MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 18 Maret 2017 14:38
Paceli Si Tetangga Durjana, Lancarkan Serangan Membabi Buta

Tangan Putus, Satu Korban Tewas di Rumah Sakit

MOTIF MASIH KABUR: Tersangka Egenius Paceli saat diamankan aparat Polsek Pangkalan Banteng..(RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BANTENG – Ketenangan pagi di Jalur 1 Desa Marga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Jumat (17/3) pagi, terusik. Musababnya, pasangan suami istri; Vius Dame (55)-Yasinta Bura (48), ditemukan sekarat bersimbah darah. Mereka dibantai dengan sadis oleh tetangganya sendiri, Egenius Paceli (53).

Kedua korban yang sudah tergolong kakek-nenek itu menderita luka parah. Tangan kiri Yasinta Bura putus. Sedangkan suaminya lebih parah lagi; luka lebar menganga akibat sabetan benda tajam melintang dari dahi kanan hingga bagian bawah mata kiri, tangan kanan nyaris putus dan jempol tangan kiri hingga sebagian telapak tangan anggota BPD Desa Marga Mulya itu terlepas dari tempatnya.

Sempat mendapatkan pertolongan di RSR Semanggang, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Namun sayang, nyawa Yasinta Bura tak tertolong meski tim dokter telah bekerja ekstra keras.

Informasi yang dihimpun Radar Sampit dari anak angkat korban, Maria Nona Isa (14), pelaku yang bertetangga dekat dengan korban, pagi itu datang bertamu. Namun, tanpa sebab yang jelas, pelaku langsung mengeksekusi Yasinta Bura yang saat itu sedang berada di ruang tamu.

Maria yang mengetahui ibu angkatnya dibacok, langsung berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Menurutnya, akibat teriakan itu Paceli sempat terkejut dan mengejar pelajar kelas IX SMP N 1 Pangkalan Banteng itu.

”Saya dengar mama teriak dan saat saya lihat mama berdarah dan mama terjatuh di lantai, saya langsung teriak dan lari keluar minta tolong,” ujarnya sambil menahan tangis.

Andreas, seorang warga yang turut mengevakuasi korban, mengatakan bahwa Vius Dame ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan pintu dapurnya. Kuat dugaan korban berusaha keluar rumah untuk mencari pertolongan. Itu tampak dari ceceran darah yang berasal dari bagian dalam dapur hingga halaman rumah papan itu.

Kemudian Yasinta Bura ditemukan bersimbah darah di ruang tamu, tepat di depan televisi yang masih menyala sambil memegangi lengan kirinya yang putus. ”Pak Vius ada di depan pintu dapur, tergeletak di situ. Nafas sudah tersengal-sengal sambil merintih minta tolong dan menyebut-nyebut nama istrinya,” ujar Andreas.

Tak berselang lama, warga langsung berdatangan membantu mengevakuasi korban sambil menunggu kendaraan untuk membawa keduanya ke RSR Semanggang. ”Semua warga ketakutan, kita coba selamatkan korban dulu, dan dibawa ke Semanggang,” ungkapnya.

Selain Andreas, tak banyak warga yang tahu persis kejadian saat Geneius Paceli melayangkan parang secara membabi buta di dalam rumah bekas jatah transmigrasi itu. Menurutnya, hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan kedua korban dari maut. ”Ngeri, hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka,” katanya.

Tak lebih dari lima menit setelah aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian, pelaku langsung ditangkap di rumahnya yang hanya berjarak kurang dari 10 meter. Rumah pelaku tepat berada di belakang rumah korban dan terpisah lahan pekarangan.

”Saat ditangkap, pelaku diduga berniat kabur karena saat itu sudah menyiapkan tas pakaian dan segala perlengkapan,”ungkap Brigpol Jusak Daniel, anggota Polsek Pangkalan Banteng yang langsung memburu pelaku begitu tiba di TKP.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Sudarsono mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan berat hingga menimbulkan korban jiwa itu.

”Kita masih dalami motif di balik kejadian ini, pelaku sampai saat ini masih berbelit-belit ketika dimintai keterangan,” ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya aksi main hakim warga, pelaku Egenius Paceli penahananya dititipkan di rutan Mapolres Kobar. ”Tetap kita yang mengerjakan kasus itu, tapi penahanan kita titipkan di Polres. Ini demi kondusivitas wilayah Pangkalan Banteng,” katanya

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos membenarkan bahwa tersangka sudah diamankan di Mapolres Kobar. ”Tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik terkait penganiayaan yang berujung pembunuhan," kata Kapolres.

Dijelaskan Premos, keterangan tersangka masih berubah-ubah. Bahkan saat ditanya juga hanya terdiam. Kemungkinan korban juga masih terpikir atas kejadian yang dilakukan. ”Motif utama belum diketahui. Keterangan tersangka berubah-ubah," ujar Premos. 

Yang jelas, tersangka mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap tetangga. Hal itu dilakukan membabi buta dengan persoalan yang belum terlalu jelas. Untuk perbuatan tersangka ini dijerat pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun. 

Informasi yang sempat beredar di lapangan menduga bahwa kasus pembunuhan tersebut buntut dari persoalan tanah. Tanah milik pelaku di Kecamatan Pangkalan Banteng ini digadaikan oleh korban. Tanah milik tersangka berdampingan dengan korban dan belum dipecah sertifikatnya.

Tersangka tidak bisa berbuat apa-apa atas tanah yang digadaikan korban. Karena merasa memiliki tanah tapi tidak bisa menggarap tanah. ”Mulai dari situ mungkin tersangka ini emosi dan berusaha mendatangi korban. Tapi respons korban cuek dan terjadilah aksi penganiayaan dan berujung pada pembunuhan tersubut," ujar sumber yang namanya enggan dikorankan. 

Bahkan persoalan tanah antara korban dan tersangka ini disebut sudah lama. Namun, tidak kunjung selesai. Uang hasil gadai tanah tersebut dikabarkan dinikmati korban sendiri. (sla/rin/dwi)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 21:23

Si Syantik Maling di Mal Terancam Penjara 4 Tahun

SAMPIT – UW, wanita yang mencuri di ritel terbesar, Matahari Dept Store, Citimall Sampit resmi…

Selasa, 19 Juni 2018 10:54

Masuk Pantai Ujung Pandaran Dilarang Bawa Mobil

SAMPIT – Pengungunjung Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin…

Selasa, 19 Juni 2018 10:26

Duhhhh!!! Si Syantik Ini Kepergok Ngutil Celdam di Mal

SAMPIT – UW, gadis 28 tahun ini harus menahan malu lantaran tepergok mengutil (embat) di …

Senin, 18 Juni 2018 12:03

Sssstttt!!! Mau Nyaleg Lewat Golkar Ini Ongkosnya

SAMPIT – Calon anggota legislatif dari Partai Golkar diminta menyiapkan dana besar untuk menghadapi…

Senin, 18 Juni 2018 11:45

Begini Aksi Nyata Pejabat Penting Kalteng Menolak Paham Radikal

PALANGKA RAYA – Sejumlah pejabat penting di Kalimantan Tengah (Kalteng) berusaha merajut persatuan…

Senin, 18 Juni 2018 09:37

AWAS!!! ASN Jangan Tambah Libur

SAMPIT-- Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk disiplin, dan jangan sampai menambah hari libur lagi…

Jumat, 15 Juni 2018 14:29

Ramadan Berakhir, Harusnya Sedih, Harusnya Resah!

SAMPIT -  Seluruh umat Muslim di dunia merayakan hari raya Idul Fitri, Jumat (15/6). Umat menyambut…

Kamis, 14 Juni 2018 17:59

Polisi Ringkus Dua Calo Tiket

PANGKALAN BUN – Polres Kotawaringin Barat dan jajaran Direskrimum Polda Kalteng menangkap dua…

Rabu, 13 Juni 2018 20:47

PT DLU Sampit Tegaskan Tak Ada Kericuhan

SAMPIT – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menegaskan, tak ada kericuhan yang terjadi…

Selasa, 12 Juni 2018 20:04

YA TUHAN!!! Bau Asap Merebak, Penumpang Panik

SAMPIT – Arus mudik dengan KM Egon tujuan Semarang yang berangkat 9 Juni lalu diwarnai kepanikan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .