MANAGED BY:
KAMIS
30 MARET
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 16 Februari 2017 17:35
SUEEERRR!!! Perda Miras Dipastikan Lebih Garang
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT – RevisiPeraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tentang Minuman Keras dipastikan selesai dibahas tahun ini.  Revisi yang ditekankan pada tata niaga miras dan sanksi ini telah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) 2017.

”Tahun ini masuk di prolegda, kita janjikan itu akan tuntas dibahas karena sifatnya revisi perda,” kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kotim Dadang H Syamsu  kemarin (15/2).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, semua minimarket atau kios dan ruko dilarang menjual minuman beralkohol golongan A di bawah 5 persen terhitung 16 April. Permendag ini merupakan perubahan kedua atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.     

Selama ini, Kotim menerapkan Perda Kotim Nomor 2 Tahun 2011 yang masih memperbolehkan penjualan minuman beralkohol golongan A pada kios, ruko, atau minimarket. Untuk itu, peraturan daerah tersebut harus direvisi agar tidak ada ganjalan dalam penerapan di lapangan.

Dadang meyakinkan, proses revisi pasal-pasal terkait masalah ini tidak akan terlalu lama. Revisi peraturan daerah tidak memerlukan naskah akademik, seperti halnya saat pembuatan peraturan daerah baru.       

"Selain itu, peraturan daerah kita sebenarnya juga isinya sudah sejalan, karena di sana menegaskan bahwa penjualan miras golongan A hanya diperbolehkan untuk kafe yang lokasinya langsung terintegrasi dengan hotel. Minuman kerasnya juga tidak boleh dijual dalam bentuk kemasan, jadi harus minum di sana. Makanya saya rasa kalau dari substansinya sudah sejalan," tegas Dadang.

Terkait subtansi perda saat ini terbilang lemah, terutama dari segi sanksi. Penjual hanya dikenakan tindak pidana ringan dengan hukuman maksimal enam bulan penjara. Sementara sanksi tidak ada batasan minimalnya. Sedangkan denda  maksimal hanya Rp 50 juta. Kondisi demikian menjadikan pengusaha miras di Kotim  tidak pernah jera saat dirazia.

Dalam rencana revisi perda miras, sanksi akan diterapkan lebih keras, yakni minimal tiga bulan penjara dan maksimal enam bulan. Denda paling sedikit Rp 25 juta dan maksimal Rp 50 juta. (ang/yit)


BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 08:11

Selama Operasi Simpatik, di Seruyan Tiga Pengendara Tewas di Jalan

KUALA PEMBUANG - Selama Operasi Simpatik Telabang 2017 di wilayah hukum Polres Seruyan telah terjadi…

Rabu, 29 Maret 2017 07:53

Siring Cor Beton Ini Bikin Ngeluh Warga Batuah, Lah Kenapa?

SAMPIT – Warga Desa Batuah, Kecamatan Seranau, mengeluhkan siring cor beton pengairan yang berada…

Rabu, 29 Maret 2017 06:12

Larangan Angkutan Berat Masuk Kota, Supian: Kebijakan SKPD, Kebijakan Saya

SAMPIT – Aturan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur yang tidak membolehkan kendaraan bermuatan…

Rabu, 29 Maret 2017 06:06

Ini Dia Pemicu Sarjana di Kotim Banyak Pengangguran

SAMPIT - Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus mendorong agar sarjana di Kotim tidak lagi berorientasi menjadi…

Rabu, 29 Maret 2017 06:02

Seleksi Paskibra Harus Terbuka, Plus Bebas Intervensi!!!

SAMPIT - Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Hero Harapano   menegaskan dalam perekrutan anggota…

Rabu, 29 Maret 2017 05:58

Demi Kenyamanan, DPRD Dukung Masuknya Maskapai Baru

SAMPIT - Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Hary Rahmad  mendukung  Bandar Udara H Asan Sampit…

Selasa, 28 Maret 2017 08:08

Ayo Pak Pol PP, Razia Pelajar Bolos!

SAMPIT-Anggota Komisi I DPRD Kotim, Sinar Kemala  meminta agar Dinas Pendidikan  setempat …

Selasa, 28 Maret 2017 08:03

Baleg Kritisi Pidato Pengantar Bupati, Kenapa Gerangan?

SAMPIT-Penyampaian revisi Peraturan Daerah (Perda) , perubahan nomor 4  tahun 2016 tentang Pemilihan…

Senin, 27 Maret 2017 11:38

Nelayan Seruyan Diminta Daftar Asuransi

KUALA PEMBUANG - Bupati Kabupaten Seruyan  Sudarsono meminta kepada seluruh nelayan di Kabupaten…

Senin, 27 Maret 2017 09:47

Kekurangan Tenaga Medis dan Guru Jadi Momok, 2020 Harus Selesai

SAMPIT-Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus meminta agar  Pemkab Kotim hingga tahun 2020 ke depan bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .