MANAGED BY:
MINGGU
05 DESEMBER
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT

KOTAWARINGIN

Jumat, 19 November 2021 13:48
SABAR..!! Berbagai Penyakit Mulai Serang Korban Banjir Kotim
MASIH TINGGI: Kondisi banjir di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, yang masih tinggi. (IST/RADAR SAMPIT)

Banjir yang merendam Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, tergolong parah. Bencana tersebut juga membuat kesehatan warga terdampak bencana mulai bermasalah. ”Air menggenang sejak Kamis minggu lalu. Sampai sekarang air masih bertahan di kisaran 30-150 cm dari permukaan tanah. Sempat turun 15 cm, terus hujan lagi. Warga juga sudah mulai ada yang sakit diare, gatal-gatal, dan demam, karena keseringan berjalan di air,” kata Fazlan Noor, Kades Sudan, Kamis (18/11). 

Dari total penduduk 1.120 jiwa dan 305 KK, terdapat 1.108 jiwa dengan 298 KK terdampak banjir. Sebanyak 7 KK lainnya terdata bukan warga Sudan, namun bermukim di desa itu. Sebanyak 52 warga tergolong lanjut usia dan 84 balita.

”Kami kekurangan obat-obatan. Juga memerlukan dapur umum, tenda, selimut, kekurangan air bersih, dan air minum. Sumur bor tak jalan karena tenggelam. Sampai saat ini warga ada yang naik ke bukit, tidur di rumah tetangga. Ada yang mengungsi di bangunan SD yang lokasinya lebih tinggi, termasuk saya mengungsi di langgar,” katanya.

”Untuk konsumsi, kami memerlukan makanan siap saji dan sembilan bahan pokok, makanan bayi, pampers, dan makanan untuk ibu hamil,” tambahnya.

Selain itu, fasilitas umum yang terendam banjir terdiri dari rumah ibadah tiga unit, PAUD, bangunan posyandu, polindes, perpustakaan, kantor desa, aula desa, tiga sandung, dan pasar. ”Nyaris semua warga terdampak banjir. Warga tak bisa bekerja dan hanya sepuluh persen saja yang bekerja,” ujarnya. Untuk jaringan listrik, lanjutnya, masih berfungsi normal. Namun, komunikasi jaringan internet belum stabil. Akses jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan berhati-hati.

Pihaknya telah ada menerima bantuan dari pihak swasta berupa beras dan paket bahan pokok. ”Rata-rata membantu beras dan mi. Itu sudah dibagikan ke warga. Satu KK dapat bantuan beras 10 kg dan mi 12 bungkus,” ujarnya.

Pihaknya telah melaporkan hal itu ke sejumlah pihak terkait, khususnya BPBD Kotim. Dia berharap kebutuhan penting yang dihadapi Desa Sudan segera disalurkan. ”Kami sudah menginfokan situasi dan kondisi banjir di Desa Sudan, tetapi bantuan belum diberikan. Saya tidak bisa mengharapkan bantuan yang tidak juga datang, makanya saya koordinasi ke Inspektorat untuk meminta saran, apakah bisa dana desa digunakan untuk banjir. Kalau bisa, saya rencana siapkan Rp 35 juta. Setiap paket senilai Rp 100 ribu,” katanya.

Sebagai informasi, Kecamatan Cempaga dan Cempaga Hulu dilaporkan masuk zona merah banjir dengan ketinggian berkisar 30-150 cm. Di Kecamatan Cempaga terdapat empat desa, di antaranya Desa Jemaras, Patai, Rubung Buyung, dan Luwuk Ranggan. Total rumah yang terdampak banjir sebanyak 1.348 rumah dengan jumlah 1.584 KK dan 5.315 jiwa.

Di Kecamatan Cempaga Hulu, banjir merendam sembilan desa, di antaranya Desa Parit, Pelantaran, Tumbang Koling, Pundu, Selucing, Sudan, Bukit Batu, Pantai Harapan, dan Sei Ubar Mandiri. Total rumah yang terdampak banjir sebanyak 620 unit dengan jumlah 994 KK dan 3.513 jiwa.

Kepala BPBD Kotim Rihel melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim Agus Mulyadi mengatakan, banjir di sejumlah kecamatan mulai surut dan tersisa empat kecamatan, yakni Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, dan Kotabesi.

”Dua hari lalu posko siaga banjir di Desa Patai dan Rubung Buyung dan dapur umum sudah didirikan. Hingga saat ini terus melakukan pemantauan dan pendataan banjir. Anggota BPBD juga siaga siaga 24 jam di posko secara bergantian,” katanya.

Agus mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan pasang air sungai dan curah hujan tinggi. ”Kami mengimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan diri, anak, dan keluarga. Hindari tempat yang rawan dan dalam. Jauhkan diri dari aliran listrik di rumah yang terendam banjir,” ujarnya.

Sekretaris BPBD Kotim Yephi Hartady Periwanto menambahkan, pihaknya telah melakukan pendataan kebutuhan warga yang terdampak banjir. ”Desa lain yang membutuhkan bantuan akan kami upayakan disalurkan bantuan,” pungkasnya. (hgn/ign)


BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:26

Excavator Sudah Diincar

<p><strong>SAMPIT &ndash;</strong> Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers