SAMPIT | PANGKALANBUN | PALANGKA | KOTAWARINGIN | METROPOLIS | BARITO | GUMAS | DPRD SERUYAN

METROPOLIS

Rabu, 07 Oktober 2015 21:32
Air Bersih Makin Mahal, Warga Pedalaman Tambah Sengsara
Salah satu penjual air bersih menggunakan truk di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan belum lama tadi

SAMPIT – Bencana kekeringan berkepanjangan yang melanda Kotawaringin Timur (Kotim) benar-benar dirasakan pahit oleh masyarakat. Sulitnya mendapatkan air bersih memberikan kesempatan bagi penjual untuk meraup laba lebih banyak. Salah satunya di Kecamatan Pulau Hanaut. Harga air bersih hingga sekarang mencapai Rp 50 ribu untuk isi 200 liter air.

Salah seorang warga Desa Bapinang Hilir Laut Kecamatan Pulau Hanaut Sapuan menuturkan, jarak tempuh untuk menuju desa itu dari ibukota kecamatan cukup jauh. Hal itulah menjadikan harga air bersih yang dijual cukup tinggi. “Air bersih sekarang mencapai Rp 50 ribu per drum atau isi 200 liter,” ungkap Sapuan.

Dikatakannya, sejak awal kemarau air sungai yang ada mulai dari Desa Serambut, Bantian, Rungun hingga Bapinang Hilir Laut sudah berasa asin. Namun, kata Puan, air asin tetap digunakan hanya saja untuk keperluan cuci, mandi dan kakus (CMK). “Kalau untuk air minum terpaksa beli, harganya memang cukup tinggi, ya mau bagaimana lagi,” ucapnya.

Terkait bantuan air bersih dari Pemkab Kotim, menurutnya, tidak sepenuhnya gratis karena jarak antara Kecamatan Pulau Hanaut dengan Mentaya Hilir Selatan dipisah oleh Sungai Mentaya. “Bantuan hanya sampai di Desa Rege Lestari Kecamatan Teluk Sampit, kemudian air dibawa lagi menggunakan kelotok. Untuk membawa menyebarang menuju desa tetap menggunakan biaya,” ceritanya.

Hal senada diungkapa Udin, warga Desa Bantian ini mengaku cukup sulit untuk mendapatkan air bersih karena hingga sekarang belum turun hujan. “Bantuan air bersih dari Pemkab Kotim sudah sampai ke desa. Namun, yang memerlukan cukup banyak sehingga banyak yang tidak kebagian,” katanya.

Duka warga di desa yang jauh dari ibukota Kecamatan Pulau Hanaut selama musim kemarau panjang sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan, rencana Pemkab Kotim yang akan membangun instalasi air bersih dari air asin diolah menjadi air tawar di kecamatan tersebut sejak 2014-2015 belum ada kabarnya. “Kami hanya bisa berdoa semoga Tuhan secepatnya menurunkan hujan,” doanya. (fin)

loading...

BACA JUGA


Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers