MANAGED BY:
SELASA
26 SEPTEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 15 Maret 2017 14:21
Luar Biasa, Penjara Membangkitkan Kembali Gairah Melukis

Banjir Order dari Napi yang akan Bebas

KREATIF: Slamet menunjukkan beberapa lukisannya di Lapas Pangkalan Bun.(JOKO/ RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, Sejak berdiam di balik jeruji besi, Slamet kembali menekuni seni lukis. Banyak rekan yang akan bebas meminta lukisan wajah sebagai kenang-kenangan. 

 JOKO HARDYONO, Pangkalan Bun

 Secara otodidak, Slamet Wisnu Wijayanto belajar melukis sejak 1998. Pria 34 tahun ini melanglang buana dari Yogyakarta, Solo, dan daera lain untuk belajar kepada pelukis jalanan. Di Yogyakarta, misalnya, ia hanya belajar melukis bentuk mata seseorang. 

Warga asal Sukamara ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk sampai bisa melukis. Dia sempat berhenti menggoreskan pensil setelah bekerja sebagai sopir truk.

Setelah tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KRDT) dengan vonis 7 tahun, Slamet memiliki banyak waktu luang. Dia pun menghabiskan waktu di penjara dengan melukis.

"Awal ketahuan itu pas saya sering melukis di buku gambar di dalam blok sel. Setelah itu ditarik keluar oleh petugas kemudian difasilitasi berbagai alat melukis," ungkapnya.

Bagi Slamet, hal yang tersulit melukis wajah seseorang adalah di matanya. ”Mata menunjukan karakter seseorang," ujar Slamet, Selasa (14/3).

Untuk menggambar guratan di mata, Slamet membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Alat lukisnya pun tidak sembarangan. Karena berada di dalam penjara, Slamet dimodali Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan berupa pensil conte kelas medium dari Paris seharga Rp 300 ribu.

"Pensil itu hanya untuk melukis mata saja. Kalau sampai hilang pensil itu, bisa nangis saya. Di sini tidak ada," kata Slamet. 

Bagi Slamet ada kepuasan batin tersendiri dalam melukis. Setiap rekan warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Pangkalan Bun yang akan habis masa tahanannya, pasti meminta Slamet untuk dibuatkan lukisan wajahnya sebagai souvenir dan kenang-kenangan saat keluar dan bebas dari Lapas.

"Sudah ratusan lukisan yang saya hasilkan, kebanyakan teman-teman di sini yang akan bebas saya lukis," tandasnya.

Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu bentuk wajah dan badan seseorang yang akan dilukis. Selain teman WBP, Slamet juga menggambar diantaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kobar menjelang perayaan 17 Agustus di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun. 

"Yang jelas Tuhan menunjukkan jalan hidup saya di sini, melukis sudah saya tinggal, tapi sekarang balik lagi," tuturnya.

Pria yang akan bebas tahun 2018 ini mengaku harus melukis dengan perasaan atau tergantung mood.

"Selain itu perlu juga ketajaman naluri dan kebiasaan dalam melukis. Tidak hanya dalam kanvas ataupun di atas kertas, bak sampah, dinding, kaos, dan playwood pun saya jadikan media untuk melukis dan mempercantik tampilan lapas," tukasnya.

Slamet juga menerima order dari masyarakat sebagai cinderamata ataupun hadiah untuk seseorang. Termasuk juga apabila dia bebas nanti, akan membuka usaha jasa seni lukis.

Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan menyatakan akan memfasilitasi warga binaan yang memiliki kreativitas. "Awalnya aliran dia surialisme, sekarang sudah ke potret tokoh. Lukisannya wajah pejabat, kalapas, pegawai, dan sekarang Pak Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan," ucap Arief.

Ada juga penghuni yang menggeluti kerajinan miniatur batok kelapa, perkayuan meja natural, bingkai cermin yang diukir khas Kalimantan, perikanan, perkebunan dan pertanian, kerajinan tas, gantungan kunci, pembuatan kandang burung, batako, dan juga kerajinan pembuatan tudung saji berhias khas Pangkalan Bun.

"Pihak luar boleh juga order dan tentu ada harga tersendiri dan lebih murah dari di luar," tutup Arief. (yit) 

 


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 18:40

MANTAP!!! PSHT Kobar Wisuda 528 Warga Baru

PANGKALAN BUN – Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pangkalan…

Sabtu, 23 September 2017 15:35

Polisi Kembali Amankan Ulin Ilegal

KUALA PEMBUANG – Polisi kembali mengungkap praktik illegal logging. Masih di tempat yang sama…

Sabtu, 23 September 2017 10:53

Bupati Lepas Kontingen Jambore PKK

PANGKALAN BUN-Sebanyak 54 orang anggota kontingen TP PKK Kobar mengikuti jambore PKK tingkat Provinsi…

Sabtu, 23 September 2017 10:47

JOSS..!! Heli Ini Siap Beroperasi di Lima Kabupaten

PANGKALAN BUN – Helikopter pengebom air MI.8 dengan nomor registrasi EY-225 tiba di Bandara Iskandar…

Sabtu, 23 September 2017 10:39

Bundaran Pangkalan Lima Dibenahi

PANGKALAN BUN-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat terus menata kota manis Pangkalan Bun. Banyak…

Sabtu, 23 September 2017 10:39

Kades Pilang Munduk Minta Program Relokasi, ADA APA SEBENARNYA..?

KUALA KURUN – Desa Pilang Munduk, Kecamatan Kurun, menjadi salah satu desa yang terkena dampak…

Jumat, 22 September 2017 10:01

Pawai Tanglong Meriahkan Malam 1 Muharam di Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN - Pawai Tanglong menyambut 1 muharram 1439 Hijriah di Pangkalan Bun Kabupaten Kobar,  berlangsung…

Jumat, 22 September 2017 09:59

Akhir 2017 Jalan Aruta Fungsional, SEMOGA YA!!!

PANGKALAN BUN- Pembangunan jalan di Kecamatan Arut Utara sepanjang 70 kilometer yang dibangun secara…

Kamis, 21 September 2017 13:22

Ribuan Warga Ikut Istigasah Fatayat NU

PANGKALAN BUN- Ribuan masyarakat Kecamatan Pangkalan Lada Kamis (21/9) pagi memadati lapangan Desa…

Kamis, 21 September 2017 11:56

Tempat Pencucian Mobil Terbakar, Ternyata Ini Gara-garanya

PANGKALAN BANTENG – Penyidikan terbakarnya rumah dan tempat pencucian mobil milik Guslansyah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .