Seberang menuju Sampit. Baru berangkat sekitar 20 meter, datang speedboat dan menabrak bagian depan sebelah kanan. Kelotok terbalik,” katanya, Jumat (11/2).

Warga Desa Mentaya Seberang ini hanya bisa pasrah memandangi jamban di sekitar lokasi kejadian. Sebab, kelotok yang jadi alat untuk mencari nafkah selama bertahun-tahun, kini tenggelam.

”Kejadiannya tiba-tiba. Hanya tali pengikat kelotok yang bisa saya raih dan diikat di lanting. Tidak tahu bagaimana nanti cara menariknya. Meski begitu, saya bersyukur tetap selamat," jelasnya. 

Sementara itu, lima perawat yang tercebur ke sungai menangis setelah berhasil selamat dari kecelakaan itu. Harta benda dari elektronik, serta sejumlah dokumen ikut dibawa terjun ke sungai.

Rusma, salah seorang korban mengatakan, sesaat sebelum kelotok yang ditumpangi tertabrak, dia melambaikan tangan sambil berteriak untuk memberitahukan motoris speedboat, M Yunus alias Ateng.

Akan tetapi, lambaian tangan Rusma tidak terlihat. Sebab, penumpang speedboat yang duduk di bagian depan menghalangi pandangan Ateng. ”Akhirnya kelotok tertabrak, bagian depan terangkat,” ujar Rusma.

Ketika kelotok dari kayu ulin itu akan terbalik, Rusma menyadari langsung berteriak kepada empat rekannya agar segera melompat ke sungai. Tiga perawat, yakni Sasa, Liustiawati, dan Mujianah tidak bisa berenang. Mereka nekat terjun ke Sungai Mentaya.

Beruntung, lokasi mereka terjun tak jauh dari pinggir sungai, meski awalnya Rusma meyakini kelotok itu berada di tengah sungai ketika kecelakaan terjadi.

Meski sempat berjuang berenang, lima perawat tersebut bisa berpijak dan mengambil napas, kemudian dan naik ke lanting menyelamatkan diri. Ketika dibincangi, Rusma yang terus teringat kisah itu hanya bisa bersyukur.

”Ketika berdiri kami sudah menginjak lumpur, kalau di tengah sungai kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi beberapa saat setelahnya, langsung mengamankan korban dan motoris kelotok. Motoris speedboat, M Yunus alias Ateng langsung dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit lantaran mengalami sejumlah luka memar. 

Kapospol Mentaya Seberang Aiptu M Saidi mengatakan, pihaknya hanya mengamankan dan meminta keterangan sejumlah saksi. ”Karena ini di sungai, nanti Polair yang menanganinya, kami mendata dan pemeriksaan. Nanti, jika kedua belak pihak mau didamaikan atau bagaimana, itu mereka yang menentukan,” ujar M Saidi.

Dari hasil pemeriksaan, Ateng belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis. Sementara Dedi, penumpang speedboat juga belum bisa menjelaskan secara rinci peristiwa tersebut.

”Iya dia (Dedi) mengaku memang duduk di depan (speedboat), tetapi masih belum mendapat keterangan dari Ateng. Orangnya masih berobat, lagi diurut,” tandasnya. (mir/ign)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 12:51

Kisah Ali dan Tri di Balik Jeruji Besi

Ketika hari mulai gelap, nyamuk datang, angin semilir bertiup membawa dingin. Ali dan Tri menempelkan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:49

LAGI!!! Kejari Kotim ”Seret” Mantan Kades ke Penjara

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Sampit seolah mengirim pesan tak tertulis bagi 77 kepala desa yang baru…

Rabu, 13 Desember 2017 12:21

NAH KAM!!! Sebelas PSK Dikembalikan Lagi ke Sampit

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur segera merespon perpindahan pekerja seks…

Rabu, 13 Desember 2017 12:19

MENGEJUTKAN!!! Pecandu Zenith Ini Ungkap Seluk Beluk Perdagangan Pil Setan

SAMPIT – Setelah pihak Polres Kotawaringin Timur berhasil menggagalkan pengiriman dua truk berisi…

Rabu, 13 Desember 2017 12:05

WALAH!!! Ditegur karena Bawa Cewek, Dua Siswa Ini Bacok Tetangganya

KASONGAN – Darah muda dua remaja di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, membawa petaka.…

Selasa, 12 Desember 2017 11:20

GILA!!! Barangnya Sudah Mahal, Stok Kosong, Pil Setan Masih Diburu

SAMPIT – Konsumen Zenith di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berupaya memburu obat keras…

Senin, 11 Desember 2017 16:29

MENGINSPIRASI!!! Legenda Persebaya Ini Menetap di Sampit, Mengabdi untuk Sepak Bola hingga Tua

Namanya berkibar saat membela Persebaya puluhan tahun silam. Di usianya yang kian senja, Didik Nurhadi…

Senin, 11 Desember 2017 16:12

Sengkarut Polemik Uang Rp 65 Miliar CU EPI, Jejak Hitam Dana Simpanan (2)

LAPORAN TAMAMU RONY Ditopang Anggota Sejak pertama didirikan, secara nasional Credit Union yang merupakan…

Senin, 11 Desember 2017 13:05

Sengkarut Polemik Uang Rp 65 Miliar CU EPI, Jejak Hitam Dana Simpanan (1)

Dana sebesar Rp 65 miliar yang tertanam dalam Credit Union Eka Pambelum Itah (CU EPI) Sampit lenyap…

Senin, 11 Desember 2017 11:11

MIRIS!!! Banyak Atlet Potensial, Malah Berjuang untuk Daerah Lain

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan diminta perhatikan kesejahteraan hingga masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .