MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Kamis, 16 Februari 2017 17:54
Bantah Ajaran Sesat, Pembuat Makam Kecewa

Cerita dari Perobohan Makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz

RATA DENGAN TANAH: Makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz yang sudah dirobohkan. (AMIR/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, MAKAM itu diduga menjadi sumber ajaran sesat. Setelah berbulan-bulan menjadi buah bibir warga sekitar, makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz di Kampung Seranggas, Desa Lempuyang, yang juga diduga fiktif itu akhirnya dirobohkan.

AMIRUDIN, Sampit

Gonjang-ganjing keberadaan makam itu akhirnya berhenti dengan campur tangan pemerintah. Melalui pertemuan dengan unsur-unsur terkait, dicapailah kesepakatan perobohan makam itu. Dieksekusi hari itu juga.

Meski diduga menjadi sumber ajaran sesat, masih ada saja yang berduka dengan dirobohkannya makam itu. Meskipun belum ada yang bisa membuktikan kebenaran makam tersebut.

Sejumlah orang percaya bahwa pada zaman bahari Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz pernah ada di wilayah tersebut. Kisah itu memang tidak bisa dibuktikan. Namun, warga menganggap makam yang bisa berpindah-pindah tempat itu benar adanya.

Warga sekitar bahkan menilai keberadaan makam tersebut berdampak baik bagi perekonomian. Sejak makam tersebut dibangun, banyak orang yang datang dari berbagai daerah. Motoris kelotok ketiban rezeki saat mengantarkan peziarah ke makam tersebut.

Kini, situasi Desa Lempuyang yang ramai dikunjungi selama tiga bulan terakhir, kembali seperti sebelumnya. Tak ada aktivitas berarti.

Rabu (15/2), KH M Yusuf Al-Hudromy, KH Iwan M Arsyad, dan Wakil Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Provinsi Bayu Baihaki, datang ke tempat tersebut. Setelah perjalanan darat dari Kota Sampit, mereka melanjutkan perjalanan melalui Sungai Seranggas menuju makam menggunakan kelotok. Sekitar 10 menit dari dermaga desa di tepi Jalan HM Arsyad.

Belasan warga yang tinggal di pinggiran sungai itupun, tanpa diperintah, mengikuti rombongan. Makam sudah tampak berantakan setelah atap dirobohkan Selasa (14/2) lalu. Warga sekitar menyampaikan kisah, sebelum makam dibangun lokasi tersebut merupakan hutan nipah yang tumbuh liar.

”Kami tidak tahu, kapan makam ini dibangun dan dibongkar. Kami memang biasa lewat sungai ini ketika mencari ikan. Kata orang kuburan keramat, kami iya saja. Dan sekarang dikatakan bukan, dan kami menurut saja,” kata seorang warga bernama Iyan di lokasi pemakaman, Rabu (15/2).

Dia juga mengaku pernah mendengar kisah bahwa ada batu nisan yang menandakan makam sering berpindah tempat. Tetapi dia belum pernah melihatnya langsung.

Sekitar 30 menit di lokasi makam itu, rombongan kembali ke dermaga. Tanpa disengaja bertemu dengan salah seorang pembuat makam itu. Namanya Samsudin Nor, warga Desa Lempuyang RT 9.

Dia menceritakan, dirinya yang pernah hidup di jalan kelam mengaku sedih atas pembongkaran makam yang mereka bangun dengan penuh perjuangan itu. Dirinya percaya keberadaan Makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz.

”Dari kisah Guru Asri. Saat ini tinggal di Desa Babaung. Beliau sakit hati, tidak kuasa menahan sedih. Setelah menerima amanah dan selesai membangun makam secara perlahan membawa bata, semen, kayu. Kini sudah dirobohkan,” ucap Samsudin.

Samsudin juga membantah adanya ajaran sesat di makam tersebut, termasuk tudingan kepada Masridiansyah alias Edi Jenggot. Menurutnya, karena ada yang tidak suka atas keberadaan makam tersebut, lalu mengatakan seperti itu.

”Saat ingin berada di jalan yang benar, saya bertemu dengan Guru Asri. Dari situ diceritakan dahulu pernah mendapati makam yang sering berpindah-pindah. Sulit ditemukan, beberapa kali menemukan, kemudian diberikan amanah untuk membangun makam dengan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Disampaikan Samsudin Nor, H Asri juga merupakan seorang tokoh agama. Sedangkan Masridiansyah alias Edi Jenggot merupakan warga biasa tetapi sering membantu warga.

”Latar belakangnya biasa saja. Hari-harinya berkebun, memelihara ayam, dan kadang-kadang datang orang minta air, dan belajar agama. Semua masih dalam ajaran yang benar,” jelasnya.

Dirinya mengakui, pembangunan makam itu tidak melalui izin ketua RT dan semua warga. Namun, dijelaskannya kisah adanya Makam Syekh Muhammad Ibrahim Ibnu Abdulah Aziz semua orang sudah mengetahuinya.

Sementara itu, KH Iwan M Arsyad meminta Samsudin Nor tabah menghadapi kekecewaan di hatinya. Disampaikannya, semua dari kejadian ini pasti ada hikmah di masa mendatang. Dirinya juga meminta bersabar, jika semua sejarah yang diceritakannya itu benar pasti akan terungkap.

”Kami ada dipihak yang netral. Mari kita duduk bersama mencari jalan yang terbaik,” ucap KH Iwan M Arsyad kepada Samsudin Nor. ”Sebelumnya kami mendapat keluhan, ada keresahan di tengah masyarakat. Sampai sekarang kami baru mendengar cerita ini,” sambung KH M Yusuf Al-Hudromy.

Dirinya meminta kepada Samsudin Nor agar bisa bertatap muka dengan H Anang Asri dan Masridiansyah mendengarkan kisah sejarah makam tersebut kepada pihaknya. ”Kami siap menyambut, atau kami yang berkunjung kepada mereka. Tolong sampaikan,” tutupnya. (***/dwi)

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juli 2017 17:31

Duhhh!!! Tergerus Banjir, Gorong-Gorong Jalan Trans-Kalimantan Putus

KASONGAN – Jalan Trans-Kalimantan kilometer 1,5 arah Kasongan-Hampalit ambles, Jumat (23/7) sekitar…

Senin, 24 Juli 2017 17:14

PARAHHHH!!!! Mafia Tanah di Kotim Diduga Berjamaah

SAMPIT – Kejaksaan Negeri Kotim berkomitmen memberangus mafia tanah yang selama ini dinilai meresahkan.…

Senin, 24 Juli 2017 15:13

BREAKING NEWS!!! Kantor Disdukcapil Digeledah Tim Saber Pungli

PULANG PISAU - Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pulang Pisau mendadak dipenuhi…

Senin, 24 Juli 2017 12:24

Gubernur: Pelaku Pembakaran Sekolah Teroris

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta kasus kebakaran yang…

Minggu, 23 Juli 2017 01:07

AWAS!!! Gedung Sekolah Terbakar Beruntun, Diduga Ada Sabotase

PALANGKA RAYA – Rentetan kebakaran di Kota Palangka Raya yang menimpa gedung sekolah diduga ada…

Minggu, 23 Juli 2017 01:03

ASTAGA!!! Istri Ketua RT Diselingkuhi, sang Pria Dipukul sampai Sekarat, yang Dipenjara Malah....

PALANGKA RAYA – Budi (37), warga Jalan Uria Mapas mendapatkan penanganan serius dari tim medis.…

Minggu, 23 Juli 2017 01:02

TRAGIS!!! Lahir Kembar Tiga, Dua Meninggal

PANGKALAN BUN – Duka menyelimuti Lina (27), warga Kecamatan Kumai. Dua dari tiga bayi kembar yang…

Minggu, 23 Juli 2017 00:59

Pemuda Ini Meninggal di Rumah Sakit, Dimakamkan tanpa Kedatangan Keluarga

SAMPIT – Al Arosid (32), pasien yang meninggal dunia di RSUD dr Murjani Sampit setalah mendapatkan…

Sabtu, 22 Juli 2017 10:17

Dua Hari Lima Sekolah Terbakar, Ada Apa Ini???

PALANGKA RAYA – Peristiwa kebakaran menimpa lima sekolah dalam waktu berbeda di Kalimantan Tengah,…

Jumat, 21 Juli 2017 16:49

Duhhhh!!! Banjir di Katingan, Banyak Warga Enggan Dievakuasi

KASONGAN – Luapan banjir masih menerjang Kecamatan Katingan Hilir dan sekitarnya. Bahkan mengalami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .