MANAGED BY:
KAMIS
03 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Minggu, 04 Februari 2018 17:12
Alasan Pemerintah Mengimpor Beras
Ilustrasi. (net)

PROKAL.CO,

Oleh : Mochtar Hidayat )* 

Mungkin kalian heran dengan memakan informasi bahwa pemerintah menginginkan impor beras dari luar negeri, padahal di dalam negeri terdapat banyak pasokan beras yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi seluruh rakyat Indonesia.Dan meskipun Kementerian Pertanian sudah memastikan pasokan beras hingga masa panen pada Maret 2018 masih dalam batas aman, Kementerian Perdagangan tetap membuka keran impor beras bagi sekitar 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand, yang akan tiba pada akhir Januari ini. Kebijakan impor beras ini adalah yang pertama kali dalam dua tahun terakhir. Informasi yang setengah – tengah inilah yang akan menjadi kekacuan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan informasi bahwa harga rata-rata beras medium di tingkat penggilingan pada Desember 2017 naik sebesar 2,66 persen menjadi Rp9.526 per kilogram jika dibandingkan dengan November. Kenaikan harga beras, khususnya kualitas medium pada Desember 2017, tersebut akibat ada kenaikan permintaan dari masyarakat.

Masih menurut BPS, kenaikan rata-rata harga beras bukan hanya terjadi pada beras kualitas medium saja, namun, untuk beras kualitas premium tercatat juga mengalami kenaikan menjadi Rp9.860 per kilogram atau naik 3,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga beras yang naik dinilai menjadi salah satu kontributor kemiskinan mereka, serta penerapan harga eceran tertinggi (HET) merupakan cara instan dan bukannya solusi stabilitas harga beras jangka panjang.

Saat ini pun banyak tempat penggilingan padi tutup karena harga gabah sudah lebih tinggi daripada HET. Untuk itu, CIPS mendorong pemerintah untuk membuka keran impor untuk menstabilkan pasokan dan harga beras. Pemerintah bisa memanfaatkan kerja sama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan mengimpor beras dari Thailand atau Vietnam yang harga berasnya lebih murah dari Indonesia.

Pemerintah biasanya melakukan proses negosiasi dahulu terkait dengan rencana dan juga besaran impor beras dari luar negeri pemasok seperti Vietnam dan Thailand, yang nantinya akan dijadikan penguatan stok agar tidak terjadi kelangkaan bahan kebutuhan pokok. Pemerintah sedang menyiapkan stok beras dari Vietnam dan Thailand sebagai antisipasi terhadap keterbatasan pasokan akibat fenomena El Nino.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 22:47

Rudini Ditenggat 60 Hari

<p><strong>SAMPIT </strong>&ndash; Calon bupati Kotim Muhammad Rudini harus menyerahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers