Setelah sempat menyentuh angka terendah dalam setahun terakhir dengan hanya menyisakan 6 kasus aktif, secara perlahan kasus coronavirus disease atau Covid-19 di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah kembali naik.
Berdasarkan data sebaran Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat, pada tanggal 17 Oktober 2021 jumlah kasus aktif Covid-19 berjumlah 9 kasus, angka kasus tersebut memicu rasa optimisme masyarakat dan satgas Covid-19 bahwa pandemi akan segera berakhir.
Namun sayangnya, setelah itu perlahan kasus aktif kembali merangkak naik, bahkan pada tanggal 20 Oktober 2021 terdapat 11 kasus aktif Covid-19 baru, penambahan tersebut merupakan jumlah terbanyak di Kalimantan Tengah.
Sementara hingga Sabtu 23 Oktober 2021 jumlah kasus aktif di Kotawaringin Barat sudah mencapai jumlah 24 kasus, dan Kecamatan Arut Selatan mendominasi jumlah warganya yang terkonfirmasi positif dengan jumlah 14 orang, kemudian disusul Kecamatan Pangkalan Lada 5 kasus, Kecamatan Kumai 4 kasus dan Kecamatan Kotawaringin Lama dengan 1 kasus. Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat, Tengku Alisyahbana mengakui, peningkatan kasus Covid-19 di Kobar lantaran masyarakat sudah abai dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Status level II dianggap masyarakat sudah landai, sehingga abai dalam prokes, selain itu juga kebijakan wisata, UMKM dan keagamaan yang sudah menggeliat merupakan faktor lainnya,” ujarnya, Minggu (24/10). Ia menegaskan bila kasus Covid-19 kembali naik, maka konsekuensinya status Kabupaten Kobar yang sudah level II tentu akan kembali naik ke level III.
Untuk itu guna mengantisipasi sejak dini, maka strategi Satgas Covid-19 sesuai perkembangan terkonfirmasi positif yang naik akan melakukan penguatan PPKM baik di tingkat desa dan kecamatan.
Selain itu evaluasi kebijakan PTM apabila terdapat kasus terkonfirmasi sesuai aturan SE akan dilakukan daring kembali. Begitu pula dengan kebijakan satgas terkhusus pemberian rekomendasi giat acara yang berpotensi mengundang kerumunan akan dikurangi kembali. “Kalau masyarakat terus abai dalam prokes maka kita akan perketat kembali kebijakan PPKM dan mengurangi pemberian rekomendasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” tegasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kobar Jhonferi Sidabalok mengakui bahwa kasus Covid-19 saat ini trennya mengalami kenaikan. Namun hal itu juga terjadi di kota-kota besar di Jawa bahkan secara nasional. “Ini menandakan bahwa Covid-19 masih ada dan kita diperingatkan akan datangnya gelombang ketiga dengan adanya varian baru,” bebernya.
Terlebih, Kobar merupakan salah satu pintu masuk Kalimantan Tengah yang memiliki akses langsung dengan pulau Jawa dan Jakarta, dan hal tersebut berpotensi bahwa di Kobar akan terjadi peningkatan kasus dengan cepat, apalagi banyak warga Kobar dan pendatang yang masuk Kalteng melalui Kobar. “Jadi kita sekarang diharapkan tetap disiplin protokol kesehatan dan wajib memakai masker bila bertemu dengan orang lain, walaupun saat ini Kobar sudah berada di level 2,” pungkasnya. (tyo/sla)