PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, mempersilakan masyarakat, media massa dan lain sebagainya menyampaikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan pemerintah saat ini.
Ia menegaskan, pemerintah tidak antikritik karena apapun yang disampaikan masyarakat ataupun pemberitaan akan dianggap sebagai masukan, yang nantinya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
"Karena kalau terlalu disanjung, kami bisa lupa diri juga. Jadi teman-teman wartawan kalau memberitakan, tidak ada salahnya mengkritik selama sifatnya membangun," katanya saat silaturahmi dengan insan pers, belum lama tadi.
Agustiar menegaskan, pemerintahannya saat ini tengah memacu sejumlah program kegiatan, khususnya yang menjadi prioritas 100 hari pertama. Tentunya peran berbagai pihak sangat penting untuk mengawal dan mendukung apapun yang diprogram pemerintah.
Ditekankannya, percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan karena semua itu memerlukan proses yang panjang. Ia juga menekankan pentingnya masukan, kritik dan saran dari seluruh elemen masyarakat supaya pemerintah bisa melaksanakan program pembangunan sesuai dengan tuntutan.
"Intinya pemerintah tidak mungkin kerja sendiri, perlu sinergi, dan kerja sama antarlini yang dalam hal ini pers juga memegang peranan," ucapnya.
Agustiar menambahkan, insan pers sangat menentukan masa depan Kalteng ke depan melalui pemberitaan, baik itu tentang kebijakan pemerintah atau aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
"Kadang-kadang keluhan masyarakat ini diberitakan, seperti jalan rusak, sekolah rusak dan lain sebagainya. Informasi seperti ini sangat diperlukan untuk membantu membangun ke depan," pungkasnya. (sho/gus)