MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT
Jumat, 10 Januari 2020 10:13
Insiden Antrean Membludak, Bukti Ketidakmampuan Pemerintah Atasi Blanko E-KTP
CETAK KTP : Masyarakat memadati kantor Disdukcapil Kotim, mengantre pencetakan KTP elektronik, Senin (6/1).(Dok.RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, SAMPIT – Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo mendorong Pemerintah Daerah untuk terus mengupayakan penambahan kuota blanko KTP elektronik.

“Saya juga bingung apa sih kerjaan pemerintah pusat, sehingga urusan penyediaan blanko E-KTP ini saja tidak beres. Yang jadi masalah, ya buat kita di daerah ini,” kata Handoyo.

Di satu sisi, pemerintah gencar menyampaikan agar tertib administrasi, di sisi lain kemampuan mereka melayani masyarakat yang ingin mendapatkan dokumen kependudukan juga tidak maksimal.

Saat ini segala urusan selalu menggunakan dokumen kependudukan, dengan begitu jika tidak mengantongi akan kesulitan.

“Intinya, ini akibat pemerintah pusat yang tidak mampu menghadapi permintaan penduduk untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk), setiap diusulkan blanko E-KTP, selalu saja kekurangan,” tegas dia.

Beberapa tahun terakhir, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Timur (Disdukcapil Kotim) gencar melakukan perekaman data penduduk.

Langkah itu disambut positif masyarakat yang aktif untuk mengikuti perekaman data. Masalah muncul, ternyata blanko yang dikirim pemerintah pusat ke daerah sangat sedikit.

Seperti yang terjadi Senin (6/1) lalu, ratusan warga menyerbu kantor Disdukcapil Kotim di Jalan HM Arsyad Sampit, mereka berebut dan berdesakan agar mendapatkan giliran pencetakan E-KTP.

Blangko yang tersedia hanya 500 lembar, sedangkan warga yang datang jauh lebih banyak.  

“Ini masalah di pemerintah pusat, saya tidak menyalahkan kabupaten, karena memang distribusi blanko yang membuat kita seperti ini. Pemerintah pusat tidak tahu jika warga yang ingin mendapatkan KTP dari pelosok itu mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk datang ke kota,” tegasnya.

Handoyo  mendukung langkah pemerintah kabupaten untuk mengajukan usulan penambahan blanko E-KTP kepada pemerintah pusat sekitar 30.000 lembar.

“KTP sangat penting bagi masyarakat, terlebih tahun ini akan digelar Pemilu Kepala Daerah dan Pemilihan Kepala Desa,” tandasnya. (ang/fm)

 


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:38

PT Sylva Sari Bagikan Ratusan Paket Alat Tulis dan Buku

SAMPIT-Kepedulian dari PT Sylva Sari kepada dunia pendidikan patut dijadikan…

Rabu, 15 Januari 2020 09:34

Arsyad : Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Isu Negatif

SAMPIT - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Arsyad  mengajak…

Jumat, 10 Januari 2020 10:13

Insiden Antrean Membludak, Bukti Ketidakmampuan Pemerintah Atasi Blanko E-KTP

SAMPIT – Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Jumat, 06 Desember 2019 11:14

PONTIANAK-Korban dugaan tindak kejahatan skimming yang menimpa nasabah Bank Rakyat…

Rabu, 20 November 2019 14:45

Kinerja ASN di Kotim Harus Produktif

SAMPIT— Kinerja Pemerintah Kabupaten Timur (Kotim) adalah melakukan pelayanan publik…

Sabtu, 02 November 2019 10:55

Sarwo Oboi Gandeng Parimus

SAMPIT – Bakal calon bupati Kotim Ahmad Sarwo Oboi terang-terangan…

Senin, 07 Oktober 2019 16:09

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

MUARA TEWEH – Penyebab kebakaran yang terjadi di Jalan Padat…

Senin, 07 Oktober 2019 11:24

Gubernur Kalteng Tinjau Infrastruktur Wilayah Barat

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran beserta…

Rabu, 18 September 2019 08:38

Penderita ISPA di Gunung Mas Meningkat

KUALA KURUN – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers