MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 18 Maret 2017 14:38
Paceli Si Tetangga Durjana, Lancarkan Serangan Membabi Buta

Tangan Putus, Satu Korban Tewas di Rumah Sakit

MOTIF MASIH KABUR: Tersangka Egenius Paceli saat diamankan aparat Polsek Pangkalan Banteng..(RINDUWAN/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PANGKALAN BANTENG – Ketenangan pagi di Jalur 1 Desa Marga Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Jumat (17/3) pagi, terusik. Musababnya, pasangan suami istri; Vius Dame (55)-Yasinta Bura (48), ditemukan sekarat bersimbah darah. Mereka dibantai dengan sadis oleh tetangganya sendiri, Egenius Paceli (53).

Kedua korban yang sudah tergolong kakek-nenek itu menderita luka parah. Tangan kiri Yasinta Bura putus. Sedangkan suaminya lebih parah lagi; luka lebar menganga akibat sabetan benda tajam melintang dari dahi kanan hingga bagian bawah mata kiri, tangan kanan nyaris putus dan jempol tangan kiri hingga sebagian telapak tangan anggota BPD Desa Marga Mulya itu terlepas dari tempatnya.

Sempat mendapatkan pertolongan di RSR Semanggang, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Namun sayang, nyawa Yasinta Bura tak tertolong meski tim dokter telah bekerja ekstra keras.

Informasi yang dihimpun Radar Sampit dari anak angkat korban, Maria Nona Isa (14), pelaku yang bertetangga dekat dengan korban, pagi itu datang bertamu. Namun, tanpa sebab yang jelas, pelaku langsung mengeksekusi Yasinta Bura yang saat itu sedang berada di ruang tamu.

Maria yang mengetahui ibu angkatnya dibacok, langsung berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Menurutnya, akibat teriakan itu Paceli sempat terkejut dan mengejar pelajar kelas IX SMP N 1 Pangkalan Banteng itu.

”Saya dengar mama teriak dan saat saya lihat mama berdarah dan mama terjatuh di lantai, saya langsung teriak dan lari keluar minta tolong,” ujarnya sambil menahan tangis.

Andreas, seorang warga yang turut mengevakuasi korban, mengatakan bahwa Vius Dame ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan pintu dapurnya. Kuat dugaan korban berusaha keluar rumah untuk mencari pertolongan. Itu tampak dari ceceran darah yang berasal dari bagian dalam dapur hingga halaman rumah papan itu.

Kemudian Yasinta Bura ditemukan bersimbah darah di ruang tamu, tepat di depan televisi yang masih menyala sambil memegangi lengan kirinya yang putus. ”Pak Vius ada di depan pintu dapur, tergeletak di situ. Nafas sudah tersengal-sengal sambil merintih minta tolong dan menyebut-nyebut nama istrinya,” ujar Andreas.

Tak berselang lama, warga langsung berdatangan membantu mengevakuasi korban sambil menunggu kendaraan untuk membawa keduanya ke RSR Semanggang. ”Semua warga ketakutan, kita coba selamatkan korban dulu, dan dibawa ke Semanggang,” ungkapnya.

Selain Andreas, tak banyak warga yang tahu persis kejadian saat Geneius Paceli melayangkan parang secara membabi buta di dalam rumah bekas jatah transmigrasi itu. Menurutnya, hanya keajaiban yang mampu menyelamatkan kedua korban dari maut. ”Ngeri, hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka,” katanya.

Tak lebih dari lima menit setelah aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian, pelaku langsung ditangkap di rumahnya yang hanya berjarak kurang dari 10 meter. Rumah pelaku tepat berada di belakang rumah korban dan terpisah lahan pekarangan.

”Saat ditangkap, pelaku diduga berniat kabur karena saat itu sudah menyiapkan tas pakaian dan segala perlengkapan,”ungkap Brigpol Jusak Daniel, anggota Polsek Pangkalan Banteng yang langsung memburu pelaku begitu tiba di TKP.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Sudarsono mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus penganiayaan berat hingga menimbulkan korban jiwa itu.

”Kita masih dalami motif di balik kejadian ini, pelaku sampai saat ini masih berbelit-belit ketika dimintai keterangan,” ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya aksi main hakim warga, pelaku Egenius Paceli penahananya dititipkan di rutan Mapolres Kobar. ”Tetap kita yang mengerjakan kasus itu, tapi penahanan kita titipkan di Polres. Ini demi kondusivitas wilayah Pangkalan Banteng,” katanya

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos membenarkan bahwa tersangka sudah diamankan di Mapolres Kobar. ”Tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik terkait penganiayaan yang berujung pembunuhan," kata Kapolres.

Dijelaskan Premos, keterangan tersangka masih berubah-ubah. Bahkan saat ditanya juga hanya terdiam. Kemungkinan korban juga masih terpikir atas kejadian yang dilakukan. ”Motif utama belum diketahui. Keterangan tersangka berubah-ubah," ujar Premos. 

Yang jelas, tersangka mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap tetangga. Hal itu dilakukan membabi buta dengan persoalan yang belum terlalu jelas. Untuk perbuatan tersangka ini dijerat pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun. 

Informasi yang sempat beredar di lapangan menduga bahwa kasus pembunuhan tersebut buntut dari persoalan tanah. Tanah milik pelaku di Kecamatan Pangkalan Banteng ini digadaikan oleh korban. Tanah milik tersangka berdampingan dengan korban dan belum dipecah sertifikatnya.

Tersangka tidak bisa berbuat apa-apa atas tanah yang digadaikan korban. Karena merasa memiliki tanah tapi tidak bisa menggarap tanah. ”Mulai dari situ mungkin tersangka ini emosi dan berusaha mendatangi korban. Tapi respons korban cuek dan terjadilah aksi penganiayaan dan berujung pada pembunuhan tersubut," ujar sumber yang namanya enggan dikorankan. 

Bahkan persoalan tanah antara korban dan tersangka ini disebut sudah lama. Namun, tidak kunjung selesai. Uang hasil gadai tanah tersebut dikabarkan dinikmati korban sendiri. (sla/rin/dwi)


BACA JUGA

Senin, 29 Mei 2017 15:03

WADUH!!! Polisi Perketat Pintu Masuk Kotim, Ada Apa Nih?

SAMPIT – Polres Kotim bakal memperketat pengawasan terhadap pintu masuk ke wilayah Kotawaringin…

Senin, 29 Mei 2017 14:56

NGERII!!! Laka Maut Jelang Buka Puasa, Satu Tewas

KASONGAN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah,…

Senin, 29 Mei 2017 14:35

NAH LHO…Pemkab Kotim Dapat WTP, tapi Kata Dewan Soal Ini Masih Semrawut

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotim menyatakan, meski Kotim berhasil meraih predikat Wajar Tanpa…

Senin, 29 Mei 2017 14:27

Pantau Polemik Warung Makan Harus Tutup di Medsos, Begini Respons Mengejutkan Bupati Kotim

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi ternyata memantau polemik kebijakannya terkait…

Senin, 29 Mei 2017 01:02

Ck..Ck..Ck...Usai Sahur, Kelompok Pemuda Ini Justru Gelar Kegiatan Meresahkan

PANGKALAN BUN – Hari libur di bulan Ramadan dimanfaatkan para pemuda untuk balapan liar. Mereka…

Minggu, 28 Mei 2017 00:40

Begini Pesan Gubernur Kalteng Terkait Maraknya Hoaks

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta semua pihak bersatu dan berperan aktif…

Minggu, 28 Mei 2017 00:38

Pasangan Kekasih Terjaring Razia di Satu Kamar, Begini Alasannya

PALANGKA RAYA – Pasangan kekasih di Kota Palangka Raya terjaring razia tim gabungaan Satpol PP,…

Sabtu, 27 Mei 2017 16:17

Ya Tuhan! Ambulan Terbalik, Jenazah Terpental

PULANG PISAU – Kecelakaan tunggal terjadi di Jembatan Tumbang Nusa sekitar pukul 15.30 WIB kemarin.…

Jumat, 26 Mei 2017 15:10

GANASSSS!!! Daerah Ini Dilabeli Zona Merah Narkoba

KUALA KURUN – Lingkaran peredaran narkoba di Kecamatan Tewah termasuk yang paling parah di Kabupaten…

Kamis, 25 Mei 2017 18:01

ADUH NGERIIINYA!!! Motor Vs Mobil, Dua Orang Tewas Seketika

SAMPIT - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim antara pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .