SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

METROPOLIS

Jumat, 15 Desember 2023 11:39
Mufakat Aborsi Diduga dapat Restu Keluarga, Dua Pelajar SMP di Kalteng Ini jadi Tersangka
PENJELASAN: Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan bersama Kasi Humas Iptu Sukrianto memperlihatkan barang bukti kasus aborsi pasangan kekasih anak di bawah umur, Kamis (14/12/2023). (DODI/RADAR SAMPIT)

Pembunuhan benih kehidupan oleh pasangan remaja di Kota Palangka Raya diduga atas restu keluarga. Penyelidikan aparat menemukan serangkaian upaya berantai tindakan aborsi oleh sejumlah pihak. Dalam perkara itu, polisi baru menetapkan dua tersangka, yakni pasangan kekasih yang masih berstatus SMP, NA (15) dan AR (15). Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan mengatakan, kasus tersebut terungkap ketika anggota Polsubsektor Jekan Raya melakukan patroli di Jalan Mahir Mahar-Hiu Putih Ujung, Rabu (13/12/2023) sekitar pukul 01.15 WIB. Petugas memergoki dua orang menggunakan sepeda motor sambil membawa kardus dan cangkul.

Mereka adalah NA, ibu kandung bayi yang meninggal, dan R (15), teman kedua tersangka, NA dan AR (dalam pemberitaan sebelumnya, pria yang kepergok bersama sang perempuan disebut kekasih tersangka). NA disebut meminum dan memasukkan obat ke organ vitalnya sebagai upaya aborsi. Polisi yang curiga, lalu mendekati keduanya. NA dan R sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan jenazah bayi laki-laki di dalam kantong plastic. Keduanya mengaku akan menguburkan mayat bayi itu di kawasan tersebut.

”Saat diamankan itu, yang ditangkap ibu bayi dan temannya berinisial R. Diakui keduanya mereka disuruh AR mengubur bayi tersebut. R dimintai tolong oleh AR untuk menguburkan mayat bayi. R masih jadi saksi, sedangkan AR dan NA  sudah ditetapkan tersangka,” ujar Ronny. Ronny mengungkapkan, setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan, diakui bayi itu hasil hubungan di luar nikah antara AR dan N. Keduanya sepakat menggugurkan kandungan yang sudah lebih lima bulan.

AR menceritakan hal tersebut pada kakak kandungnya, HN. Sang kakak kemudian mencarikan obat penggugur kandungan. Pengambilan obat dilakukan orang tuanya, SR dan LA. Keduanya bertemu SP selaku penjual obat. Ada delapan butir obat yang diberikan pada orang tua AR. Obat itu lalu diserahkan pada NA. Sesuai permintaan dan arahan orang tua AR, NA kemudian meminum obat tersebut. Setelah 1×24 jam, akhirnya reaksi obat muncul. Saat itu NA berada di dalam toilet. Dalam posisi duduk, janin bayi keluar. NA lalu memotong sendiri tali pusar menggunakan gunting.

Usai melahirkan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia, mayat bayi itu kemudian dibungkus. Sesuai instruksi AR, agar dikuburkan diam-diam. AR dan R lalu berangkat menggunakan motor menguburkan janin, sampai akhirnya diamankan petugas. Ronny menambahkan, berdasarkan keterangan penjual obat, SP, obat itu memang tidak dianjurkan oleh dokter untuk diminum ibu hamil, karena bisa mengakibatkan keguguran. Obat dibeli dari seseorang berinisial SC sebesar Rp1,6 juta. Adapun SC merupakan pegawai RS Swasta di Palangka Raya.

”Kami terus kembangkan kasus ini. Sejumlah saksi akan dimintai keterangan, termasuk penjual obat, orang tua, kakak tersangka, dan lainnya. Kami akan terus lakukan pemeriksaan saksi-saksi. Apalagi diduga ada keterlibatan keluarga dalam rangkaian aborsi,” ujarnya. Sebelum kejadian tersebut, lanjutnya, kedua pasangan itu sudah merencanakan menggugurkan kandungan. Namun, beberapa upaya yang dilakukan gagal.

Dari kasus itu, Ronny meminta masyarakat, terutama orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak. Jangan sampai menjadi korban pergaulan bebas. Bukan hanya akan jadi korban, bisa-bisa menjadi pelaku kriminal. (daq/ign)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 Mei 2024 13:11

Pemkab Seruyan dan Kemensos RI Serahkan Alat Bantu Disabilitas

KUALA PEMBUANG- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas,…

Rabu, 24 Januari 2024 11:16

Di Kalteng Sejak Oktober Tahun Lalu Penarikan Uang Melonjak Ratusan Miliar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat ada…

Selasa, 23 Januari 2024 01:01

Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Kalteng Ini Ternyata Masih Kerabat Korban

AK (30), pelaku percobaan pemerkosaan terhadap gadis desa berusia 18…

Minggu, 21 Januari 2024 11:06

Ada Caleg Siapkan Uang Melimpah Jelang Coblosan, Ngakunya untuk Tim Pemenangan dan Relawan

Kurang dari satu bulan lagi Pemilu 2024 digelar. Calon anggota…

Sabtu, 20 Januari 2024 00:38

Sudah Dua Tahun, Misteri Kematian Hotma Hutauruk Belum Terungkap

Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) mengalami kesulitan mengungkapkan kasus…

Sabtu, 20 Januari 2024 00:31

Lingkar Selatan Sampit Masih Jadi Sarang Prostitusi di Kalteng

Praktik prostitusi di Jalan Lingkar Selatan, Sampit, Kalimantan Tengah masih…

Kamis, 18 Januari 2024 11:10

Jualan Narkoba, Haji Gaul di Kalteng Ini Akhirnya Masuk Penjara

Perilaku kakek setengah abad ini tak patut dicontoh. Seharusnya dia…

Kamis, 18 Januari 2024 11:08

Gagal Perkosa Gadis Tetangga, Pemuda di Kalteng Ini Masuk Bui

AK, pria asal Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 18 Januari 2024 11:05

Akhirnya Kejati Kalteng Tahan Dua Tersangka Korupsi BOK Dinkes Barsel

Dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di…

Kamis, 18 Januari 2024 11:02

Algojo Bentrok Perebutan Kebun Kelapa Sawit di Kalteng Sama-Sama Dibui

Kasus perkelahian maut akibat berebut kebun sawit di Desa Pelantaran…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers