SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

SAMPIT

Kamis, 14 Januari 2016 09:08
Gafatar Sempat Eksis di Kalteng, Apa Alasan Mantan Anggotanya Mau Bergabung?
AKTIF BERTANI: Sebagian besar mantan anggota Gafatar di Kalteng, termasuk di Palangka Raya saat ini aktif bertani. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Organisasi yang dilarang pemerintah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), sempat eksis di Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggotanya dari berbagai latar belakang. Mantan anggota organisasi itu mengaku masuk Gafatar karena tergiur pada program dan pelatihan yang ditawarkan.

”Saya bersama teman-teman, ikut karena dalam brosur yang mereka bagikan ada pelatihan merakit dan instalasi komputer, serta bahasa Inggris. Program pelatihan yang ditawarkan bukan hanya itu saja, banyak sekali," kata EB, mantan anggota Gafatar di Palangka Raya, Rabu (13/1).

EB menuturkan, setiap pertemuan pembimbing anggota baru, selalu memutarkan video kegiatan sosial Gafatar. Hal tersebut juga menjadi salah satu daya tarik, khususnya bagi mahasiswa.

”Setiap kita ada pertemuan, kita selalu diputarkan video kegiatan sosial Gafatar. Hal itu membuat kita sangat ingin bergabung dengan Gafatar dan siap terjun melakukan aksi sosial juga," ujarnya.

Menurut EB, ia bersama tiga orang temannya hanya aktif satu bulan. Saat itu belum diajarkan paham mereka yang dinilai sesat oleh pemerintah. ”Kita memang awalnya hanya dikenalkan masalah sosial dan ketahanan pangan. Mereka menilai ketahanan pangan suatu saat akan goyah, sehingga mereka fokus ke situ. Jadi selama satu bulan aktif itu, kita belum didoktrin paham mereka," ungkapnya.

EB menambahkan, mereka dulu dibimbing salah satu anggota Gafatar yang berasal dari daerah Jawa. ”Saat itu kita hanya di barak diberikan bimbingan dan pelatihan untuk instalasi komputer dan sebagainya. Dulu ada sektretariat di dekat An Nur, tapi saat ini sudah tidak ada lagi," ucapnya.

EB dan 3 orang temannya berhenti saat ingin dijadikan anggota tetap. ”Saat itu kita berhenti karena sibuk kuliah. Kan kita semester akhir, mau skripsi, jadi sangat sibuk. Banyak syarat yang diajukan untuk menjadi anggota mereka dan kita dulu diminta membuat proposal," tuturnya. (arj/daq/ds/fzr/mex/ign)(selengkapnya baca Radar Sampit, Kamis 14 Januari 2016) 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Tindak Tegas Perusak Fungsi Drainase

SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menegaskan pemerintah…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:17

Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pertanian dan Pendidikan

SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:24

Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun

SAMPIT – Persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern di…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Dukung Rencana BUMD Produksi Air Minum Kemasan

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyatakan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:23

Realisasikan Program Beasiswa Dokter Spesialis

SAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim)…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:08

Tindaklanjuti Permohonan Hibah Tanah Pembangunan MAN

SAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:05

Dorong Pertamina Gencarkan Sosialisasi Transisi Tabung Elpiji

SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:03

Kembalikan Anggaran Jalan Cempaka Mulia–Pulau Hanaut

SAMPIT – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur…

Senin, 11 Agustus 2025 11:56

Desak Telusuri Penyewaan Aset Daerah

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur…

Jumat, 08 Agustus 2025 17:19

Kotim Kaya SDA, tapi Masyarakat Tak Merasakan Dampak Ekonomi

SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyoroti…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers