MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | ARTIKEL | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Kamis, 18 Mei 2017 14:07
Untuk Kota Bebas Banjir, Sampit Perlu Duit Rp 90 Miliar
PERLU DANA BESAR: Seorang petugas membersihkan saluran drainase di dalam Kota Sampit.(DOK. RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Kota Sampit sering terendam banjir ketika hujan deras. Buruknya sistem drainase dan kebiasaan buang sampah sembarangan disebut-sebut sebagai biang keladi banjir. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur pun mengusulkan anggaran Rp 80 miliar hingga Rp 90 miliar untuk perbaikan drainase.

Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi menyatakan akan mengajukan anggaran pemeliharaan drainase di kecamatan kota. Pembiayaannya akan dimasukkan dalam program multiyears tahap kedua yang akan dibahas tahun ini.

”Karena tahap pertama ada beberapa kendala dalam status kawasan. Kalau memang ini terhambat, kan kita masih ada persiapan tahap kedua. Dihitung-hitung itu dananya sekitar hampir Rp 80 miliar hingga Rp 90 miliar dengan tiga tahapan multiyears. Jangan sampai ini diributkan. Karena kalau tidak didukung, Sampit kembali banjir, pemerintah daerah sendiri yang dibuat pusing,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Rabu (17/5).

Dirinya mengimbau warga untuk menjaga kebersihan dan merawat drainase yang ada. Saat ini, personel yang bertugas membersihkannya drainase terbatas. Petugas tidak bisa melakukan pemeliharaan secara maksimal tanpa bantuan masyarakat.

”Misalnya bulan ini petugas membersihkan di wilayah A. Sudah dibersihkan satu kilometer, nanti akan mampet lagi karena warga buang sampah ke drainase. Untuk itulah perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke drainase, terutama botol-botol plastik,” jelasnya.

Terkait banjir yang selalu melanda wilayah hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama permukiman di pinggiran sungai, Bupati meminta warga untuk membangun rumah di lokasi yang lebih tinggi dan jauh dari sungai.

”Memang dulu ada lokasi yang tidak pernah banjir, sekarang banjir. Tapi ada juga wilayah seperti Parenggean yang beberapa desanya itu langganan banjir,” ujarnya.

Ketinggian banjir selalu bertambah setiap tahun. Supian menduga ini sebagai dampak dari investasi yang dilakukan dengan cara pembukaan hutan.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tidak lagi membangun rumah di bantaran sungai.

”Mungkin melalui SOPD terkait kita akan bantu yang memang merupakan masyarakat tidak mampu. Kita perlu mencarikan solusi agar mereka pindah dari daerah rawan banjir tahunan, ke dataran yang lebih tinggi,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepada dinas PU dan Penataan Ruang Kotim menyebutkan, pihaknya terus melakukan berbagai cara untuk menghindari banjir, baik daerah kota maupun luar kota. Salah satunya melakukan sosialisasi pelarangan pembangunan di sekitar bantaran sungai.  

Selain itu, mereka juga akan melakukan perbaikan sarana dan prasarana penyaluran air untuk mencegah terjadinya banjir. Pertama-tama mereka terlebih dulu harus menyiapkan dana yang sesuai untuk pembangunannya.

”Tindak lanjut jangka panjang kita adalah membuat pintu air dan melakukan pembenahan pada drainase. Untuk dana, akan kita siapkan secara bertahap. Apakah nanti dari APBN, atau provinsi. Sebab pembangunan kita kan ada 17 kecamatan dan perlu pembagian yang setara,” pungkasnya. (sei/yit)

 


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 11:29

Bupati Minta Dispensasi, Agar Warga Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih

SAMPIT— Hingga saat ini terdata sebanyak 40 ribu masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Minggu, 22 April 2018 22:18

Mahasiswa STIE Sampit Harus Jadi Panutan Kebaikan

SAMPIT- Mahasiswa sebagai pemuda terpelajar diharapkan mampu menerapkan nilai- nilai agama di kehidupan…

Jumat, 20 April 2018 14:58

NAH KAM AE!!! Mini Market Disoroti Pedagang Kecil

SAMPIT – Masih diakui sebagian besar masyarakat, adanya mini market yang tumbuh di Kota Sampit…

Jumat, 20 April 2018 14:43

WOW!!! Jalan Sehat Target 20 Ribu Peserta, Diisi Peluncuran Buku

SAMPIT—Meramaikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di bulan Mei ini, jalan sehat yang akan…

Jumat, 20 April 2018 10:06

Rumah Sakit Harus Siaga Tangani Pasien DBD

SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit diminta siaga menangani lonjakan pasien…

Jumat, 20 April 2018 10:03

Mantap!!! Festival Budaya Habaring Hurung Lestarikan Budaya Asli

SAMPIT – Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata…

Kamis, 19 April 2018 12:11

DBD Kembali Serang Warga Ketapang

SAMPIT – Demam berdarah dengue (DBD) kembali menjangkiti warga Mentawa Baru Ketapang. Hingga pertengahan…

Kamis, 19 April 2018 09:34

MEMPRIHATINKAN!!! Masyarakat Tak Segan Lagi Saling Hujat

PALANGKA RAYA - Lunturnya semangat kebhinekaan menjadi perhatian serius anggota DPR RI Rahmat Nasution…

Kamis, 19 April 2018 09:22

Perlu Banyak Orang yang Peduli Terhadap Lingkungannya

SAMPIT –  Demi kemajuan daerah perlu lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.…

Kamis, 19 April 2018 08:47

Di Kotim, Baru Tujuh SMP Gelar UNBK

SAMPIT – Di KabupatenKotawaringin Timur baru tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerapkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .