MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Sabtu, 06 Juli 2019 15:19
Duit Rp 2 Miliar Tangani Karhutla, Cukup Kah..??
ILUSTRASI.(RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk menangani kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Dana yang diposkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1 miliar.

Kepala BPBD Kotim Muhammad Yusuf mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk uang lelah dan konsumsi personel posko karhutla. ”Kalau kurang bisa dimintakan lagi. Kalau karhutlanya sebentar, dana tidak digunakan atau dikembalikan," ujarnya.

Yusuf menuturkan, anggaran tersebut sudah cukup ideal. Pada 2018 lalu, anggaran penanganan hanya sebesar Rp 1 miliar dengan jumlah personel sebanyak 30-40 orang.

Tahun ini, dengan anggaran lebih besar, personel bisa mencapai 70 orang apabila karhutla meningkat.

”Sekarang di posko sekitar 40 orang. Mudah-mudahan tidak perlu ada tambahan personel,” ujarnya, seraya menambahkan, apabila karhutla meningkat, pihaknya akan menambah personel. 

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, pihaknya masih mengajukan permohonan helikopter untuk Kotim guna menanggulangi kebakaran lahan di lokasi yang tidak bisa dijangkau. Untuk sementara ini, BPBD masih melakukan pencegahan dini.

BMKG Bandara Haji Asan Sampit sebelumnya memprediksi puncak kemarau terjadi sekitar Agustus hingga September 2019. Kepala BMKG Bandara Haji Asan Sampit  Nur Setiawan mengatakan, bulan-bulan ini merupakan masa transisi dari  musim hujan ke kemarau. Kemarau tahun ini diprediksi berlangsung sedikit lebih lama. 

Prediksi musim kemarau untuk wilayah Kotim terjadi dasarian ke II dan III bulan Juli. Namun, wilayah Kotim masih masuk dalam daerah equatorial, sehingga meski musim kemarau, masih ada potensi hujan ringan hingga sedang. 

Meski begitu, kata Nur,  masyarakat diimbau tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan, membuka lahan pertanian dengan cara melakukan pembakaran hutan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuat titik api dekat lahan atau hutan yang mudah terbakar. (yn/ign)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 09:22

KK Indonesia Semakin Berkembang di Kotim

  SAMPIT – Produk KK Indonesia saat ini semakin berkembang…

Rabu, 11 Desember 2019 18:04

Kasus Penggal Kepala , Diduga Ada Korban Lain

PALANGKA RAYA – Tersangka pemenggal kepala HT (12) di Desa…

Selasa, 10 Desember 2019 16:38

Kotara Lebih Siap Dibentuk, Dibanding Provinsi Kotawaringin Raya

SAMPIT – Rencana pemekaran Kotawaringin Utara yang meliputi lima kecamatan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:57

Aksi Biadab Pembunuh Bocah, setelah Dicabuli, Leher Dipenggal

KASONGAN – Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap misteri tewasnya HT…

Senin, 09 Desember 2019 16:50

Anggota Dewan Ini Minta Sudahi Polemik Expo

SAMPIT – Komisi II DPRD Kotim meminta semua pihak agar…

Senin, 09 Desember 2019 14:34

Heboh Bocah SD Tewas tanpa Kepala

KASONGAN – Warga Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan,…

Senin, 09 Desember 2019 09:42

Kapolda Kalteng Berpesan : Niatkan Tugas Sebagai Ibadah

SAMPIT–Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kalteng  menggelar syukuran Hari…

Jumat, 06 Desember 2019 16:32

Partai Banteng Ramai-Ramai Ditinggalkan

 SAMPIT – Menjelang Pilkada 2020, badai politik menerpa PDIP Kotim.…

Jumat, 06 Desember 2019 15:38

Kontraktor Fasilitas Sampit Expo Kerjakan Sejumlah Proyek Besar

SAMPIT – Pihak ketiga yang mengerjakan proyek multiyears pengembangan fasilitas…

Jumat, 06 Desember 2019 10:17

Catat Ya..!!! Sampit Ethnic Carnival Digelar 15 Desember

SAMPIT - Sampit Etnic Carnival (SEC) 2019 dipastikan digelar 15…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.