MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | KOLOM | EVENT | DPRD SERUYAN

KOTAWARINGIN

Kamis, 23 Juni 2022 13:19
Kotim Sudah Nihil Kasus PMK, Pedagang Diminta Ambil Sapi dari Daerah Lain
Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian Kotim melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak merebak. Saat ini, tidak ada lagi temuan PMK terhadap sapi di Kotim.

“Di Kotim sudah tidak ada PMK,” kata Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita, Selasa (21/6). Sebelumnya, dari 18 sampel yang di uji klinis terhadap sapi di Kecamatan Telawang, 17 diantaranya positif PMK. Dari 17 itu kemudian dilakukan pemotongan paksa sebanyak 4 ekor. Sedangkan sisanya ditingkatkan daya tahan sapi hingga 13 ekor dinyatakan sembuh. Bahkan 12 ekor sapi yang sembuh telah disembelih. 

“Hanya tinggal satu yang belum sembelih, dan itu sudah sembuh,” sebutnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan agar virus yang dikenal dengan foot and mouth disease ini tidak masuk ke Kotim, yakni dengan melakukan pengawasan intensif terhadap lalu lintas ternak.  “Kami berupaya untuk terus memantau, dan saat ini  kita tergolong sudah tidak ada lagi PMK,” sebutnya.

Menurutnya, upaya pencegahan dan pengendalian terus dilakukan agar tidak ada kasus terkonfirmasi PMK. Pencegahan dan pengendalian itu penting guna memotong mata rantai penyebaran virus PMK.

Di samping pengawasan, pihaknya juga mengantisipasi dengan menghentikan pemasukan ternak ruminansia dari Jawa Timur. Sementara itu ternak dari Sulawesi masih bisa masuk asal ada surat keterangan sehat dari pejabat otoritas veternier.

Menanggapi pedagang yang merasa dirugikan karena sapi dari Jawa Timur tidak bisa masuk ke Kotim, Sepnita menyarankan pedagang bisa mengambil dari daerah lain.

“Mereka biasa ambil dari Jawa Timur. Tapi karena itu daerah wabah, jadi tidak bisa keluar dari Jawa Timur. Tapi boleh ambil dari lain, tidak masalah sebenarnya itu,” ucapnya.

Dirinya melihat ada kecenderungan harga sapi mengalami kenaikan. Dia berharap adanya sapi yang terinfeksi PMK di Jawa Timur tidak dijadikan alasan untuk pedagang menaikkan harga sapi di wilayah ini. Sementara sapi masih bisa masuk dari wilayah lain, sehingga bisa memenuhi kebutuhan di Kotim.

“Nanti akan ada masuk lagi dari Sulawesi,” tambahnya. Vaksin untuk sapi rencananya baru akan ada pada Agustus mendatang. Sementara itu untuk sapi lokal sendiri tidak ada masalah, selama tidak terjangkit.  “Sapi lokal karena tidak terjangkit, aman saja,” tutupnya. (yn/yit)

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:26

Excavator Sudah Diincar

<p><strong>SAMPIT &ndash;</strong> Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers