MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

METROPOLIS

Sabtu, 20 November 2021 12:56
Terjang Banjir dan Lumpur Menuju Sekolah
Kerasnya Perjuangan Siswa Mengejar Matahari di Ujung Utara Kobar
TERPAKSA: Siswa SMPN 2 Aruta menerjang kubangan lumpur dan air menuju sekolah mereka, belum lama ini. (IST/RADAR SAMPIT)

Buruknya kondisi infrastruktur bukan hanya memukul ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak bagi perkembangan pendidikan anak-anak di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Ufuk Timur masih gelap gulita. Semburatnya belum juga terlihat merona di pucuk langit, namun bocah-bocah belia di ujung Kecamatan Arut Utara itu sudah bersiap menuju sekolah.

Tas lusuh mereka bukan hanya berisi buku dan alat tulis, tetapi sudah bercampur dengan pakaian seragam yang mereka jejalkan di sela-sela buku dalam. Kaki kecil mereka tidak beralas, karena sepatu yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Sebagian di antara anak-anak itu, tak sempat lagi menyantap hidangan pagi, karena harus berkejaran dengan waktu dan ”mengejar matahari” sebelum pintu kelas tertutup rapat, tanda jam pelajaran telah dimulai.

Mirisnya, dengan kendaraan roda dua, anak-anak itu harus menempuh jarak puluhan kilometer di jalan yang rusak dan di beberapa titik yang terendam air bercampur lumpur. Tidak jarang jalan yang licin dan berlumpur itu membuat mereka harus jatuh bangun. Sebelum sampai ke sekolah, para pelajar harus membersihkan diri terlebih dahulu di parit dan mengenakan pakaian seragam.

Sejak empat tahun ini, kondisi tersebut dirasakan masyarakat setempat. Jalan yang sejatinya dibangun negara dan menjadi akses utama masyarakat yang menghubungkan empat desa itu, rusak berat. Desa tersebut, yakni Sungai Dau, Pandau, Sambi, dan Desa Penyombaan.

”Karena jalan sangat sulit ditembus, kami berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB. Pakaian seragam serta sepatu, kami masukkan dalam tas agar tidak kotor dan kami kenakan kembali di tepi jalan,” kata Putra, pelajar SMPN 2 Aruta.

Saat hujan turun, mereka harus bahu-membahu saling dorong kendaraan yang terjebak lumpur. Para pelajar itu terpaksa menggunakan kendaraan roda dua. Selain jauhnya jarak rumah mereka ke sekolah, roda empat tidak mampu melewati ruas jalan tersebut.

Rusaknya jalan tersebut sangat ironis, mengingat kawasan itu dikepung perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit dan tambang. Para investor tersebut terus mengeruk keuntungan dan membiarkan belasan kubangan sedalam 40 sentimeter dibiarkan menganga.

Para siswa berharap, pemerintah cepat menangani persoalan infrastruktur di wilayah itu, sehingga proses belajar mengajar tidak lagi terkendala. Apalagi Desa Sambi merupakan desa yang sarat sejarah pada masa merebut kemerdekaan, yakni titik mendaratnya penerjun payung pertama oleh Tentara Nasional Indonesia.

Kepala Sekolah SMPN 2 Arut Utara Florenstinus Kusnarto mengatakan, jalan sepanjang 21 kilometer tersebut merupakan jalan pembangunan prasarana pendukung desa tertinggal (P3DT). ”Para siswa ini harus menempuh waktu selama dua jam sebelum sampai sekolah dengan kondisi infrastruktur yang buruk,” katanya. Mengingat kondisi tersebut, pihak sekolah memberikan kelonggaran dengan tidak menerapkan disiplin ketat seperti sekolah lain pada umumnya. (***/ign)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 10:36

Kalteng Waspadai Peningkatan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru

Polri menggelar apel kepala satuan wilayah (Kasatwil) di Bali kemarin.…

Jumat, 03 Desember 2021 12:22
Jaksa Diharapkan Tuntut Hukuman Maksimal

LAYAK DIHUKUM MATI..!! Bos Kampung Narkoba Palangka Raya Hasilkan Miliaran Sebulan

Bos kampung narkoba di Palangka Raya, Salihin alias Saleh (35),…

Kamis, 02 Desember 2021 12:44

SEREM..!! King Kobra Masuk ke Kamar

Kemunculan binatang berbisa dan berbahaya kembali menghebohkan warga di Jalan…

Selasa, 30 November 2021 14:47

Kerekam CCTV, Jambret Gadget Milik Pejalar SMP Dibekuk

Bermodalkan rekaman kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV), Tim Reserse…

Selasa, 30 November 2021 14:46

Anak Buah Aril, Buron Bandar Sabu Sampit, Divonis 5,5 Tahun

Rusandy Lesmana dijatuhi vonis selama 5 tahun dan 6 bulan…

Kamis, 25 November 2021 12:17

Sebesar Ini Denda ke Perusahaan Terkait Temuan Kayu Log Sidak Gubernur Kalteng

 PT Hutan Produksi Lestari (HPL) dikenakan denda administratif sebesar Rp…

Sabtu, 20 November 2021 12:56
Terjang Banjir dan Lumpur Menuju Sekolah

Kerasnya Perjuangan Siswa Mengejar Matahari di Ujung Utara Kobar

Buruknya kondisi infrastruktur bukan hanya memukul ekonomi masyarakat, tetapi juga…

Jumat, 19 November 2021 13:55
GAWAT!!! Kalteng di Ambang Krisis Ekologis

Kualitas Lingkungan Kalteng Kian Memburuk, Bencana Bisa Semakin Parah

Banjir yang terus terjadi di Kalimantan Tengah menandakan semakin buruknya…

Kamis, 18 November 2021 11:33

MIRIS!!! Suami Jarang Pulang, Bayi Jadi Korban

Seorang wanita di Kotim, Sy, tega menelantarkan darah dagingnya sendiri…

Kamis, 18 November 2021 10:35

Wali Kota Palangka Raya Jamin Kebutuhan Pengungsi Akibat Banjir

Masih meningginya debit air luapan sungai Kahayan, yang merandem sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers