MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 15 Maret 2017 14:21
Luar Biasa, Penjara Membangkitkan Kembali Gairah Melukis

Banjir Order dari Napi yang akan Bebas

KREATIF: Slamet menunjukkan beberapa lukisannya di Lapas Pangkalan Bun.(JOKO/ RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, Sejak berdiam di balik jeruji besi, Slamet kembali menekuni seni lukis. Banyak rekan yang akan bebas meminta lukisan wajah sebagai kenang-kenangan. 

 JOKO HARDYONO, Pangkalan Bun

 Secara otodidak, Slamet Wisnu Wijayanto belajar melukis sejak 1998. Pria 34 tahun ini melanglang buana dari Yogyakarta, Solo, dan daera lain untuk belajar kepada pelukis jalanan. Di Yogyakarta, misalnya, ia hanya belajar melukis bentuk mata seseorang. 

Warga asal Sukamara ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk sampai bisa melukis. Dia sempat berhenti menggoreskan pensil setelah bekerja sebagai sopir truk.

Setelah tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KRDT) dengan vonis 7 tahun, Slamet memiliki banyak waktu luang. Dia pun menghabiskan waktu di penjara dengan melukis.

"Awal ketahuan itu pas saya sering melukis di buku gambar di dalam blok sel. Setelah itu ditarik keluar oleh petugas kemudian difasilitasi berbagai alat melukis," ungkapnya.

Bagi Slamet, hal yang tersulit melukis wajah seseorang adalah di matanya. ”Mata menunjukan karakter seseorang," ujar Slamet, Selasa (14/3).

Untuk menggambar guratan di mata, Slamet membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Alat lukisnya pun tidak sembarangan. Karena berada di dalam penjara, Slamet dimodali Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan berupa pensil conte kelas medium dari Paris seharga Rp 300 ribu.

"Pensil itu hanya untuk melukis mata saja. Kalau sampai hilang pensil itu, bisa nangis saya. Di sini tidak ada," kata Slamet. 

Bagi Slamet ada kepuasan batin tersendiri dalam melukis. Setiap rekan warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Pangkalan Bun yang akan habis masa tahanannya, pasti meminta Slamet untuk dibuatkan lukisan wajahnya sebagai souvenir dan kenang-kenangan saat keluar dan bebas dari Lapas.

"Sudah ratusan lukisan yang saya hasilkan, kebanyakan teman-teman di sini yang akan bebas saya lukis," tandasnya.

Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu bentuk wajah dan badan seseorang yang akan dilukis. Selain teman WBP, Slamet juga menggambar diantaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kobar menjelang perayaan 17 Agustus di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun. 

"Yang jelas Tuhan menunjukkan jalan hidup saya di sini, melukis sudah saya tinggal, tapi sekarang balik lagi," tuturnya.

Pria yang akan bebas tahun 2018 ini mengaku harus melukis dengan perasaan atau tergantung mood.

"Selain itu perlu juga ketajaman naluri dan kebiasaan dalam melukis. Tidak hanya dalam kanvas ataupun di atas kertas, bak sampah, dinding, kaos, dan playwood pun saya jadikan media untuk melukis dan mempercantik tampilan lapas," tukasnya.

Slamet juga menerima order dari masyarakat sebagai cinderamata ataupun hadiah untuk seseorang. Termasuk juga apabila dia bebas nanti, akan membuka usaha jasa seni lukis.

Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan menyatakan akan memfasilitasi warga binaan yang memiliki kreativitas. "Awalnya aliran dia surialisme, sekarang sudah ke potret tokoh. Lukisannya wajah pejabat, kalapas, pegawai, dan sekarang Pak Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan," ucap Arief.

Ada juga penghuni yang menggeluti kerajinan miniatur batok kelapa, perkayuan meja natural, bingkai cermin yang diukir khas Kalimantan, perikanan, perkebunan dan pertanian, kerajinan tas, gantungan kunci, pembuatan kandang burung, batako, dan juga kerajinan pembuatan tudung saji berhias khas Pangkalan Bun.

"Pihak luar boleh juga order dan tentu ada harga tersendiri dan lebih murah dari di luar," tutup Arief. (yit) 

 


BACA JUGA

Senin, 29 Mei 2017 16:00

KEREN!!! Astra Agro Lestari Raih Anugerah Kencana 2017

PANGKALAN BANTENG – Program pembinaan Keluarga Berencana serta bidang-bidang yang pendukung di…

Minggu, 28 Mei 2017 00:35

GAWAT!!! Sungai Arut Makin Dangkal

PANGKALAN BUN – Banjir di Kecamatan Arut Utara membutuhkan penanganan serius. Pendangkalan alur…

Kamis, 25 Mei 2017 11:03

Pembangunan Diselaraskan dengan Kalteng Berkah

PANGKALAN BUN - Serah terima jabatan (sertijab) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) dari Nurul Edy kepada…

Kamis, 25 Mei 2017 10:58

Kobar Stan Terbaik KQE 2017, Coto Manggala Daya Tariknya

SAMPIT – Stan Kabupaten Kotawaringin Barat dalam Kalteng Quality Expo (KQE) di Sampit meraih juara…

Kamis, 25 Mei 2017 10:54

Kemenangan Nurani Kemenangan Masyarakat Kobar

PANGKALAN BUN – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Rabu, 24 Mei 2017 16:49

Yaa Elllaaa!!!! Intai Orang Mesum, Satpol PP Nyaris Kemalingan

PANGKALAN BUN - Kendaraan roda dua milik seorang anggota Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 24 Mei 2017 15:03

Nah Lho????? Proyek Jalan Pemuda Dianggap Janggal

PANGKALAN BUN - Sejumlah masyarakat di Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai belakangan terakhir menyorot…

Selasa, 23 Mei 2017 17:53

Ya Tuhan Kasihan! SMPN Satap Perlu Gedung Baru

PANGKALAN BANTENG - Pasca kebakaran yang menghanguskan SMPN Satap 1 Pangkalan Banteng di Desa Kebun…

Selasa, 23 Mei 2017 17:50

Wah Ramainya! PT. BJAP Gelar Donor Darah dan Pesta Rakyat

PANGKALAN BANTENG- PT.Bangun Jaya Alam Permai (BJAP) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI)…

Selasa, 23 Mei 2017 15:04

Yach... Kunjungan Menteri Susi Ditunda.

PANGKALAN BUN – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) Susi Pudji Astuti membatalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .