MANAGED BY:
SELASA
22 AGUSTUS
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Kamis, 16 Februari 2017 17:35
SUEEERRR!!! Perda Miras Dipastikan Lebih Garang
ILUSTRASI.(NET)

PROKAL.CO, SAMPIT – RevisiPeraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur tentang Minuman Keras dipastikan selesai dibahas tahun ini.  Revisi yang ditekankan pada tata niaga miras dan sanksi ini telah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) 2017.

”Tahun ini masuk di prolegda, kita janjikan itu akan tuntas dibahas karena sifatnya revisi perda,” kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kotim Dadang H Syamsu  kemarin (15/2).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, semua minimarket atau kios dan ruko dilarang menjual minuman beralkohol golongan A di bawah 5 persen terhitung 16 April. Permendag ini merupakan perubahan kedua atas peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.     

Selama ini, Kotim menerapkan Perda Kotim Nomor 2 Tahun 2011 yang masih memperbolehkan penjualan minuman beralkohol golongan A pada kios, ruko, atau minimarket. Untuk itu, peraturan daerah tersebut harus direvisi agar tidak ada ganjalan dalam penerapan di lapangan.

Dadang meyakinkan, proses revisi pasal-pasal terkait masalah ini tidak akan terlalu lama. Revisi peraturan daerah tidak memerlukan naskah akademik, seperti halnya saat pembuatan peraturan daerah baru.       

"Selain itu, peraturan daerah kita sebenarnya juga isinya sudah sejalan, karena di sana menegaskan bahwa penjualan miras golongan A hanya diperbolehkan untuk kafe yang lokasinya langsung terintegrasi dengan hotel. Minuman kerasnya juga tidak boleh dijual dalam bentuk kemasan, jadi harus minum di sana. Makanya saya rasa kalau dari substansinya sudah sejalan," tegas Dadang.

Terkait subtansi perda saat ini terbilang lemah, terutama dari segi sanksi. Penjual hanya dikenakan tindak pidana ringan dengan hukuman maksimal enam bulan penjara. Sementara sanksi tidak ada batasan minimalnya. Sedangkan denda  maksimal hanya Rp 50 juta. Kondisi demikian menjadikan pengusaha miras di Kotim  tidak pernah jera saat dirazia.

Dalam rencana revisi perda miras, sanksi akan diterapkan lebih keras, yakni minimal tiga bulan penjara dan maksimal enam bulan. Denda paling sedikit Rp 25 juta dan maksimal Rp 50 juta. (ang/yit)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 09:56

Masyarakat Seruyan Diminta Waspada DBD

KUALA PEMBUANG -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan mengimbau kepada seluruh…

Senin, 21 Agustus 2017 11:10

Tahun Ini, Peserta Pawai HUT RI di Sukamara Meningkat

SUKAMARA- Seperti tahun sebelumnya, pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi…

Senin, 21 Agustus 2017 11:08

Masalah Serius di Daerah Ini Sehari Dua Lahan Terbakar

NANGA BULIK – Sosialisasi larangan telah dilakukan, namun masih saja ada kebakaran hutan dan lahan…

Senin, 21 Agustus 2017 08:54

Paskibra Diminta Ikut Perangi Narkoba, Bagaimana Caranya???

SAMPIT— Sebagai genarasi muda pilihan di kabupaten ini, anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra)…

Senin, 21 Agustus 2017 08:27

KEREN!!! Dewan Apresiasi Hasil Kerajinan Tangan Warga Lapas

SAMPIT-Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli  mengapresiasi hasil kerajinan tangan olahan warga binaan,…

Senin, 21 Agustus 2017 08:23

Uch Payah Betul!!! Penertiban Plat Non-KH di Kotim Tidak Konsisten

SAMPIT- Anggota Komisi I DPRD Kotim  H Abdul Khalik menyoroti kebijakan penertiban plat Non-KH…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:51

Kapolres Seruyan Ancam Pembakar Lahan

KUALA PEMBUANG - Saat ini sudah memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Seruyan diminta mewaspadai…

Sabtu, 19 Agustus 2017 09:06

Kultur di Kotim Harus Dukung Pariwisata, Seperti Apa Hendaknya???

SAMPIT-Sekretaris Komisi III DPRD Kotim Hero Harapano menilai,  pembangunan sektor wisata,  termasuk…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:58

Bukan Slogan Semata, Ekonomi Kerakyatan Perlu Pembuktian

SAMPIT-Ketua Komisi II DPRD Kotim, Rudianur meminta  pemerintah agar konsisten memprioritaskan …

Jumat, 18 Agustus 2017 09:03

Expo Ditutup, Lanjut Festival Danau Sembuluh

KUALA PEMBUANG – Seruyan Expo 2017 dalam rangka HUT Kabupaten Seruyan ke-15 resmi ditutup. Perayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .