PALANGKA RAYA – Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya berdampak buruk pada meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Dalam satu hari, rata-rata terjadi lima lakalantas. Korbannya mengalami luka ringan hingga berat.
Kasat Lantas AKP Bowo Tri Handoko mewakili Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang mengatakan, meningkatnya jumlah lakalantas karena jarak pandang yang pendek. Pengendara tidak memperhatikan kecepatan dalam kota, sehingga memicu kecelakaan.
”Iya, biasanya dalam sehari satu atau dua hari ini, mencapai lima kejadian dan meningkat tajam, baik luka parah, ringan, dan sedang. Tidak ada yang sampai meninggal dunia,” katanya usai membagikan 1.500 masker gratis di Jalan A Yani, Jumat (11/9).
Bowo menuturkan, untuk mengantisipasi peningkatan angka kecelakaan, masyarakat diminta selalu menyalakan lampu motor. Tujuannya, agar pengendara dari arah berlawanan bisa melihat pengendara lain. Pengendara juga diminta lebih jeli dan mematuhi aturan lalu lintas.
”Harus juga mengurangi kecepatan. Kami juga menempatkan anggota di beberapa titik yang dianggap rawan kecelakaan, hingga angka laka bisa ditekan,” katanya.
Bowo menambahkan, selain berupaya menekan angka kecelakaan, pihaknya juga ikut serta mencegah peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan membagikan 1.500 masker gratis kepada pengendara.
”Ini bentuk simpatik kepada masyarakat. Pembagian sekaligus rangkaian hari jadi ke-60 lalu lintas yang puncaknya jatuh pada 22 September mendatang, karena kesehatan merupakan sarana penunjang utama ketika berkendara motor. Jadi, membagi gratis sekalian menghimbau," katanya.
Bowo menambahkan, pihaknya akan meningkatkan jumlah personel, terutama saat kabut tebal. Termasuk di titik rawan kecelakaan, seperti Jalan Tjilik Riwut dan Jalan RTA Milono. ”Sudah saya perintahkan. Namun, ini semua harus didukung masyarakat. Mari bersama-sama kita tertib berlalu lintas dan bijaksana berkendara, agar tidak terjadi kecelakaan, terlebih merenggut korban jiwa,” pungkasnya. (daq/ign)