KASONGAN - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Katingan mengimbau kepada para pemilik keramba agar menunda penaburan bibit ikan. Kondisi air Sungai Katingan saat ini masih keruh.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Katingan Samson mengatakan, air Sungai Katingan keruh dan mengandung zat kimia yang membahayakan bagi perkembangbiakan ikan keramba.
"Berdasarkan hasil uji sampel pihak WWF yang disampaikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Katingan bulan Juli 2015 kemarin, air Sungai Katingan ini tidak mendukung untuk pembudidayaan ikan keramba," jelas.
Alasannya, kata Samson, selain tingkat kekeruhan air sungai meningkat juga dikarenakan keasaman air sungai mengalami peningkatan. Uji sampel terhadap air Sungai Katingan oleh pihak WWF ini dilakukan mulai dari Kasongan Kecamatan Katingan Hilir sampai Baun Bango Kecamatan Kamipang.
Meski demikian, tidak jarang pemilik keramba ikan di kawasan kampung Banjar Kasongan Lama, sekitar Pelabuhan Hurung, Pelabuhan Kasongan, dan sekitar Jembatan Kasongan masih menabur bibit ikannya masing-masing pada musim kemarau.
"Yang jelas sudah kita sarankan agar pemilik keramba sebaiknya tidak menebar bibit ikan hingga kondisi air benar-benar mendukung. Kalau dipaksa menebar bibit sekarang, ikan akan banyak mati, karena selain keruh kondisi sebagian tempat di Sungai Katingan tidak ada arus karena tertutup oleh gundukan pasir," imbuhnya.
Ketua RT 12 Kasongan Lama yang juga pemilik keramba ikan di Kampung Banjar Hatimi mengakui, sebagian besar warga setempat masih menebar bibit ikan meski kondisi air sungai surut. "Memang sebagian warga masih menabur bibit ikan di kermba, tetapi mengantisipasi air surut dan keruh ini ada sebagian memasang oksigen saat ikan masih kecil untuk menghindari ikan mati," katanya kemarin.
Menurut Hatimi usaha budidaya ikan keramba sejauh ini merupakan andalan warga Kampung Banjar dan sekitarnya.
"Ya terpaksa dengan segala risikonya bibit terus kita tebar meski kondisi air sungai kurang mendukung, sebab hanya usaha keramba ini yang bisa menghasilkan uang," imbuhnya. (agg/yit)