MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

PALANGKA

Sabtu, 20 November 2021 12:43
Banjir Palangka Raya Mulai Surut, Ada Tapinya....
MULAI SURUT: Debit air di kawasan Pasar Kahayan Palangka Raya sudah mulai menurun, namun masih menggenangi jalan dan menyulitkan aktivitas masyarakat setempat, Jumat (19/11). (DODI/RADAR SAMPIT)

Banjir yang melanda 21 kelurahan di Kota Palangka Raya perlahan mulai surut. Pada Jumat (19/11), debit air menurun sekitar 10-15 cm. Meski demikian, genangan air menyulitkan aktivitas masyarakat dan masih merendam permukiman warga.

Pantauan Radar Sampit di kawasan Pasar Kahayan, salah satu wilayah terdampak banjir parah, ketinggian air menurun dibanding sebelumnya. Namun, ratusan warga di kawasan itu masih mengungsi di posko. Beberapa pedagang di emperan toko bagian luar masih membuka lapak dagangan. Untuk di bagian dalam yang terendam, pedagang belum berani beraktivitas.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abrianti mengatakan, meski air mulai surut, masyarakat diminta tetap waspada. Sebab, curah hujan masih cukup tinggi dan prediksi bakal ada kiriman air dari hulu.

”Kami ingatkan masyarakat agar menjaga keselamatan dan jika tidak memungkinkan berdiam di rumah, bisa ke tenda pengungsian. Ada pelayanan kesehatan dan aktivitas lainnya, termasuk hiburan bagi anak-anak,” katanya.

Salah seorang pedagang kuliner, Aying, khawatir pasokan bahan pokok ke Palangka Raya terganggu akibat banjir, terutama yang dikirim dari Kalimantan Selatan. Sebab, kondisi jalan Kalsel – Kalteng, terutama daerah Martapura mulai mengkhawatirkan.

”Jalur distribusi bahan pokok ke wilayah Kalteng bisa terganggu. Apalagi jalan di Pulang Pisau terendam,” ujarnya.

Dia mengharapkan pemerintah segera melakukan operasi pasar untuk menjamin dan kebutuhan pangan masyarakat dan menjaga kestabilan harga. ”Jangan lambat, karena bisa kalah dengan tengkulak. Bisa menggila harga bahan pokok. Kasihan masyarakat kecil. Sudah kena banjir, terus harga naik,” katanya.

Pedagang lainnya, Norhalimah mengatakan, harga minyak dan komoditas lainnya sudah mulai naik, seperti minyak goreng. ”Semoga kondisi ini segera berlalu. Apalagi jelang tahun baru dan perayaan keagamaan. Bisa-bisa semakin naik harga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Kota Palangka Raya Rawang, memastikan pasokan pangan dari Kalimantan Selatan ke Palangka Raya tetap lancar. Meski demikian, banjir membuat pengiriman lebih lama dari biasanya.

”Pengiriman yang semula hanya memerlukan waktu empat jam, kini harus ditempuh menjadi lima sampai enam jam lebih, karena ada antrean kendaraan di Tumbang Nusa akibat banjir,” katanya.

Rawang menuturkan, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional dan modern sama masih stabil. Kalaupun ada kenaikan, disebabkan tingginya permintaan.

”Sejumlah komoditas mengalami kenaikan lantaran daya beli masyarakat di pasar tradisional atau modern meningkat, sehingga permintaan juga tinggi,” katanya. Pihaknya telah melakukan pemantauan langsung distributor bahan pokok. Sejumlah distributor memastikan, stok pangan masih mencukupi sampai awal Januari 2022. ”Stok pangan menghadapi hari keagamaan, seperti Natal dan tahun baru aman dan tidak akan kekurangan,” tegasnya. (daq/ign)

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 21:50

Ratusan PNS Masih Mangkir, Laporkan Harta Kekayaan

<p>SAMPIT &ndash; Sebanyak 240 Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara di lingkup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers