MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 18 Maret 2017 14:38
Paceli Si Tetangga Durjana, Lancarkan Serangan Membabi Buta

Tangan Putus, Satu Korban Tewas di Rumah Sakit

MOTIF MASIH KABUR: Tersangka Egenius Paceli saat diamankan aparat Polsek Pangkalan Banteng..(RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BANTENG – Ketenangan pagi di Jalur 1 Desa Marga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Jumat (17/3) pagi, terusik. Musababnya, pasangan suami istri; Vius Dame (55)-Yasinta Bura (48), ditemukan sekarat bersimbah darah. Mereka dibantai dengan sadis oleh tetangganya sendiri, Egenius Paceli (53).

Kedua korban yang sudah tergolong kakek-nenek itu menderita luka parah. Tangan kiri Yasinta Bura putus. Sedangkan suaminya lebih parah lagi; luka lebar menganga akibat sabetan benda tajam melintang dari dahi kanan hingga bagian bawah mata kiri, tangan kanan nyaris putus dan jempol tangan kiri hingga sebagian telapak tangan anggota BPD Desa Marga Mulya itu terlepas dari tempatnya.

Sempat mendapatkan pertolongan di RSR Semanggang, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Namun sayang, nyawa Yasinta Bura tak tertolong meski tim dokter telah bekerja ekstra keras.

Informasi yang dihimpun Radar Sampit dari anak angkat korban, Maria Nona Isa (14), pelaku yang bertetangga dekat dengan korban, pagi itu datang bertamu. Namun, tanpa sebab yang jelas, pelaku langsung mengeksekusi Yasinta Bura yang saat itu sedang berada di ruang tamu.

Maria yang mengetahui ibu angkatnya dibacok, langsung berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Menurutnya, akibat teriakan itu Paceli sempat terkejut dan mengejar pelajar kelas IX SMP N 1 Pangkalan Banteng itu.

”Saya dengar mama teriak dan saat saya lihat mama berdarah dan mama terjatuh di lantai, saya langsung teriak dan lari keluar minta tolong,” ujarnya sambil menahan tangis.

Andreas, seorang warga yang turut mengevakuasi korban, mengatakan bahwa Vius Dame ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan pintu dapurnya. Kuat dugaan korban berusaha keluar rumah untuk mencari pertolongan. Itu tampak dari ceceran darah yang berasal dari bagian dalam dapur hingga halaman rumah papan itu.

Kemudian Yasinta Bura ditemukan bersimbah darah di ruang tamu, tepat di depan televisi yang masih menyala sambil memegangi lengan kirinya yang putus. ”Pak Vius ada di depan pintu dapur, tergeletak di situ. Nafas sudah tersengal-sengal sambil merintih minta tolong dan menyebut-nyebut nama istrinya,” ujar Andreas.

Tak berselang lama, warga langsung berdatangan membantu mengevakuasi korban sambil menunggu kendaraan untuk membawa keduanya ke RSR Semanggang. ”Semua warga ketakutan, kita coba selamatkan korban dulu, dan dibawa ke Semanggang,” ungkapnya.

Selain Andreas, tak banyak warga yang tahu persis kejadian saat Geneius Paceli melayangkan parang secara membabi buta di dalam rumah bekas jatah transmigrasi itu. Menurutnya, hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan kedua korban dari maut. ”Ngeri, hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka,” katanya.

Tak lebih dari lima menit setelah aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian, pelaku langsung ditangkap di rumahnya yang hanya berjarak kurang dari 10 meter. Rumah pelaku tepat berada di belakang rumah korban dan terpisah lahan pekarangan.

”Saat ditangkap, pelaku diduga berniat kabur karena saat itu sudah menyiapkan tas pakaian dan segala perlengkapan,”ungkap Brigpol Jusak Daniel, anggota Polsek Pangkalan Banteng yang langsung memburu pelaku begitu tiba di TKP.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Sudarsono mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan berat hingga menimbulkan korban jiwa itu.

”Kita masih dalami motif di balik kejadian ini, pelaku sampai saat ini masih berbelit-belit ketika dimintai keterangan,” ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya aksi main hakim warga, pelaku Egenius Paceli penahananya dititipkan di rutan Mapolres Kobar. ”Tetap kita yang mengerjakan kasus itu, tapi penahanan kita titipkan di Polres. Ini demi kondusivitas wilayah Pangkalan Banteng,” katanya

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos membenarkan bahwa tersangka sudah diamankan di Mapolres Kobar. ”Tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik terkait penganiayaan yang berujung pembunuhan," kata Kapolres.

Dijelaskan Premos, keterangan tersangka masih berubah-ubah. Bahkan saat ditanya juga hanya terdiam. Kemungkinan korban juga masih terpikir atas kejadian yang dilakukan. ”Motif utama belum diketahui. Keterangan tersangka berubah-ubah," ujar Premos. 

Yang jelas, tersangka mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap tetangga. Hal itu dilakukan membabi buta dengan persoalan yang belum terlalu jelas. Untuk perbuatan tersangka ini dijerat pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun. 

Informasi yang sempat beredar di lapangan menduga bahwa kasus pembunuhan tersebut buntut dari persoalan tanah. Tanah milik pelaku di Kecamatan Pangkalan Banteng ini digadaikan oleh korban. Tanah milik tersangka berdampingan dengan korban dan belum dipecah sertifikatnya.

Tersangka tidak bisa berbuat apa-apa atas tanah yang digadaikan korban. Karena merasa memiliki tanah tapi tidak bisa menggarap tanah. ”Mulai dari situ mungkin tersangka ini emosi dan berusaha mendatangi korban. Tapi respons korban cuek dan terjadilah aksi penganiayaan dan berujung pada pembunuhan tersubut," ujar sumber yang namanya enggan dikorankan. 

Bahkan persoalan tanah antara korban dan tersangka ini disebut sudah lama. Namun, tidak kunjung selesai. Uang hasil gadai tanah tersebut dikabarkan dinikmati korban sendiri. (sla/rin/dwi)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 19:34

JEDEERRRR!!! Petir Hancurkan Rumah, Enam Warga Luka Bakar

NANGA BULIK – Cuaca ekstrem yang sering terjadi pekan ini menimbulkan korban. Enam warga di Desa…

Senin, 23 April 2018 17:37

Indonesia Gelar Asia Pasific Rainforest Summit

YOGYAKARTA- Negara Republik Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) , menggelar…

Senin, 23 April 2018 08:59

Ramadan Semakin Dekat, Soal Miras, Jangan Tebang Pilih!

SAMPIT— Menjelang bulan suci Ramadan, aparat terkait diminta bertindak tegas terhadap bandar dan…

Jumat, 20 April 2018 15:28

DUDA BEJATTTTT!!! Pacari dan Cabuli Bocah SD

SAMPIT – Seorang bocah sekolah dasar yang masih berusia 13 tahun terbuai rayuan gombal AR, pria…

Jumat, 20 April 2018 15:22

Terekam CCTV, Warga Buru Maling Elpij, Alhasil...i

SAMPIT – Maling tabung gas elpiji, Haidir (18), tak berkutik saat dikepung puluhan warga yang…

Jumat, 20 April 2018 10:15

Dua Jabatan Kepala SOPD Dievaluasi

SAMPIT – Dalam tahapan seleksi lelang jabatan tahun ini, ada dua satuan organisasi perangkat daerah…

Kamis, 19 April 2018 16:13

WADUHHHH!!! Jembatan Sei Rawi Tiga Kali Ambruk

KUALA KURUN – Untuk ketiga kalinya selama dua tahun terakhir, Jembatan Sei Rawi di Kabupaten Gunung…

Kamis, 19 April 2018 08:44

Lelang Terbuka, Pendaftaran Seleksi Jabatan Resmi Dibuka

SAMPIT – Panitia seleksi jabatan membuka pendaftaran sejak 17 April – 15 Mei mendatang.…

Rabu, 18 April 2018 10:59

Sang Pencabut Nyawa Pamit ke Keluarga

SAMPIT – Sarifudin (27), tersangka pembunuhan terhadap Gozali Rahman (23), adik iparnya senduri,…

Rabu, 18 April 2018 09:27

Selesaikan Dulu Masa Jabatan!

SAMPIT – Mendekati tahun politik, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .