SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

METROPOLIS

Selasa, 06 Desember 2022 14:37
Polisi Tewas di Kampung Narkoba, Sudah Ada 7 Tersangka, Polisi Sebut Masih Diselidiki
BARANG BUKTI: Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro Direktur Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu, dan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santoso memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan polisi. (DODI/RADAR SAMPIT)

Motif utama pembunuhan terhadap anggota Polda Kalteng Aipda AW (38) di kawasan kampung Narkoba, yakni Puntun jadi pertanyaan besar publik. Namun, aparat kepolisian sampai kemarin belum mengungkap hal tersebut.

Padahal, sudah tujuh tersangka yang telah ditetapkan. Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat kematian personel Polda Kalteng. Pihaknya juga masih menggelar penyelidikan dan menghimpun berbagai keterangan terkait penganiayaan berujung kematian korban itu.

”Masih dalam lidik. Masih dikembangkan. Sudah ada tujuh pelaku berhasil ditangkap. Sisanya masih dalam pengejaran. Semoga dalam waktu dekat berhasil ditangkap dan mereka mempertanggungjawabkan tindak pidana tersebut,” kata perwira menengah Polri ini, Senin (5/12). Para pelaku yang diringkus, di antaranya Suhaili alias Lili (52), Nopriansyah alias Tengkong (29), Baidi alias Japang (29), Adi alias Tikus (43), Muhammad Iqbal alias Bal Tumbal (27), dan Akhmad Laksa (36). Satu pelaku lainnya baru ditangkap, yakni Kasim, warga Jalan Rindang Banua.

Eko mengatakan, pelaku yang diamankan dijerat Pasal 338 KUHP Jo 170 dan 351 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjuara. Untuk aktor utama pembunuhan tersebut, masih dalam buruan aparat. ”Masih ada beberapa yang dicari untuk ditangkap. Kami akan usut tuntas kasus yang terjadi. Maka itu, jika ada informasi dari masyarakat, silakan sampaikan untuk bisa ditindaklanjuti,” ujarnya. Informasi terpercaya yang diperoleh Radar Sampit, peristiwa itu berawal ketika korban mendatangi lokasi dan meminta jatah sabu di pos jaga yang khusus dibangun untuk kelancaran bisnis haram tersebut. Korban juga disebut-sebut menerima uang dari petugas jaga loket.

Akan tetapi, belakangan justru terjadi adu mulut antara korban dengan seorang pelaku. Adu mulut itulah yang kemudian berujung pada penganiayaan. Korban sempat dipukul dengan tangan kosong hingga balok kayu. Korban berusaha lari dengan cara masuk ke rawa-rawa. Namun, pelaku tetap memburu korban. Korban juga ditembak menggunakan air softgun hingga tak berdaya di rawa-rawa tersebut. Mengenai informasi itu, aparat kepolisian sampai kemarin belum mengungkapnya. Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santoso Minggu (4/12) lalu ketika ditanya soal jatah sabu itu hanya mengatakan, masih dalam pendalaman. Namun, berdasarkan keterangan saksi, memang sempat terjadi adu mulut antara korban dengan para tersangka.

Sementara itu, organisasi pemuda Dayak dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng mendesak agar aparat menangkap seluruh tersangka terkait kematian AW. Apalagi korban merupakan salah satu putra daerah yang berstatus aparat penegak hukum. Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng Andri Elia Embang mengatakan, masyarakat adat Dayak Kalteng mengutuk keras peristiwa kekerasan yang menimpa AW hingga meninggal dunia.

”DAD Kalteng mengecam kejadian itu. Sangat prihatin dan menyatakan berduka cita atas meninggalnya salah satu personel Polda Kalteng di kawasan Kampung Puntun. Kami mendesak pelaku yang sudah ditangkap dikenakan sanksi seberat-beratnya dan yang belum agar segera ditangkap,” ujarnya. Elia menegaskan, jangan sampai ada lagi kekerasan berujung kematian di Kalimantan Tengah. Apalagi terhadap aparat kepolisian maupun masyarakat biasa. Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kalteng Bambang Irawan juga mendesak perkara itu diusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat penganiayaan hingga berujung pembunuhan terhadap korban.

Seperti diberitakan, personel Aipda AW tewas di kawasan Puntun dengan kondisi mengenaskan, Jumat (2/12) lalu. Korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi penuh lumpur. Jenazahnya terekam dalam video amatir hanya dibawa menggunakan gerobak dan didorong warga sekitar. Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka akibat senjata tajam dan tembakan air softgun. Beberapa peluru bersarang di tubuhnya, di antaranya di telinga dan leher. Setelah peristiwa itu, ratusan aparat kepolisian dikerahkan mengepung Puntun hingga meringkus pelaku. Selain itu, aparat juga menghancurkan bangunan yang digunakan untuk pesta atau transaksi sabu. (daq/ign)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 00:45

Uji Kebohongan, Tim Hukum Ujang Dukung Uji Forensik

<p>&nbsp;PALANGKA RAYA - Tim Kuasa Hukum Ujang-Jawawi menyatakan penetapan hasil musyawarah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers