MANAGED BY:
SELASA
25 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

PANGKALANBUN

Rabu, 15 Maret 2017 14:21
Luar Biasa, Penjara Membangkitkan Kembali Gairah Melukis

Banjir Order dari Napi yang akan Bebas

KREATIF: Slamet menunjukkan beberapa lukisannya di Lapas Pangkalan Bun.(JOKO/ RADAR PANGKALAN BUN)

PROKAL.CO, Sejak berdiam di balik jeruji besi, Slamet kembali menekuni seni lukis. Banyak rekan yang akan bebas meminta lukisan wajah sebagai kenang-kenangan. 

 JOKO HARDYONO, Pangkalan Bun

 Secara otodidak, Slamet Wisnu Wijayanto belajar melukis sejak 1998. Pria 34 tahun ini melanglang buana dari Yogyakarta, Solo, dan daera lain untuk belajar kepada pelukis jalanan. Di Yogyakarta, misalnya, ia hanya belajar melukis bentuk mata seseorang. 

Warga asal Sukamara ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk sampai bisa melukis. Dia sempat berhenti menggoreskan pensil setelah bekerja sebagai sopir truk.

Setelah tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KRDT) dengan vonis 7 tahun, Slamet memiliki banyak waktu luang. Dia pun menghabiskan waktu di penjara dengan melukis.

"Awal ketahuan itu pas saya sering melukis di buku gambar di dalam blok sel. Setelah itu ditarik keluar oleh petugas kemudian difasilitasi berbagai alat melukis," ungkapnya.

Bagi Slamet, hal yang tersulit melukis wajah seseorang adalah di matanya. ”Mata menunjukan karakter seseorang," ujar Slamet, Selasa (14/3).

Untuk menggambar guratan di mata, Slamet membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Alat lukisnya pun tidak sembarangan. Karena berada di dalam penjara, Slamet dimodali Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan berupa pensil conte kelas medium dari Paris seharga Rp 300 ribu.

"Pensil itu hanya untuk melukis mata saja. Kalau sampai hilang pensil itu, bisa nangis saya. Di sini tidak ada," kata Slamet. 

Bagi Slamet ada kepuasan batin tersendiri dalam melukis. Setiap rekan warga binaan permasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Pangkalan Bun yang akan habis masa tahanannya, pasti meminta Slamet untuk dibuatkan lukisan wajahnya sebagai souvenir dan kenang-kenangan saat keluar dan bebas dari Lapas.

"Sudah ratusan lukisan yang saya hasilkan, kebanyakan teman-teman di sini yang akan bebas saya lukis," tandasnya.

Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu bentuk wajah dan badan seseorang yang akan dilukis. Selain teman WBP, Slamet juga menggambar diantaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kobar menjelang perayaan 17 Agustus di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun. 

"Yang jelas Tuhan menunjukkan jalan hidup saya di sini, melukis sudah saya tinggal, tapi sekarang balik lagi," tuturnya.

Pria yang akan bebas tahun 2018 ini mengaku harus melukis dengan perasaan atau tergantung mood.

"Selain itu perlu juga ketajaman naluri dan kebiasaan dalam melukis. Tidak hanya dalam kanvas ataupun di atas kertas, bak sampah, dinding, kaos, dan playwood pun saya jadikan media untuk melukis dan mempercantik tampilan lapas," tukasnya.

Slamet juga menerima order dari masyarakat sebagai cinderamata ataupun hadiah untuk seseorang. Termasuk juga apabila dia bebas nanti, akan membuka usaha jasa seni lukis.

Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun Arief Gunawan menyatakan akan memfasilitasi warga binaan yang memiliki kreativitas. "Awalnya aliran dia surialisme, sekarang sudah ke potret tokoh. Lukisannya wajah pejabat, kalapas, pegawai, dan sekarang Pak Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan," ucap Arief.

Ada juga penghuni yang menggeluti kerajinan miniatur batok kelapa, perkayuan meja natural, bingkai cermin yang diukir khas Kalimantan, perikanan, perkebunan dan pertanian, kerajinan tas, gantungan kunci, pembuatan kandang burung, batako, dan juga kerajinan pembuatan tudung saji berhias khas Pangkalan Bun.

"Pihak luar boleh juga order dan tentu ada harga tersendiri dan lebih murah dari di luar," tutup Arief. (yit) 

 


BACA JUGA

Minggu, 23 Juli 2017 01:00

Pedagang Belum Berani Datangkan Hewan Kurban, Kenapa?

PANGKALAN BANTENG– Pedagang hewan kurban belum berani mendatangkan sapi maupun kambing ke Kotawaringin…

Sabtu, 22 Juli 2017 14:05

BEJAAAATTTT BUKAN MAIN!!!! Sopir Bus Ini Setubuhi Pelajar yang Biasa Diantarnya

SAMPIT – Ini namanya pagar makan tanaman. Seorang sopir bus sekolah tega menyetubuhi pelajar yang…

Sabtu, 22 Juli 2017 13:37

Diduga Pesta Seks dan Miras, Dua Sejoli dari Lamandau di Gerebek Satpol PP Kobar

PANGKALAN BUN – Dua pasangan asal Kabupaten Lamandau kedapatan dalam satu kamar di Hotel Sampuraga,…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:53

Sepuluh Kades Akan Purna Tugas

PANGKALAN BANTENG-Sepuluh desa di Pangkalan Banteng akan ditinggalkan para kepala desanya dalam dua…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:51

Gerakan Jumat Bersih Dihidupkan Lagi

PANGKALAN BUN-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali gerakan Jumat bersih yang dipusatkan…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:49

Pangkalan Bun Park Bakal Dipasangi CCTV

PANGKALAN BUN- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal menata dan menangani Pangkalan…

Sabtu, 22 Juli 2017 09:43

Puskesmas Kolam Gelar Deteksi Kanker Serviks

KOTAWARINGIN LAMA – Penyakit Kanker serviks jangan sampai diremehkan,  karena penyakit…

Jumat, 21 Juli 2017 15:26

Tak Jera Kena Tipiring, Janda Kembali Jualan Miras

PANGKALAN LADA - Hukuman tindak pidana ringan (tipiring) tidak mempan bagi SM, warga Desa Sungai Melawen,…

Jumat, 21 Juli 2017 15:20

Anak Durhaka Diringkus

PANGKALAN BUN - Pelaku pemerasan disertai kekerasan terhadap ayah kandungnya sendiri, DPS (35), akhirnya…

Jumat, 21 Juli 2017 15:17

Bocah SD Tabrak Poskamling hingga Tewas

PANGKALAN BANTENG – Dalam 24 jam dua kecelakaan tunggal terjadi di Pangkalan Banteng. Laka lantas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .