SUKAMARA – Kabut asap yang terjadi di Kabupaten Sukamara semakin tebal dan sudah mengganggu aktivitas masyarakat terutama pagi hari.
Kondisi tersebut sangat dirasakan oleh para pelajar yang berangkat ke sekolah dan juga transportasi air di Sungai Jelai.
Basir, motoris perahu penyeberangan Sukaramai – Sukamara mengatakan kabut asap dalam beberapa hari ini cukup mengganggu aktivitas mereka terutama pagi hari saat menyeberangkan pelajar penumpang.
“Cukup mengganggu sebab perahu dan getek terpaksa di dayung untuk bisa sampai ke seberang, kalau menggunakan mesin takutnya terjadi tabrakan,” kata Basir.
Senada juga dikatakan salah seorang pelajar SMP yang mengatakan akibat kabut asap perjalanan sampai ke sekolah jadi terlambat sebab angkutan penyeberangan tidak berani beroperasi dan harus menunggu kabut berkurang.
“Jam masuk sekolah ditoleransi menjadi pukul 07.30 WIB, tapi sampai di seberang saja sudah terlambat belum lagi menuju sekolah,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Sukamara, Sutrisno mengatakan pihak sekolah sudah melakukan pengaturan jam masuk sekolah yakni diundur menjadi pukul 07.30 WIB, ini dilakukan akibat kabut asap yang beberapa hari ini semakin parah.
“Kami juga mengibau kepada pelajar untuk menggunakan masker saat berangkat ke sekolah dan meniadakan kegiatan-kegiatan diluar ruangan seperti senam, olahraga dan kerja bhakti,” imbau Sutrisno. (fzr/fm)