MANAGED BY:
SELASA
17 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 16 Februari 2017 17:35
SUEEERRR!!! Perda Miras Dipastikan Lebih Garang
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT – RevisiPeraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tentang Minuman Keras dipastikan selesai dibahas tahun ini.  Revisi yang ditekankan pada tata niaga miras dan sanksi ini telah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) 2017.

”Tahun ini masuk di prolegda, kita janjikan itu akan tuntas dibahas karena sifatnya revisi perda,” kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kotim Dadang H Syamsu  kemarin (15/2).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, semua minimarket atau kios dan ruko dilarang menjual minuman beralkohol golongan A di bawah 5 persen terhitung 16 April. Permendag ini merupakan perubahan kedua atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.     

Selama ini, Kotim menerapkan Perda Kotim Nomor 2 Tahun 2011 yang masih memperbolehkan penjualan minuman beralkohol golongan A pada kios, ruko, atau minimarket. Untuk itu, peraturan daerah tersebut harus direvisi agar tidak ada ganjalan dalam penerapan di lapangan.

Dadang meyakinkan, proses revisi pasal-pasal terkait masalah ini tidak akan terlalu lama. Revisi peraturan daerah tidak memerlukan naskah akademik, seperti halnya saat pembuatan peraturan daerah baru.       

"Selain itu, peraturan daerah kita sebenarnya juga isinya sudah sejalan, karena di sana menegaskan bahwa penjualan miras golongan A hanya diperbolehkan untuk kafe yang lokasinya langsung terintegrasi dengan hotel. Minuman kerasnya juga tidak boleh dijual dalam bentuk kemasan, jadi harus minum di sana. Makanya saya rasa kalau dari substansinya sudah sejalan," tegas Dadang.

Terkait subtansi perda saat ini terbilang lemah, terutama dari segi sanksi. Penjual hanya dikenakan tindak pidana ringan dengan hukuman maksimal enam bulan penjara. Sementara sanksi tidak ada batasan minimalnya. Sedangkan denda  maksimal hanya Rp 50 juta. Kondisi demikian menjadikan pengusaha miras di Kotim  tidak pernah jera saat dirazia.

Dalam rencana revisi perda miras, sanksi akan diterapkan lebih keras, yakni minimal tiga bulan penjara dan maksimal enam bulan. Denda paling sedikit Rp 25 juta dan maksimal Rp 50 juta. (ang/yit)


BACA JUGA

Selasa, 17 Oktober 2017 09:46

SUBHANALLAH!!! Dua Pemuda Seruyan Ini Masuk Islam di Depan Wabup

KUALA PEMBUANG – Acara tasmiyah cucu Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir yang dilaksanakan di rumah…

Selasa, 17 Oktober 2017 08:42

Dewan Berharap Pendapatan Daerah Bisa Ditingkatkan

SAMPIT-Rancangan Anggaran pendaparan belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2018 sudah disampaikan. Sekretaris…

Selasa, 17 Oktober 2017 08:35

Legislator Ini Tegaskan, Hasil Reses Jadi Prioritas

SAMPIT-Ketua Komisi I DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo  meminta agar hasil reses  DPRD Kotim disinkronkan…

Selasa, 17 Oktober 2017 08:34

Efektivitas Pegawai SOPD Harus Dievaluasi, Ini Sebabnya...

SAMPIT- Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga tenaga kontrak di  Satuan Organisasil Perangkat…

Senin, 16 Oktober 2017 08:03

INGAT!!! Pelaksanaan Program Harus Mengacu Prioritas

SAMPIT-Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kotim, Rimbun mengingatkan kembali kepada seluruh Satuan Organisais…

Senin, 16 Oktober 2017 08:01

Motto Bergerak Cepat Membangun Kotim, Jangan Cuma Slogan!!!

SAMPIT-Anggota Fraksi Partai Golongan Karya DPRD Kotim, Supriadi menilai bahwa motto Pemkab Kotim, yakni…

Jumat, 13 Oktober 2017 12:44

KEREN!!! BKKBN Ciptakan Generasi Indonesia Berkualitas

NANGA BULIK – Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapaty melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamandau.…

Kamis, 12 Oktober 2017 14:23

Warga Dukung Larangan PKL di Jelawat, Tapi...

SAMPIT – Kebijakan Pemkab Kotim melarang pedagang kaki lima (PKL) membuka lapak di kawasan ikon…

Kamis, 12 Oktober 2017 10:57

Situasi Politik Desa di Kotim Memanas

SAMPIT— Jelang masa pemilhan kepala desa (Pilkades) serentak yang dilaksanakan pada 21 Oktober…

Kamis, 12 Oktober 2017 10:30

Tolong Dong!!! Lima Desa Ini Belum Nikmati Listrik

KUALA PEMBUANG - Dari 97 desa dan 3 kelurahan di Kabupaten Seruyan masih menyisakan sebanyak 5 desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .