SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

KOTAWARINGIN

Selasa, 01 Februari 2022 12:21
Pemkab Turunkan Tim Investigasi, Puskesmas Bantah Terlantarkan Bayi Patah Tangan

SAMPIT – Tudingan buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, ditanggapi serius Pemkab Kotawaringin Timur. Bahkan, Dinas Kesehatan Kotim menurunkan tim untuk melakukan investigasi mengenai pelayanan dan penanganan medis yang dilakukan puskesmas tersebut.

Pantauan Radar Sampit, Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson, Ketua Komisi III Sanidin, dan Ketua Fraksi Gerindra Ary Dewar, langsung melakukan pertemuan dengan pihak Puskesmas Cempaka Mulia, Senin (31/1). Pertemuan itu membahas berbagai informasi negatif mengenai pelayanan yang diberikan puskesmas.

Termasuk kasus patahnya tangan bayi setelah dilahirkan di puskesmas. Irawati menegaskan, Pemkab Kotim akan cepat merespons persoalan yang bersinggungan dengan urusan kesehatan masyarakat. Apalagi kesehatan masyarakat merupakan salah satu program andalan pasangan Halikinnor-Irawati.

Seperti diberitakan, Anggota DPRD Kotim Ary Dewar sebelumnya mengaku mendapat laporan ada orang tua bersama bayi yang baru dilahirkan di Kecamatan Cempaga yang kebingungan mendapatkan pelayanan medis setelah melahirkan di puskesmas setempat.

Menurut Ary Dewar, bayi tersebut mengalami patah tangan. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD dr Murjani Sampit. Patahnya tangan bayi tersebut diduga disebabkan prosesi melahirkan yang di puskesmas. Kedua orang tua bayi itu lalu minta ditangani lagi oleh petugas medis.

Akan tetapi, Ary Dewar menambahkan, bukannya mendapatkan perawatan lebih lanjut, bayi dan ibunya justru disuruh pulang. Pasalnya, kedua orang tua bayi itu tidak memiliki identitas berupa KTP dan BPJS Kesehatan.

Terkait hal tersebut, Penanggung Jawab Ruangan yang menangani tindakan medis terhadap bayi, Siti Saudah, menegaskan, tindakan medis yang dilakukan pihaknya telah sesuai ketentuan dan aturan. Dia membantah tudingan malapraktik dalam polemik tersebut.

Siti menjelaskan, pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah hampir melahirkan. Kaki bayi bahkan sudah keluar dan kondisi air ketuban yang sudah mengering.

Ketika diperiksa, posisi bayi dalam keadaan sungsang dan harus segera mendapatkan penanganan medis. Pihaknya telah memberitahukan kepada pasien terkait risiko apa saja jika proses persalinan sungsang dilakukan.

”Semua risikonya sudah kami beritahukan dan disetujui pasien. Persalinan dengan kondisi seperti itu seharusnya tidak dilakukan di puskesmas (tapi di rumah sakit), namun karena kondisinya sudah darurat, maka itu harus kami tangani lebih dulu," jelasnya.

Dia menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab untuk kembali melakukan pengawasan terhadap bayi itu. Meski sekalipun harus datang ke lokasi bayi yang berada di Desa Tehang, Kecamatan Parenggean.

”Pasien ini terkendala di tempat yang jauh lokasinya. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan terus monitoring untuk perawatannya,” tegasnya.

Dia menambahkan, untuk penanganan bayi patah tulang itu mereka berikan penanganan awal dengan dipasang gips. Kemudian nanti akan dilakukan pemantauan dan evaluasi perkembangannya sampai tiga bulan berikutnya.

Kepala Puskesmas Cempaga Muhammad Saifudin Ansari menegaskan, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan kepada masyarakat. Hal yang telah disampaikan anggota DPRD Kotim akan jadi masukan dan perbaikan pelayanan kesehatan di puskesmas yang dia pimpin.

”Ke depannya apa yang disampaikan kami akan evaluasi dan memberikan pelayanan terbaik. Bahkan, dalam kondisi apa pun kami lebih mengutamakan perawatan medis, setelah itu baru administrasi,” tandasnya. (ang/ign)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Maksimalkan Penataan Melalui Rapat Integrasi GTRA

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Rapat Integrasi Penataan Aset…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Pemda Bagikan 500 Lembar Bendera Merah Putih

SUKAMARA–Menyambut HUT RI ke-80, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:18

Lamandau Borong Piala di Peda KTNA XIV

NANGA BULIK - Kontingen Lamandau berhasil memborong sejumlah penghargaan pada Pekan…

Kamis, 14 Agustus 2025 12:15

Warga Desa Hampalit Krisis Air Bersih, Pemkab Katingan Harus Bertindak

KASONGAN – Warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan,…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:26

Anggota Paskibraka Diminta Siapkan Diri Jelang Upacara HUT RI ke-80

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, meminta seluruh anggota Pasukan Pengibar…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Bantuan Seragam dan Tas Sekolah Mulai Disalurkan di Sukamara

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:25

Pemkab Lamandau Apresiasi Storytelling Contest 2025

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memberikan apresiasi atas…

Rabu, 13 Agustus 2025 11:19

DPRD Desak PDAM Katingan Segera Bayar Tunggakan Gaji Karyawan

KASONGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan memberikan…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:11

Bupati Sukamara Pimpin Upacara di SDN Cabang Barat

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, memimpin upacara bendera di SDN…

Selasa, 12 Agustus 2025 17:10

Puskesmas Sukamara Sediakan Pemeriksaan USG Gratis bagi Ibu Hamil

SUKAMARA – Puskesmas Sukamara kini menyediakan layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG)…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers