MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Senin, 13 Februari 2017 17:45
WADUW!!! Mau Bongkar "Makam Keramat" Ratusan Massa Dicegat Aparat
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT – Pembongkaran Makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz yang disebut-sebut dikeramatkan sekelompok orang di Kecamatan Teluk Sampit, batal dilakukan. Ratusan massa berhasil dicegat camat dan aparat. Meski demikian, warga memberikan batas waktu tiga hari pada pihak terkait untuk membongkar makam tersebut.

Tokoh agama di Samuda KH Syahrawi mengungkapkan, awalnya massa yang bergerak hanya tujuh orang. Namun, kabar rencana pembongkaran itu menyebar dengan cepat, hingga ratusan dari berbagai daerah ikut turun. Sebagian dari mereka membawa sejumlah peralatan, seperti gergaji dan chainsaw untuk merobohkan makam.

”Sempat ribut, ternyata banyak yang tahu dan ikut semua. Saat di Desa Lempuyang, kami dicegat Camat Teluk Sampit dan Kapolsek (Jaya Karya), lalu diadakan rapat pertemuan. Tujuan kami hanya merobohkan makam itu, bukan menyerang,” kata Syahrawi, Minggu (12/2).

Menurut Syahrawi, camat dan kapolsek berjanji akan merobohkan makam tersebut. ”Kami sepakat, daripada sempat ada perkelahian atau bentrokan nantinya. Sebab, masyarakat banyak yang kecewa. Saya beri tempo waktu tiga hari sejak besok (hari ini). Lebih dari itu, kami berangkat lagi,” katanya.

Syahrawi melanjutkan, Bupati Kotim Supian Hadi dan aparat terkait disebut akan turun tangan mengatasi masalah yang sudah lama berpolemik itu. ”Yang penting (makam) roboh. Itu saja intinya. Ada disampaikan camat, bahwa Wakil Bupati Kotim (Taufiq Mukri) yang menelepon langsung dan menyampaikan kepada kami agar menunda pembongkaran, serta meminta waktu biar mereka yang menyelesaikannya,” ujarnya.

Pendakwah yang akrab disapa warga Samuda Guru Sahrawi ini menambahkan, hubungan makam tersebut dengan pemimpin aliran yang disebut-sebut sesat, EJ, warga Kecamatan Baamang, lantaran kerap digelar pengajian di makam itu dan tidak mewajibkan salat lima waktu. Sebaliknya, pengikutnya diminta membayar sejumlah uang.

”Salat tidak, tetapi membayar uang malah diwajibkan. Terbalik ini. Kami tidak akan bertindak jika tidak ada korban dan tujuh di antaranya warga kami. Namun, setelah ramai diributkan, pengajian di makam itu sudah tidak terlihat lagi,” katanya.

Setelah pembongkaran makam, pihaknya akan menyadarkan pengikut EJ agar kembali pada ajaran Islam yang sebenarnya. ”Kami bersama Guru Yusuf (KH M Yusuf Al-Hudromy) siap membantu,” ujarnya.

Camat Teluk Sampit Samsurijal mengatakan, pihaknya sepakat dengan warga yang hendak membongkar makam untuk menunda hingga pihak berwenang bertindak. ”Intinya, dari perwakilan warga H Syahrawi, (meminta) makam itu segera dibongkar. Kami sebelumnya sudah sepakat dalam rapat terdahulu bersama MUI, muspika, ulama, dan tokoh masyarakat. Tetapi, kami juga perlu melaporkan semua kepada Bupati Kotim,” ujar Samsurijal.

Samsurijal membenarnya warga memberikan batas waktu tiga hari untuk membongkar makam. Menurut dia, pihaknya memang berencana membongkar makam tersebut. Selain itu, akan membuat spanduk pemberitahuan jika lokasi tersebut bukan tempat kuburan keramat.

”Warga ini membawa gergaji, palu, dan parang untuk membongkar makam, tetapi kami larang dan tahan agar tidak melanggar aturan. Kita memang menduga kuburan itu fiktif dan dibuat-buat. Sebab, tidak ada dasar, sejarah, dan penelitian sebelumnya,” katanya. (mir/ign)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 12:05

WAH GAWAATTTT!!!! Sampit Terancam Jadi Kota Sampah

SAMPIT – Diam-diam internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim menyimpan konflik.  …

Selasa, 25 April 2017 15:23

Istri Hantamkan Palu ke Kepala Suami, Alasannya Bikin Nyesek..

MUARA TEWEH – Penyesalan memang selalu datang terlambat, seperti yang dialami Rusmiati (40). Teryata…

Selasa, 25 April 2017 15:16

YA TUHAN!!! Dua Maling Nyonyor Dihajar Massa, Untung Cuma Motornya yang Dibakar

SAMPIT – Dua pemuda asal Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, nekad mengambil helm yang ditaruh pemiliknya…

Senin, 24 April 2017 09:12

AWAS!!!! Perusahaan Besar Swasta Dilarang Keruk Galian C

SAMPIT – Sejumlah perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur melakukan aktivitas tambang galian…

Sabtu, 22 April 2017 15:03

Bangun Pagi-Pagi eh Ariel NOAH Lihat yang Ginian di Sampit

SAMPIT- Grup band NOAH akan menggelar konsernya malam ini di Stadion 29 Nopember Sampit. Mereka telah…

Sabtu, 22 April 2017 00:20

NGERIII…Gara-Gara Perang Mulut, Suami Cabut Nyawa Istri

MUARA TEWEH – Memilukan bagi keluarga Anggi Lestari (18), warga Desa Inu Kecamatan Lahei. Wanita…

Sabtu, 22 April 2017 00:16

JANGAN KETINGGALAN!!! Konser NOAH Gratis, Bakal ”Getarkan” Sampit

SAMPIT – Grup band NOAH siap menggetarkan Stadion 29 Nopember Sampit. Grup band papan atas di…

Jumat, 21 April 2017 10:56

Oo..o. Pungli SKT, Kades di Seruyan Kena OTT

KUALA PEMBUANG – Urusan administrasi pertanahan tampaknya menjadi lahan subur pungutan liar (pungli).…

Kamis, 20 April 2017 22:19
Potret Anak Pedalaman Menempuh Pendidikan

Menggugat Kesenjangan, Jalan Panjang Pemerataan

Kopi hangat siang itu, Senin (3/4), menghalau dingin dan kantuk yang menyerang di tengah hunjaman hujan…

Kamis, 20 April 2017 22:12
Potret Anak Pedalaman Menempuh Pendidikan

Bangku Usang Penjaga Harapan

Lebarnya kesenjangan masih menjadi hantu pendidikan. Di tengah keterbatasan, anak-anak pedalaman berjuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .