MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 15 Maret 2017 14:21
Luar Biasa, Penjara Membangkitkan Kembali Gairah Melukis

Banjir Order dari Napi yang akan Bebas

KREATIF: Slamet menunjukkan beberapa lukisannya di Lapas Pangkalan Bun.(JOKO/ RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, Sejak berdiam di balik jeruji besi, Slamet kembali menekuni seni lukis. Banyak rekan yang akan bebas meminta lukisan wajah sebagai kenang-kenangan. 

 JOKO HARDYONO, Pangkalan Bun

 Secara otodidak, Slamet Wisnu Wijayanto belajar melukis sejak 1998. Pria 34 tahun ini melanglang buana dari Yogyakarta, Solo, dan daera lain untuk belajar kepada pelukis jalanan. Di Yogyakarta, misalnya, ia hanya belajar melukis bentuk mata seseorang. 

Warga asal Sukamara ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk sampai bisa melukis. Dia sempat berhenti menggoreskan pensil setelah bekerja sebagai sopir truk.

Setelah tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KRDT) dengan vonis 7 tahun, Slamet memiliki banyak waktu luang. Dia pun menghabiskan waktu di penjara dengan melukis.

"Awal ketahuan itu pas saya sering melukis di buku gambar di dalam blok sel. Setelah itu ditarik keluar oleh petugas kemudian difasilitasi berbagai alat melukis," ungkapnya.

Bagi Slamet, hal yang tersulit melukis wajah seseorang adalah di matanya. ”Mata menunjukan karakter seseorang," ujar Slamet, Selasa (14/3).

Untuk menggambar guratan di mata, Slamet membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Alat lukisnya pun tidak sembarangan. Karena berada di dalam penjara, Slamet dimodali Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan berupa pensil conte kelas medium dari Paris seharga Rp 300 ribu.

"Pensil itu hanya untuk melukis mata saja. Kalau sampai hilang pensil itu, bisa nangis saya. Di sini tidak ada," kata Slamet. 

Bagi Slamet ada kepuasan batin tersendiri dalam melukis. Setiap rekan warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Pangkalan Bun yang akan habis masa tahanannya, pasti meminta Slamet untuk dibuatkan lukisan wajahnya sebagai souvenir dan kenang-kenangan saat keluar dan bebas dari Lapas.

"Sudah ratusan lukisan yang saya hasilkan, kebanyakan teman-teman di sini yang akan bebas saya lukis," tandasnya.

Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu bentuk wajah dan badan seseorang yang akan dilukis. Selain teman WBP, Slamet juga menggambar diantaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kobar menjelang perayaan 17 Agustus di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun. 

"Yang jelas Tuhan menunjukkan jalan hidup saya di sini, melukis sudah saya tinggal, tapi sekarang balik lagi," tuturnya.

Pria yang akan bebas tahun 2018 ini mengaku harus melukis dengan perasaan atau tergantung mood.

"Selain itu perlu juga ketajaman naluri dan kebiasaan dalam melukis. Tidak hanya dalam kanvas ataupun di atas kertas, bak sampah, dinding, kaos, dan playwood pun saya jadikan media untuk melukis dan mempercantik tampilan lapas," tukasnya.

Slamet juga menerima order dari masyarakat sebagai cinderamata ataupun hadiah untuk seseorang. Termasuk juga apabila dia bebas nanti, akan membuka usaha jasa seni lukis.

Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan menyatakan akan memfasilitasi warga binaan yang memiliki kreativitas. "Awalnya aliran dia surialisme, sekarang sudah ke potret tokoh. Lukisannya wajah pejabat, kalapas, pegawai, dan sekarang Pak Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan," ucap Arief.

Ada juga penghuni yang menggeluti kerajinan miniatur batok kelapa, perkayuan meja natural, bingkai cermin yang diukir khas Kalimantan, perikanan, perkebunan dan pertanian, kerajinan tas, gantungan kunci, pembuatan kandang burung, batako, dan juga kerajinan pembuatan tudung saji berhias khas Pangkalan Bun.

"Pihak luar boleh juga order dan tentu ada harga tersendiri dan lebih murah dari di luar," tutup Arief. (yit) 

 


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 11:46

INNALILLAH!!! Bocah Tewas Tenggelam setelah Lebaran

SAMPIT – Seorang bocah sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di Sungai Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan…

Senin, 18 Juni 2018 11:39

Harga Ayam Potong Melambung, Lebaran Usai Ogah Turun

PANGKALAN BUN- Beberapa hari menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, hingga 2 hari pasca lebaran,…

Rabu, 13 Juni 2018 20:56

MANTAP!!! Pemkab Kobar Operasikan RPH Modern

PANGKALAN BUN – Untuk memastikan ketersediaan daging sapi layak konsumsi di pasaran, Pemerintah…

Selasa, 12 Juni 2018 20:32

PT. SAP Bagikan Ratusan Sembako Gratis

PANGKALAN BUN – PT. Sinar Alam Permai- Kumai dan PT Petro Andalan Nusantara, Wilmar Group, Sabtu…

Senin, 11 Juni 2018 20:39

Tiket Mudik di Kobar Habis Terjual

PANGKALAN BUN-Arus mudik pada H-4 lebaran di Pelabuhan Panglima Utar Kumai dilayani oleh dua kapal Pelni…

Senin, 11 Juni 2018 15:56

Pemudik di Bandara Capai 4 Ribuan

PANGKALAN BUN- Pemudik yang menggunakan jalur udara melalui Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun terpantau…

Senin, 11 Juni 2018 15:50

Keluarga Besar H Ebol Gelar Tabligh Akbar

PANGKALAN BUN - Ribuan warga, baik dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau, Seruyan dan…

Senin, 11 Juni 2018 13:37

YA ELLLA!!! Beli Tiket Jutaan, Hanya Dapat Kuitansi

PANGKALAN BUN – Arus mudik di Pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) di Tempenek, Kecamatan Kumai,…

Senin, 11 Juni 2018 13:30

Gaji Belum Dibayar, Karyawan Demo

NANGA BULIK – Ratusan karyawan PT Gemareksa Mekarsari dan PT Satria Hupasarana menggelar aksi…

Sabtu, 09 Juni 2018 19:12

WADUWWW!!!! Dua Orang Sopir dan Dua Halper, Diamankan Lantaran Positif Narkoba

SAMPIT – Dua orang sopir, Pujiono (35) dan Yulianto (36), beserta dua helper yakni Erwin Pebruari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .