MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 04 September 2019 17:27
Janggal..!!! Lemparan Pisau Mematikan Sang Ayah Masih Misteri

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pembunuh Anak Kandung

PRAREKONTRUKSI: Mardi memeragakan berbagai adegan terkait kasus terbunuhnya Eko Saputro, anaknya sendiri, akibat perbuatannya, Selasa (3/9).(DODI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA – Prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap anak kandung yang digelar Polres Palangka Raya belum sepenuhnya membuat terang-benderang kasus itu, Selasa (3/9). Dari prarekonstruksi, tersangka, Mardi (37), melempar pisau yang dipegangnya pada sang anak, Eko Saputro (15). Namun, tertancapnya pisau itu masih menyisakan kejanggalan.

Polisi belum bisa memastikan apakah lemparan itu dilakukan dengan menarget langsung korban, dilempar secara sembarangan, atau ditusuk langsung. Dari hasil visum, pisau itu tertancap hingga 9 sentimeter dengan lebar luka sekitar 4 cm. Menembus hingga jantung Eko. Artinya, benda tajam tersebut dilempar sekuat tenaga.

Agar pisau tertancap pada sasaran, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Radar Sampit melakukan simulasi melempar pisau tersebut menggunakan pisau dapur. Pisau yang dilakukan percobaan beratnya bertumpu pada gagang pisau. Prinsip umum dalam melempar pisau agar mengenai sasaran, bagian yang ringan harus dipegang.

Dengan prinsip itu, Radar Sampit mencoba melempar dari jarak sekitar lima meter. Dari tiga kali percobaan, pisau tertancap dengan sukses pada papan yang jadi sasaran. Dalam kasus Mardi, pisau yang digunakan merupakan pisau dapur yang biasa digunakan untuk memotong daging.

Berat pisau itu bertumpu pada mata pisau, sementara gagangnya yang terbuat dari kayu lebih ringan. Artinya, apabila Mardi melempar dengan memegang gagangnya, peluang pisau itu tertancap saat mengenai sasaran lebih besar. Namun, posisi melempar juga harus tepat. Faktor keseimbangan juga memengaruhi.

Dari prarekonstruksi itu, Mardi memeragakan gerakan melempar pisau dengan memegang gagangnya. Pisau itu dilempar dengan cara menyamping. Artinya, peluangnya tertancap dan mengenai langsung ke sasaran kian mengecil. Dari foto jenazah korban, luka pisau itu vertikal.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 14:47

Perilaku Biadab Terus Berulang, Jasad Bayi Ditemukan Membengkak

PALANGKA RAYA – Perilaku biadab pembuangan mayat bayi kembali berulang…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:44

Air Meluap, Antrean Kendaraan Mengular

SAMPIT – Genangan air yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:39

Ratusan Pedagang Kehilangan Sumber Penghasilan

SAMPIT – Langit gelap di wilayah Kecamatan Baamang mendadak berubah…

Selasa, 20 Oktober 2020 10:11

Ruas Jalan di Sampit Macet Panjang Akibat Banjir

SAMPIT – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit, membuat sejumlah…

Selasa, 20 Oktober 2020 10:06

Cegah Potensi Kebakaran Wilayah Kumuh Harus Ditata

SAMPIT— Bangunan kumuh padat penduduk yang terbuat dari kayu, sangat…

Selasa, 20 Oktober 2020 09:58

Motoris Diminta Utamakan Keselamatan Penumpang

SAMPIT— Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi meminta, pemilik angkutan…

Selasa, 20 Oktober 2020 09:36

RSUD dr Murjani Siap Tambah Layanan

SAMPIT – Untuk menjamin keselamatan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah…

Senin, 19 Oktober 2020 15:04

Para Buzzer Saling Balas Hancurkan Elektabilitas

PALANGKA RAYA – Media sosial menjadi medan perang sejumlah pendukung…

Senin, 19 Oktober 2020 14:52

Survei Lokasi Banjir, Siagakan Perahu Karet

SAMPIT – Hujan deras pada Jumat (16/10) malam hingga Sabtu…

Senin, 19 Oktober 2020 10:17

Pembenahan Jalan Dalam Kota Jadi PR Bupati Kotim Selanjutnya

SAMPIT— Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengakui, selama menjabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers