MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

SAMPIT

Rabu, 18 Maret 2020 20:01
Duh Gawat!!! Korona Rawan Meluas di Kalteng
Pemprov Rahasiakan Domisili Pasien dalam Pengawasan
LANCAR: Meski dibayangi ancaman wabah korona, siswa SMK di Kotim tetap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer, Selasa (17/3). Untuk mencegah penyebaran virus, siswa diwajibkan cusi tangan sebelum memasuki ruang ujian.(YUNI PRATIWI/RADAR SAMPIT)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Wabah virus korona tipe baru rawan masuk dan meluas di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, Pemprov Kalteng tak membuka wilayah domisili pasien yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP) yang dicurigai terinfeksi virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, hingga kini ada 26 orang yang ditangani. Dari 25 orang tersebut, 11 orang di antaranya dipulangkan, karena berdasarkan pemeriksaan, hasilnya negatif dan berstatus OPD. Hingga kini tercatat ada 15 orang yang berstatus Pasien Dengan Pengawasan (PDP).

”Sekarang yang masih dalam ruang isolasi, 12 orang di RSUD Doris Sylvanus dan tambah lagi tiga di Rumah Sakit Pangkalan Bun. Kami harapkan mereka hasilnya negatif dan akan kami lepas menjadi ODP,” ujarnya.

Suyuti enggan merinci informasi lain mengenai warga yang masuk kategori ODP dan PDP tersebut. Dia hanya memastikan mereka yang ditangani merupakan warga Kalteng. Satu orang yang dinyatakan negatif atau ODP merupakan warga Surabaya, Jawa Timur. 

Menurutnya, pasien yang berstatus PDP kebanyakan riwayat perjalannya sebagian dari luar negeri dan sebagian lagi dari wilayah terjangkit di Indonesia. Terkait hal itu, dia memastikan penanganan kepada mereka yang PDP terus dilakukan tim kesehatan.

”Yang pasti, sampai saat ini di Kalteng tidak ada yang positif, karena yang sempat dirawat di ruang isolasi sudah keluar sebagian dan statusnya ODP,” ujarnya.

Model penanganan yang dilakukan Pemprov nyaris sama seperti yang dilakukan Pemerintah Pusat saat dua pasien Covid-19 pertama kali terdeteksi. Saat itu pemerintah tak menyebutkan wilayah domisili pasien tersebut. Hanya berselang beberapa hari setelahnya, jumlah penderita terus bertambah dan menyebar hingga ke beberapa daerah.

Sejumlah daerah terjangkit, seperti Jakarta dan Jawa Barat, membuka data wilayah domisili dan pergerakan pasien positif, PDP, maupun ODP. Bahkan, Pemprov Jabar membuat aplikasi yang bisa diakses warga untuk memantau wilayah yang masuk kategori PDP maupun ODP. Dengan cara itu, diharapkan warga bisa mengurangi kontak dan aktivitas di wilayah-wilayah rawan.

Masih tertutupnya informasi dari pemerintah itu membuat sebagian warga cemas. Pasalnya, meski statusnya belum positif, dikhawatirkan apabila hasilnya nanti positif Covid-19 setelah pemeriksaan keluar, warga lain yang berdomisili di sekitar pasien itu tak melakukan antisipasi dan masih melakukan aktivitas seperti biasa.

”Apalagi pergerakan warga saat ini masih bebas dan banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Banyak yang merasa ancaman virus itu belum mengkhawatirkan di Kalteng karena belum adanya pasien positif. Warga juga tak tahu wilayah domisili PDP korona. Hal seperti ini rawan membuat penyebaran virus itu meluas di Kalteng,” kata Kiki, warga Jalan Temanggung Tilung Palangka Raya.

Sementara itu, dari Pangkalan Bun dilaporkan, jumlah warga yang dinyatakan PDP bertambah satu orang. Selain itu, ada dua orang lainnya masuk dalam ODP. Satu pasien ODP ditangani secara intensif di Puskesmas Pandu Senjaya dan dua PDP diisolasi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

”Saya tegaskan dari awal, bahwa Kobar masih aman. Belum ada yang positif terjangkit virus korona. Ini yang perlu digarisbawahi, meskipun sudah ada dua ODP dan dua PDP," kata Ahmad Rois, Juru Bicara Penanganan Virus Korona Pemkab Kobar sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Selasa (17/3).

Dia menuturkan, dua warga berstatus PDP dalam perawatan di ruang isolasi. Pasien pertama terus dievaluasi perkembangannya selama 24 jam. Untuk pasien kedua, tidak ada kaitan keluarga dengan pasien pertama. Kondisi terkini, PDP pertama sudah stabil.

Rois menegaskan, positif Covid-19 atau tidaknya dua PDP tersebut masih menunggu hasil laboratorium. Saat ini sampel uji sudah dikirim ke Surabaya. 

”Kami masih menunggu hasil uji labnya. Sambil kami pantau terus kondisi dua PDP tersebut. Kami harapkan segera membaik dan hanya mengalami sakit biasa," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelumnya RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pernah merawat dua jemaah umrah di ruang isolasi. Setelah dirawat, dinyatakan sembuh karena hanya mengalami sakit biasa. 

Terkait dua warga berstatus ODP, saat ini sedang dalam penanganan Puskesmas Pandu Senjaya, mengingat tidak semua kasus bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. ”Ada tingkatannya. Jika masih ODP, bisa ditangani di puskesmas saja. Setelah diobservasi ada tanda lain, bisa dirujuk ke rumah sakit," ujarnya. 

Menurutnya, dua pasien ODP memiliki riwayat bepergian dari daerah terjangkit, yakni Jakarta. Selain itu, pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura. 

Bupati Kobar Nurhidayah menegaskan, di Kobar belum ada orang yang dinyatakan positif virus korona. Karena itu, masyarakat diminta tak perlu panik secara berlebihan. 

”Kobar ini masih aman. Belum ada orang yang dinyatakan positif virus korona. Meski di rumah sakit sudah ada PDP yang dirawat di ruang isolasi, itu pun hanya berjaga-jaga saja kalau terkena virus, supaya tidak menular ke banyak orang," kata Nurhidayah.

Terpisah, Direktur RSUD Muara Teweh Dwi Agus Setijowati melalui Humas RSUD Muara Teweh Agus Redha mengatakan, ada dua pasien yang datang ke RSUD Muara Teweh dengan keluhan seperti tanda-tanda penderita Covid-19, yakni batuk, badan panas, dan sesak napas. 

Kedua pasein itu berasal dari luar Muara Teweh dan langsung dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. ”Pasien pertama yang dirujuk hasilnya negatif dan pasien kedua masih menunggu hasilnya,” ucapnya.

Juru Bicara Virus Corona Kabupaten Barito Utara H Siswandoyo meminta warga tak panik dengan adanya kabar tersebut. Dia memastikan penanganan pasien tersebut sesuai standar. Apalagi satu pasien hasilnya dinyatakan negatif.

 

 

Siaga Darurat

Pemprov Kalteng akan menetapkan status siaga darurat nonalam Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus korona. Bahkan, pemerintah telah membentuk gugus tugas terkait penanganan dan pencegahan penyabaran virus tersebut.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, sebagai tindak lanjut rencana penetapan status tersebut, pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah sebagai tindak lanjut, salah satunya dengan dana dari anggaran tidak terduga sebesar Rp 50 miliar.

”Diperlukan dulu surat (penetapan siaga darurat, Red) dari provinsi untuk kabupaten dan kota. Nanti, surat dari provinsi ini ditindaklanjuti dan dibentuk di kabupaten dan kota,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, tindak lanjut lain dari rencana penetapan status tersebut, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas pendidikan dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi. Sugianto memastikan keputusan  libur akan dikeluarkan dalam minggu ini.

”Memang ada beberapa kabupaten yang meliburkan aktivitas pendidikan di daerah. Namun, nantinya secara keseluruhan di kabupaten dan kota akan diputuskan minggu ini setelah keputusan (penetapan status, Red) kami keluarkan,” ucapnya.

Selain pertimbangan meliburkan sekolah, pemerintah juga akan mengambil kebijakan penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA sederajat yang sejatinya dilaksanakan 30 Maret-2 April. Sementara itu, UN tingkat SMK/MAK sederajat yang sudah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu, tetap berjalan sampai selesai sesuai jadwal.

”Kalau UN SMK sudah mulai dari kemarin, itu tetap berjalan sampai selesai pelaksanaannya. Namun, untuk UN SMA kemungkinan ditunda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pencegahan Virus Korona Leonard S Ampung menuturkan, selain melakukan koordinasi dengan satgas pusat, sesegera mungkin surat instruksi dan edaran yang lebih detail lagi terkait pencegahan Covid-19 diterbitkan. Hal itu berkaitan dengan dampak ekonomi yang bisa saja ditimbulkan akibat virus tersebut.

Meski saat ini status siaga darurat masih dalam kategori akan ditetapkan, namun dari sisi dan sistem langkah pencegahan sudah pada kategori siaga. Hal tersebut yang mendorong pemerintah mengambil sejumlah kebijakan, mulai dari penyiapan anggaran hingga pertimbangan meliburkan sekolah dan menunda UN SMA.

”Jadi, harus dipahami, status siaga darurat akan ditetapkan. Namun demikian, arah penanganan dan pencegahan lebih kepada kesiagaan,” ucapnya.

Leo memastikan pemerintah serius mengambil langkah terkait pencegahan Covid-19. Pasalnya, perkembangan virus tersebut sifatnya dinamis dan setiap waktu akan berubah kondisinya. ”Di Kalimantan Barat sudah terpapar satu, mudahan tidak sampai masuk di Kalteng. Jadi, terkait kondisi ini harus dicermati betul-betul,” tandasnya.

 

Lancar

Sementara itu, Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk sekolah menengah pertama (SMK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjalan lancar.  Di tengah ancaman wabah, siswa diminta mengantisipasi dengan cuci tangan sebelum mengerjakan soal ujian.

”Hal ini dilakukan untuk membiasakan peserta didik menjaga kebersihan. Terlebih dengan meningkatnya penyebaran virus korona di Indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi.

Menurut Suparmadi, akses internet selama siswa mengerjakan soal berjalan dengan baik. Dia memantau langsung pelaksanaan UNBK hari pertama di SMKN 1 Sampit yang diikuti sebanyak 373 peserta. Pelaksanaan UNBK berlangsung selama tiga sesi yang terbagi dalam lima laboratorium.

”Harapannya, semoga tahun ini seluruh peserta UNBK mendapatkan hasil yang baik. Sebab, bagaimana pun peserta didik inilah yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan di kabupaten ini," ujarnya. 

Jumlah peserta yang mengikuti UNBK tingkat SMK tahun ini tercatat sebanyak 2.248 peserta dari 24 SMK se-Kotim. Ujian berlangsung sejak 16 - 19 Maret 2020. (sho/rin/sla/viv/yn/ign)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 10:11

Warga Pamalian Desak Selesaikan Jembatan

SAMPIT – Jembatan Desa Pamalian, Kecamatan Kotabesi yang dibangun sejak…

Sabtu, 01 Februari 2020 10:05

Peserta Lomba Free Fire Membeludak, Gamers Masih Punya Kesempatan

SAMPIT – Kompetisi game online Free Fire yang akan digelar…

Jumat, 31 Januari 2020 17:22

Bantah Survei Nasdem, PANTAS Klaim Teratas

SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim…

Jumat, 31 Januari 2020 17:19

Kaca Mobil Dipecah, Rp 249 Juta Raib

SAMPIT – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) patut waspada. Pasalnya,…

Jumat, 31 Januari 2020 17:09

Proyek Rumah Sakit Jadi Temuan BPK

SAMPIT – Proyek di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit jadi…

Jumat, 31 Januari 2020 11:56

Hikmah Jumat: Jaga Lisan dan Kemaluan!

Bismillah. Jika lisan ini rusak maka akan rusak amal. Jika…

Jumat, 31 Januari 2020 10:10

Cuaca Dingin, Nikmatnya Menyantap Kembang Tahu

SAMPIT–Ingin menikmati kuliner penghangat badan di saat cuaca dingin? Kembang…

Kamis, 30 Januari 2020 17:52

Halikinnor, Rudini, dan Suprianti Kuasai Survei Calon Bupati Kotim

SAMPIT – Persaingan merebut hati rakyat dalam Pilkada Kotim 2020…

Kamis, 30 Januari 2020 16:30

Di Pondok Ini, Ayah Bejat Bunuh Anak Sekaligus Cucunya

PURUK CAHU – Perilaku biadab ayah bejat yang tega menghamili…

Kamis, 30 Januari 2020 14:28

Wajib Kenakan Pakaian Khusus, Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Menangani penyakit mematikan yang menggemparkan dunia tak bisa sembarangan. Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers